Buttonscarves Take Over Paris: Saat Modest Fashion Berpadu dengan Gaya Parisian

brand modest fashion asal Indonesia ini resmi menggelar Buttonscarves Paris Takeover - sumber foto Buttonscarves

Setelah mengguncang gurun Dubai lewat Desert Takeover yang memesona, Buttonscarves kembali melanjutkan jejak globalnya — kali ini di kota mode sejuta gaya, Paris. Pada 6 Oktober 2025, brand modest fashion asal Indonesia ini resmi menggelar Buttonscarves Paris Takeover, sebuah perhelatan stylish yang menjadikan Paris sebagai panggung terbaru mereka.

Bukan sekadar pameran produk, Buttonscarves mengubah sebuah kafe ikonis yang menghadap langsung ke Menara Eiffel menjadi instalasi kreatif yang menampilkan identitas brand secara utuh. Dengan sentuhan warna Viva Magenta yang bold dan motif monogram khas Buttonscarves, atmosfer kafe disulap menjadi ruang penuh karakter — chic, modern, dan autentik.

Lebih dari Sekadar Branding

Transformasi ini bukan hanya tentang estetika, tapi juga tentang misi besar: memperkuat koneksi global lewat fashion. Buttonscarves menjadikan momen ini sebagai ajang mempererat komunitas, mempertemukan ide, serta membangun narasi baru tentang bagaimana modest fashion bisa relevan dan kompetitif di kancah internasional.

Baca Juga:

Salah satu highlight dari rangkaian ini adalah Buttonscarves Rendezvous in Paris, sebuah intimate luncheon yang mengundang fashion insiders, tastemakers, hingga figur-figur kreatif berpengaruh. Suasana santai namun berkelas ini menjadi melting pot gagasan dan kolaborasi yang memperluas jangkauan brand sekaligus membangun hubungan lintas budaya.

Koneksi Paris yang Tak Sekadar Gaya

Ini bukan kali pertama Buttonscarves mencuri perhatian di Paris. Pada 2023 lalu, dunia dibuat takjub dengan instalasi tas raksasa mereka yang berdiri megah di bawah Eiffel — simbol keberanian dan kreativitas dari sebuah brand yang berakar di Asia Tenggara. Dua tahun kemudian, mereka kembali ke lokasi ikonis ini, kali ini lewat pendekatan yang lebih hangat dan berbasis komunitas.

“Paris punya arti khusus bagi perjalanan kami,” ungkap Linda Anggrea, CEO Buttonscarves. “Dua tahun lalu kami hadir dengan instalasi tas raksasa, dan hari ini kami kembali dengan tujuan yang lebih dari itu — untuk membangun hubungan, berbagi perspektif, dan memperkuat eksistensi kami sebagai brand yang lahir di Asia namun punya relevansi global.”

Langkah Strategis Menuju Dunia

Melalui Rendezvous in Paris, Buttonscarves menegaskan komitmennya membangun ekosistem mode yang inklusif, menghubungkan pasar Asia dengan kota-kota mode utama dunia. Tak berhenti di Paris, brand ini juga tengah mempersiapkan pembukaan store terbaru di Singapura, sebagai bagian dari strategi ekspansi internasional yang lebih luas.

Dengan pendekatan storytelling yang kuat dan produk yang selaras dengan nilai global, Buttonscarves berhasil menunjukkan bahwa modest fashion bukan sekadar tren — tapi gerakan gaya yang percaya diri, terhubung, dan penuh makna.

Dari Indonesia untuk dunia, Buttonscarves terus melangkah, membuktikan bahwa keanggunan bisa hadir dalam berbagai bentuk — dan dunia siap untuk melihatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *