Daily-life.id – “Semangat perempuan untuk mengembangkan usaha terlihat dalam kegiatan Pelatihan UMKM Go-Woman melalui program Ibu Bertumbuh 2nd Series bertema ‘Pemasaran Modal Jempol’
yang diselenggarakan Go-Woman.id, Sabtu (31/10/2026), di HABITARE HOTEL Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan.”
Menghadirkan pembelajaran seputar pemanfaatan media sosial untuk mengembangkan bisnis rumahan, kegiatan ini menjadi ruang belajar
sekaligus berbagi pengalaman bagi para perempuan pelaku UMKM yang ingin memperluas pasar dan meningkatkan penjualan melalui platform digital.
Menariknya, pelatihan yang semula dijadwalkan berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, justru berkembang menjadi sekitar empat jam.
Antusiasme peserta, diskusi interaktif, serta materi yang disampaikan secara praktis membuat sesi pembelajaran berlangsung lebih panjang dari jadwal semula.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Angela, S.Sos., Seller Ambassador TikTok Shop sekaligus Trainer
Start Academy by TikTok Shop & Tokopedia dan Co-Founder Good Things,
serta Anggi Desthiati, Founder Satinese, Chairwoman LokaPuspa, dan BNSP-Certified Trainer.
Keduanya membagikan wawasan mengenai bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana pemasaran yang efektif, khususnya bagi UMKM yang ingin membangun bisnis dengan modal yang relatif terjangkau.
Bukan Sekadar Bisa Posting, tetapi Memahami Strategi Pemasaran
Dalam pelatihan ini, peserta diajak memahami bahwa keberhasilan pemasaran digital bukan hanya tentang rajin mengunggah foto atau video produk.
Ada strategi yang perlu dipahami, mulai dari menentukan platform yang sesuai dengan karakteristik usaha, membuat konten yang menarik dan mudah diproduksi,
meningkatkan engagement, hingga membaca traffic serta data media sosial untuk menentukan langkah pemasaran berikutnya.
Materi juga menekankan pentingnya memahami perilaku calon konsumen dan memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.
Bagi pelaku UMKM rumahan, kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar kegiatan pemasaran tidak sekadar
menghabiskan waktu, tetapi mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan usaha.
Pembelajaran yang disampaikan secara aplikatif membuat peserta mendapatkan gambaran bahwa pemasaran digital
dapat dimulai dari perangkat yang sudah mereka miliki sehari-hari, yaitu telepon genggam.
Dari Panggung Dangdut hingga Menjadi Pelaku UMKM
Salah satu momen menarik dalam kegiatan ini adalah kehadiran penyanyi dangdut Endang Triswati sebagai bintang tamu.
Tidak hanya dikenal melalui kiprahnya di dunia musik dangdut, Endang juga memiliki aktivitas sebagai pelaku UMKM dengan produk tas wanita.
Kehadirannya memberikan perspektif berbeda mengenai pemberdayaan perempuan. Bahwa seorang perempuan dapat memiliki lebih dari satu peran
dan kesempatan untuk mengembangkan potensi, termasuk membangun usaha di luar profesi utamanya.
Pengalaman Endang menjadi inspirasi bahwa popularitas, kreativitas, jaringan, dan kemampuan membangun hubungan
dengan masyarakat dapat menjadi modal untuk memperkenalkan produk serta mengembangkan bisnis.
Baca Juga:
- Gen Z dan Pertanian: Dari Sawah ke Peluang Bisnis UMKM
- Perempuan Penggerak UMKM Indonesia, Go-Woman.id Dorong Kemandirian Finansial Lewat Bisnis Rumahan
- 50 AI Prompt untuk UMKM yang Bisa Menghemat Puluhan Jam Kerja, Rahasia Pebisnis Modern yang Jarang Dibahas
Founder Cimeler Berbagi Pengalaman Membangun UMKM
Inspirasi lainnya datang dari Founder Cimeler yang turut berbagi pengalaman mengenai perjalanan membangun dan mengembangkan bisnis UMKM hingga berhasil.
Sesi berbagi pengalaman ini memberikan nilai tambah bagi peserta karena mereka tidak hanya mendapatkan teori pemasaran, tetapi juga dapat belajar dari perjalanan nyata seorang pengusaha.
Pengalaman membangun produk, mengenalkan merek kepada konsumen, menghadapi tantangan usaha, serta menjaga keberlangsungan bisnis
menjadi pembelajaran yang relevan bagi perempuan yang sedang merintis maupun mengembangkan usaha.
Kehadiran pelaku usaha yang telah melewati berbagai tahapan pertumbuhan bisnis diharapkan dapat membuka wawasan peserta bahwa kesuksesan UMKM
membutuhkan konsistensi, keberanian mencoba, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan pasar.
Kolaborasi untuk Mendukung Perempuan Bertumbuh
Pelaksanaan Ibu Bertumbuh 2nd Series juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra, antara lain Good Things, HABITARE HOTEL Rasuna, Satinese, Pool of Talent Sdn Bhd, DUST, Wardah, dan Biore.
Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang pembelajaran dan pemberdayaan perempuan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan,
tetapi juga membuka peluang untuk memperluas jejaring dan membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat.
Go-Woman.id melihat bahwa perempuan pelaku usaha membutuhkan lebih dari sekadar motivasi. Mereka membutuhkan pengetahuan yang dapat langsung diterapkan,
kesempatan untuk bertanya, bertemu dengan sesama pengusaha, serta akses terhadap jaringan dan peluang pengembangan bisnis.
Go-Woman Ingin UMKM Perempuan Tidak Berhenti di Pelatihan
Melalui program Ibu Bertumbuh, Go-Woman.id ingin membangun ruang belajar berkelanjutan bagi perempuan, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku UMKM, agar semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Go-Woman untuk mendorong perempuan agar lebih inovatif, mandiri, produktif, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan dunia bisnis digital.
Ke depannya, Go-Woman.id berharap kegiatan pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi dalam satu pertemuan.
Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam bisnis masing-masing sehingga memberikan perubahan nyata terhadap cara mereka memasarkan produk dan menjangkau konsumen.
Bagi perempuan yang selama ini merasa belum memahami teknologi, tidak percaya diri menggunakan media sosial, atau masih bingung bagaimana memasarkan produknya,
Go-Woman ingin menghadirkan pesan sederhana: tidak perlu menunggu mahir untuk memulai. Belajar, mencoba, dan bertumbuh dapat dilakukan bersama.
Karena bagi Go-Woman, UMKM perempuan bukan hanya tentang berjualan, tetapi juga tentang membangun kemandirian ekonomi, menciptakan peluang, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
