JAKARTA, Daily-Life.id – Airbnb kini sewakan mobil. Langkah yang mungkin terdengar sederhana ini sebenarnya
menandai perubahan besar dalam strategi bisnis perusahaan yang selama ini dikenal sebagai platform penyewaan rumah dan apartemen untuk wisatawan.
Melalui kerja sama dengan CarTrawler, Airbnb mulai menawarkan layanan penyewaan mobil di lima negara.
Bagi wisatawan, fitur ini membuat proses perjalanan menjadi lebih praktis karena akomodasi dan transportasi dapat dipesan melalui satu aplikasi.
Namun, bagi industri perjalanan, langkah ini memunculkan pertanyaan baru: apakah Airbnb kini telah berubah menjadi online travel agency (OTA) seperti Expedia atau Booking.com?
Berdasarkan pembahasan dalam podcast Good Morning Hospitality, transformasi ini dinilai sebagai salah satu perubahan paling signifikan dalam industri perjalanan digital saat ini.
Dari Homestay Menjadi Platform Perjalanan Lengkap
Sejak berdiri pada 2008, Airbnb dikenal sebagai platform yang menghubungkan pemilik rumah dengan wisatawan yang mencari pengalaman menginap berbeda dari hotel konvensional.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan terus memperluas layanannya.
Selain akomodasi, Airbnb kini juga menyediakan hotel, pengalaman wisata (Experiences), layanan tambahan (Services), antar-jemput bandara, hingga layanan rental mobil melalui CarTrawler.
Dengan penambahan tersebut, Airbnb kini sewakan mobil sebagai bagian dari strategi menghadirkan seluruh kebutuhan perjalanan dalam satu ekosistem digital.
Mengapa Airbnb Masuk Bisnis Rental Mobil?
Permintaan wisatawan modern terus berubah. Banyak pelancong ingin memesan seluruh kebutuhan perjalanan tanpa harus berpindah aplikasi.
Melalui integrasi layanan mobil sewaan, Airbnb berharap pengguna dapat memesan penginapan, menyewa kendaraan,
membeli pengalaman wisata, serta memesan layanan tambahan yang semuanya ada dalam satu platform.
semuanya dalam satu platform.
Strategi ini diyakini dapat meningkatkan kenyamanan pengguna sekaligus memperbesar pendapatan perusahaan dari setiap perjalanan yang dilakukan pelanggan.
Apakah Airbnb Kini Menjadi OTA?
Dalam diskusi podcast Good Morning Hospitality, para pembawa acara menilai bahwa langkah terbaru Airbnb membuat batas antara Airbnb dan OTA tradisional semakin tipis.
Jika sebelumnya Airbnb dikenal karena konsep komunitas dan pengalaman lokal, kini platform tersebut mulai menawarkan layanan yang selama ini identik dengan perusahaan perjalanan besar.
Meski demikian, identitas Airbnb sebagai penyedia pengalaman menginap unik masih menjadi salah satu nilai pembeda dibandingkan OTA konvensional.
Baca Juga:
- Burgenland Austria, Destinasi Slow Travel dengan Musik, Wine, dan Seni Menikmati Hidup
- Kartu Kredit Kini Jadi Senjata Baru Industri Travel, Startup Ini Ingin Mengubah Cara Generasi Muda Memesan Liburan
- Airbnb Bikin Gebrakan: Kini Tamu Bisa Batalkan Booking dengan Alasan Apa Pun, Awal Era Baru Fintech di Industri Travel?
Dampaknya bagi Host Airbnb
Transformasi ini juga memunculkan pertanyaan dari para pemilik properti (host).
Banyak host membangun bisnis mereka karena percaya Airbnb menawarkan konsep berbeda dibanding platform perjalanan tradisional.
Kini, ketika perusahaan terus menambah layanan baru, sebagian host mempertanyakan apakah fokus Airbnb terhadap komunitas penyedia akomodasi akan tetap menjadi prioritas.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada indikasi bahwa layanan baru tersebut mengurangi dukungan terhadap para host.
Pelajaran dari Piala Dunia
Selain membahas layanan rental mobil, podcast tersebut juga mengulas dampak Piala Dunia terhadap industri short-term rental (STR).
Menurut pembahasan tersebut, tarif penginapan memang meningkat di banyak kota penyelenggara, tetapi tingkat okupansi tidak selalu naik, serta beberapa host justru kehilangan tamu karena menaikkan harga terlalu tinggi sejak awal.
Fenomena ini menjadi pelajaran bahwa strategi harga yang terlalu agresif dapat mengurangi daya saing, bahkan saat permintaan wisata sedang tinggi.
Pengalaman Autentik Masih Menjadi Kunci
Podcast juga mengangkat fenomena yang disebut “Freddy Effect”, yaitu bagaimana pengalaman sederhana seorang wisatawan asal Jerman
yang jatuh cinta pada jaringan restoran Waffle House dan pusat perbelanjaan Buc-ee’s justru menciptakan promosi dari mulut ke mulut (word of mouth) yang sangat kuat.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa pengalaman autentik sering kali lebih berpengaruh dibanding kampanye pemasaran mahal.
Bagi pelaku industri pariwisata, cerita yang dibagikan wisatawan di media sosial maupun kepada teman dan keluarga masih menjadi salah satu faktor terpenting dalam menarik pengunjung baru.
Apa Dampaknya bagi Industri Pariwisata?
Keputusan Airbnb kini sewakan mobil memperlihatkan bahwa persaingan industri perjalanan tidak lagi hanya soal menyediakan tempat menginap.
Perusahaan kini berlomba menghadirkan ekosistem perjalanan lengkap, mulai dari transportasi, akomodasi, aktivitas wisata, hingga layanan tambahan.
Model bisnis seperti ini diperkirakan akan semakin umum seiring meningkatnya permintaan wisatawan terhadap layanan yang praktis, terintegrasi, dan berbasis aplikasi.
Bagi perusahaan travel lain, langkah Airbnb juga menjadi sinyal bahwa inovasi digital akan menjadi faktor utama dalam memenangkan persaingan industri pariwisata global.
Keputusan Airbnb kini sewakan mobil menandai babak baru transformasi perusahaan dari platform penyewaan akomodasi menjadi penyedia layanan perjalanan yang semakin lengkap.
Berdasarkan pembahasan dalam podcast Good Morning Hospitality oleh Skift, strategi ini tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga
berpotensi mengubah peta persaingan industri perjalanan digital. Di saat yang sama, tantangan bagi Airbnb adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan identitasnya sebagai platform yang berawal dari komunitas host.
Referensi:
- Airbnb (2026) About Airbnb. Available at: https://www.airbnb.com/about
- CarTrawler (2026) Travel Technology and Mobility Solutions. Available at: https://www.cartrawler.com/
- World Travel & Tourism Council (2024) Economic Impact Research. Available at: https://wttc.org/research/economic-impact
