Daily-life.id — Kalau selama bertahun-tahun Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo bersaing lewat gol dan trofi, sekarang persaingan itu berlanjut
ke ranah yang sama sekali berbeda: siapa yang lebih jago membangun kerajaan bisnis sepak bola setelah gantung sepatu.
Kabar terbaru, Messi dilaporkan telah mencapai kesepakatan prinsip untuk mengakuisisi 100 persen saham CD Eldense,
klub kasta kedua Liga Spanyol, dan ini bukan klub pertama yang ia miliki.
Kesepakatan Terbaru: CD Eldense
Menurut laporan media Spanyol AS yang dikutip berbagai sumber pada 9 September 2026, Messi telah
menyepakati akuisisi penuh saham CD Eldense, klub yang berlaga di Segunda División (La Liga 2) dan berbasis di Alicante.
Klub yang saat ini berada di posisi ke-20 klasemen itu memiliki sekitar 3.500 pemegang tiket musiman. Kesepakatan dilakukan dengan grup investasi asal Kolombia, Grupo TH Soluciones, yang sebelumnya memegang mayoritas saham klub.
Berbeda dari klub sebelumnya yang ia miliki, akuisisi Eldense ini disebut sebagai investasi pribadi murni tanpa
melibatkan mitra atau mantan pemain lain.
Namun proses ini belum sepenuhnya rampung. Akuisisi masih harus melewati tahap uji tuntas (due diligence) serta mendapat persetujuan resmi dari Consejo Superior de Deportes (Dewan Olahraga Nasional Spanyol).
Ternyata Ini Klub Keempat Messi, Bukan yang Pertama
Yang jarang disorot media adalah betapa luasnya portofolio kepemilikan klub Messi selama ini:
- Leones de Rosario FC (Argentina) — dikelola keluarga Messi sejak 2015
- Deportivo LSM (Uruguay) — didirikan bersama sahabat sekaligus mantan rekan setimnya, Luis Suárez, dan berhasil meraih promosi pada 2025
- UE Cornellà (Spanyol, kasta kelima) — diakuisisi April 2026, klub asal Catalonia dengan stadion berkapasitas sekitar 1.500 penonton
- CD Eldense (Spanyol, kasta kedua) — akuisisi terbaru yang sedang berjalan
Pola ini menunjukkan Messi secara sistematis membangun jejak kepemilikan klub sejak jauh sebelum pensiun,
dan bukan keputusan mendadak tapi strategi jangka panjang yang mulai dijalankan sejak masih aktif bermain.
Baca Juga:
- David Beckham Resmi Jadi Atlet Miliarder Pertama Inggris, Kekayaannya Disebut Lampaui Banyak Klub Sepak Bola Dunia
- Walk Out Bisa Dihukum! FIFA Perketat Aturan Piala Dunia 2026
- Bukan Sekadar Nonton Bola! Nobar World Cup 2026 Jadi Lifestyle Baru, Ada Tren Tersembunyi yang Mulai Viral di Indonesia
Ronaldo Sudah Lebih Dulu Melangkah
Langkah Messi ke Eldense ini datang tak lama setelah rivalnya, Cristiano Ronaldo, lebih dulu terjun ke bisnis kepemilikan klub Spanyol dengan membeli 25 persen saham Almería pada Februari 2026.
Bedanya cukup mencolok, yaitu Ronaldo memilih memegang saham minoritas, sementara Messi tampaknya lebih memilih kepemilikan penuh atau mayoritas di setiap klub yang ia akuisisi.
Hal ini mencerminkan pendekatan bisnis yang berbeda meski keduanya sama-sama menyasar Liga Spanyol.
Beckham: Perintis Sejati di Antara Para Legenda
Kalau bicara soal legenda sepak bola yang sukses jadi pemilik klub, David Beckham sebenarnya sudah lebih dulu membuktikan diri lewat Inter Miami CF.
Kepemilikannya bermula dari klausul unik dalam kontraknya di LA Galaxy yang dikenal sebagai “klausul Beckham” — yang memberinya opsi membeli tim ekspansi MLS senilai USD 25 juta di masa depan.
Bersama Jorge dan Jose Mas, Beckham mendirikan Miami Beckham United yang kelak melahirkan Inter Miami.
Hasilnya sangat signifikan. Menurut estimasi Forbes 2026, Beckham memegang sekitar 26 persen saham klub,
sementara valuasi keseluruhan Inter Miami ditaksir Sportico mencapai USD 1,45 miliar pada 2026.
Ini adalah angka yang menunjukkan betapa menguntungkannya keputusan Beckham mengamankan opsi kepemilikan klub sejak masih jadi pemain aktif.
Kenapa Para Legenda Ini Memilih Jadi Pemilik Klub?
Pola yang muncul dari ketiga nama besar ini cukup jelas: kepemilikan klub jadi cara para bintang sepak bola
memperpanjang pengaruh dan warisan mereka jauh melampaui masa aktif bermain.
Bagi Messi sendiri, investasi ini juga erat kaitannya dengan komitmennya terhadap pengembangan talenta muda dan akar lokal sepak bola.
Sesuatu yang konsisten terlihat dari pola klub-klub yang ia pilih, mulai dari klub keluarga di Argentina sampai klub kasta rendah di Spanyol yang punya basis pengembangan pemain muda kuat.
Kenapa Ini Menarik Diikuti Penggemar Sepak Bola Indonesia?
Fenomena ini menarik dicermati penggemar sepak bola Tanah Air karena menunjukkan babak baru dari rivalitas Messi-Ronaldo yang selama dua dekade jadi salah satu topik paling hangat dalam sepak bola dunia.
Kalau dulu perdebatan “siapa yang lebih hebat” berkutat di statistik gol dan trofi, sekarang perdebatan itu bergeser ke strategi bisnis dan visi jangka panjang di luar lapangan.
Ini adalah sebuah drama baru yang kemungkinan besar bakal terus menarik perhatian jutaan penggemar kedua bintang ini di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
