CIBUBUR – Perempuan terbukti menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam menggerakkan roda ekonomi nasional melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Berangkat dari semangat tersebut, Go-Woman.id sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Merintis Bisnis Rumahan Sebagai Langkah Baru Kemandirian Finansial” pada Sabtu (4/7/2026) di Hotel Ciputra Cibubur.
Acara yang mengusung tema “Ibu Bertumbuh” ini mendapat dukungan dari Kementerian UMKM Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia,
sekaligus menjadi ruang belajar bagi perempuan Indonesia yang ingin memulai maupun mengembangkan bisnis rumahan agar mampu menciptakan kemandirian finansial.
Sejak awal acara, suasana seminar berlangsung sangat interaktif. Ratusan peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi hingga acara berakhir.
Banyak di antara mereka yang tetap bertahan untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber karena materi yang diberikan dinilai sangat aplikatif dan relevan dengan tantangan bisnis saat ini.
Kementerian Perdagangan Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas
Seminar ini turut dihadiri oleh Franciska Simanjuntak, S.H., MSE, selaku Direktur Bina Usaha Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pertumbuhan UMKM, khususnya yang digerakkan oleh perempuan.
Pemerintah terus mendorong lahirnya pelaku usaha yang mampu menghasilkan produk berkualitas, memiliki daya saing tinggi, serta siap menembus pasar yang lebih luas.
Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan media diyakini menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan Indonesia.
APRINDO Ungkap Kesalahan yang Masih Sering Dilakukan Pelaku UMKM
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta disampaikan oleh Siti Susanti, Wakil Bendahara Umum APRINDO.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa keberhasilan bisnis bukan hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh konsistensi menjalankan usaha.
Menurutnya, masih banyak pelaku UMKM yang berhenti di tengah jalan karena kurang sabar membangun pasar.
“Konsisten adalah modal utama dalam membangun bisnis.”
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menentukan strategi branding sejak awal.
Pelaku usaha sebaiknya memilih salah satu arah yang jelas, yaitu: membangun branding dari nama atau membangun branding produk.
Langkah tersebut penting agar konsumen tidak mengalami kebingungan ketika mengenali produk yang dijual.
Tidak kalah penting, Siti Susanti juga mengajarkan peserta mengenai cara menghitung biaya produksi secara benar agar
penggunaan bahan baku lebih efisien, mengurangi pemborosan, serta menghasilkan keuntungan yang sehat.
Menariknya, pada penghujung acara dilakukan kurasi produk UMKM yang dibawa peserta.
Para pelaku usaha memperoleh evaluasi langsung mengenai kualitas produk, kemasan, hingga peluang pengembangan agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Strategi TikTok dan Instagram Agar Produk Cepat Ditemukan Konsumen
Materi berikutnya dibawakan oleh Angela Adelia F., Co-Founder Goodthings sekaligus Content Creator.
Angela mengungkapkan bahwa media sosial kini menjadi salah satu mesin pencari terbesar bagi konsumen.
Karena itu, pelaku UMKM perlu memahami cara kerja algoritma agar konten yang dibuat mampu menjangkau lebih banyak calon pembeli.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan berbagai strategi praktis, mulai dari membuat konten yang menarik perhatian dalam hitungan detik,
memanfaatkan TikTok dan Instagram sebagai media pemasaran, menggunakan kata kunci (keyword) yang tepat agar mudah terbaca algoritma, hingga membangun interaksi yang konsisten dengan audiens.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan media sosial yang tepat mampu meningkatkan visibilitas produk sekaligus mempercepat pertumbuhan penjualan tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.

Baca juga:
- 50 AI Prompt untuk UMKM yang Bisa Menghemat Puluhan Jam Kerja, Rahasia Pebisnis Modern yang Jarang Dibahas
- Kabar Besar untuk UMKM! Tarif Pajak 0,5% Diperpanjang, Siapa yang Masih Berhak?
- UMKM Mulai Tinggalkan Cara Manual, Loyverse Jadi Solusi Kasir Digital yang Banyak Dipakai Pebisnis Modern
Go-Woman.id Ingin Perempuan Indonesia Lebih Mandiri dan Berdaya
Founder sekaligus CEO Go-Woman.id, Catherina G., menjelaskan bahwa seminar ini lahir dari keinginan untuk melihat semakin banyak perempuan Indonesia berani memulai usaha dan mengembangkan potensi dirinya.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan bukan semata-mata berbicara mengenai kesetaraan gender, melainkan tentang membuka kesempatan agar setiap orang dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
“Mengembangkan diri bukan tentang gender, tetapi tentang kesadaran bahwa setiap manusia diberikan kemampuan untuk berkarya.
Ketika perempuan bertumbuh, keluarga ikut bertumbuh, dan ketika keluarga bertumbuh, ekonomi Indonesia pun akan semakin kuat.”
Antusiasme Peserta Jadi Bukti Besarnya Semangat Belajar UMKM Perempuan
Seminar berlangsung penuh semangat. Peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai strategi pemasaran, branding, penentuan harga jual, hingga pengelolaan media sosial.
Bahkan setelah sesi resmi selesai, banyak peserta masih mengantre untuk berkonsultasi langsung kepada para narasumber mengenai perkembangan bisnis mereka.
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap edukasi bisnis yang praktis dan aplikatif masih sangat tinggi, terutama bagi perempuan pelaku UMKM yang ingin meningkatkan daya saing usahanya.
Selain mendapatkan ilmu, peserta juga berkesempatan membawa pulang berbagai doorprize menarik dari para sponsor yang mendukung terselenggaranya acara.
Dukungan para sponsor menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem UMKM di Indonesia.
Perempuan Adalah Penggerak UMKM Indonesia
Data dan realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan.
Dari usaha kuliner, fesyen, kerajinan tangan, hingga bisnis berbasis digital, perempuan terus menunjukkan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi keluarga maupun nasional.
Melalui seminar seperti yang diselenggarakan Go-Woman.id, perempuan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai branding,
pemasaran digital, dan pengelolaan usaha, tetapi juga membangun jejaring yang dapat membuka peluang kolaborasi di masa depan.
Dengan meningkatnya kapasitas pelaku UMKM perempuan, diharapkan semakin banyak bisnis lokal ya
