Daily-life.id – Persaingan mobil listrik dunia semakin menarik. BYD, salah satu produsen otomotif terbesar asal China, kembali mencatat pertumbuhan penjualan pada Oktober 2026. Ini menjadi bulan keenam berturut-turut perusahaan tersebut membukukan kenaikan penjualan tahunan.
Menariknya, pertumbuhan kali ini banyak ditopang oleh pasar luar negeri. Ketika permintaan di dalam China sedang menghadapi tekanan, konsumen dari berbagai negara justru menjadi salah satu sumber kekuatan bagi bisnis BYD.
Penjualan mobil penumpang BYD pada Oktober meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi ketika ekspor meningkat tajam, sementara pengiriman kendaraan di pasar domestik mengalami penurunan.
Situasi ini memperlihatkan bahwa persaingan industri kendaraan listrik tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa kuat sebuah merek menguasai pasar negaranya sendiri. Kemampuan menjangkau konsumen internasional juga semakin penting.
Ekspor Mobil Listrik BYD Melonjak, Pasar Global Jadi Penopang
Berdasarkan data yang diberitakan Reuters, BYD mencatat penjualan sebanyak 490.168 kendaraan pada Oktober 2026, atau naik sekitar 11 persen secara tahunan.
Dari jumlah tersebut, pengiriman kendaraan ke luar negeri mencapai 170.194 unit, meningkat sekitar 102,8 persen dibandingkan Oktober tahun lalu.
Angka ekspor tersebut menunjukkan betapa pentingnya pasar internasional bagi BYD saat ini. Perusahaan tidak hanya mengandalkan konsumen di China, tetapi juga terus memperluas jangkauan bisnisnya ke berbagai negara.
Bagi industri kendaraan listrik, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa persaingan global semakin terbuka. Merek-merek asal China kini berusaha memperkuat posisi mereka di pasar internasional, termasuk dengan menawarkan beragam pilihan kendaraan listrik dan teknologi yang semakin berkembang.
Namun, pertumbuhan ekspor juga bukan berarti perjalanan BYD tanpa tantangan. Persaingan harga di pasar China masih ketat, sementara permintaan domestik belum sepenuhnya pulih.
Bukan Cuma BYD, Produsen Mobil China Lain Ikut Bersaing
BYD bukan satu-satunya produsen otomotif China yang mencatat pertumbuhan dari pasar luar negeri.
Chery Automobile, salah satu eksportir kendaraan terbesar China, melaporkan kenaikan penjualan sebesar 5 persen pada Oktober. Ekspornya bahkan meningkat sekitar 60 persen.
Sementara itu, Geely Automobile Holdings juga mencatat penjualan luar negeri lebih dari dua kali lipat. Pertumbuhan tersebut membantu perusahaan membukukan kenaikan total pengiriman kendaraan sekitar 1 persen.
Beberapa produsen lain juga menunjukkan perkembangan menarik. Xiaomi dan Xpeng masing-masing mencatat penjualan bulanan lebih dari 50.000 kendaraan. Leapmotor bahkan berhasil mengirimkan lebih dari 100.000 unit untuk bulan keempat berturut-turut.
Meski begitu, tidak semua produsen menikmati hasil positif. Seres Group, pembuat kendaraan Aito, mengalami penurunan penjualan sekitar 50 persen, sedangkan pengiriman bulanan Li Auto turun 9 persen.
Gambaran ini menunjukkan bahwa industri otomotif China sedang berada dalam fase persaingan yang cukup menantang. Pertumbuhan pasar tidak terjadi secara merata pada setiap merek.
Baca Juga:
- iCaur V23, Mobil Listrik China yang Tak Cuma Andalkan Teknologi
- Review Toyota RAV4 Hybrid: Mobil Buat Kamu yang Selalu Jadi “Anak Paling Waras” di Keluarga
- Airbnb Kini Sewakan Mobil, Bukan Lagi Sekadar Platform Homestay? Ini Dampaknya bagi Wisatawan dan Host
Penjualan Naik, tetapi Tantangan BYD Belum Selesai
Kenaikan penjualan tentu menjadi kabar positif bagi BYD. Saham perusahaan tersebut juga ikut menguat dalam perdagangan di Hong Kong pada Senin, 2 November 2026, seiring meningkatnya optimisme terhadap permintaan kendaraan China dari pasar internasional.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Pertumbuhan ekspor belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran investor terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Sebelumnya, BYD melaporkan hasil pendapatan dan laba yang tidak mencapai perkiraan analis. Pertumbuhan laba pada kuartal ketiga juga melambat menjadi sekitar 28 persen secara tahunan.
Artinya, perusahaan masih harus menjaga keseimbangan antara meningkatkan penjualan, menghadapi persaingan harga, dan mempertahankan keuntungan bisnis.
Pasar Mobil Listrik Dunia Semakin Kompetitif
Perkembangan BYD menjadi gambaran bahwa masa depan industri mobil listrik akan semakin ditentukan oleh persaingan lintas negara. Produsen tidak cukup hanya memiliki teknologi menarik atau produk dengan harga kompetitif. Mereka juga harus mampu memahami kebutuhan konsumen di setiap pasar.
Bagi konsumen, persaingan ini bisa membawa lebih banyak pilihan kendaraan dan inovasi teknologi. Namun, bagi produsen, tantangannya justru semakin besar: bagaimana terus tumbuh tanpa mengorbankan keuntungan.
Satu hal yang terlihat jelas, pasar mobil listrik bukan lagi sekadar tren teknologi. Industri ini sudah menjadi arena bisnis global yang semakin serius. Dan BYD tampaknya masih punya ambisi besar untuk memperluas langkahnya ke berbagai negara.
