Daily-life.id – Kalau selama ini gaya preppy identik dengan polo shirt, blazer, celana rapi, motif kotak-kotak dan nuansa anak kampus Amerika, Tommy Hilfiger punya cara sendiri untuk membuatnya terasa lebih kekinian.
Lewat koleksi Tommy Hilfiger Spring 2027 di New York Fashion Week (NYFW), desainer asal Amerika Serikat ini membawa kembali DNA klasik brand-nya, tetapi dengan permainan warna, siluet oversized dan styling yang terasa lebih santai.
Bukan preppy yang kaku.
Lebih seperti “anak muda Amerika klasik yang keluar rumah dengan gaya lebih berani.”
Koleksi tersebut diperkenalkan pada 10 September 2026 di The Plaza Hotel, New York. Lokasi ini bukan sekadar tempat mewah untuk menggelar fashion show. Plaza punya cerita personal bagi Tommy Hilfiger karena ia dan istrinya pernah tinggal di sana selama lebih dari satu dekade.
Tommy Hilfiger Spring 2027: Klasik Amerika Dibuat Lebih Muda
Tommy Hilfiger menyebut pendekatan koleksi ini sebagai “Prep Made Current”, yaitu cara membawa gaya preppy klasik ke kehidupan generasi sekarang.
Konsep tersebut terasa dari berbagai look yang tampil di runway.
Polo shirt hadir dalam ukuran lebih besar. Celana dibuat lebih longgar. Ada blazer, kemeja Oxford, jaket varsity, elemen nautical, motif tartan dan bucket hat.
Namun semuanya tidak dibuat terlalu serius.
Warna khas Tommy seperti merah dan navy tetap menjadi bagian penting, tetapi runway juga dipenuhi warna yang lebih berani, termasuk kuning dan beberapa warna cerah lainnya.
Jadi kalau selama ini preppy dianggap sebagai gaya yang “rapi banget”, Tommy seolah mengatakan: boleh rapi, tapi jangan sampai membosankan.
Gigi Hadid Membuka Runway
Salah satu momen yang langsung mencuri perhatian adalah kehadiran Gigi Hadid sebagai model pembuka.
Gigi tampil dengan celana merah berpotongan lebar, blazer beige dan bucket hat berwarna navy.
Look tersebut cukup menggambarkan arah koleksi secara keseluruhan: klasik, sporty, American, tetapi tetap modern.
Sebelumnya, Tommy Hilfiger juga menyebut Gigi sebagai sosok yang sangat cocok dengan karakter Tommy Girl karena dianggap sporty, fun dan memiliki gaya yang terasa American.
Buat dunia fashion, pemilihan model pembuka bukan sekadar urusan siapa yang paling terkenal.
Model pembuka ikut membantu menyampaikan “mood” sebuah koleksi.
Dan Gigi Hadid tampaknya memang cocok dengan pesan yang ingin dibawa Tommy kali ini.
Polo Oversized dan Celana Lebar Jadi Sorotan
Kalau harus memilih beberapa item yang kemungkinan paling gampang diterjemahkan ke gaya sehari-hari, polo oversized dan celana berpotongan lebar menjadi salah satu yang menarik.
Polo shirt tidak lagi harus dipakai dengan gaya yang terlalu formal.
Bisa dipadukan dengan celana longgar, sneakers atau aksesori yang lebih playful.
Begitu juga blazer.
Alih-alih selalu dipasangkan dengan celana bahan yang super formal, blazer bisa dibuat lebih santai dengan celana pendek, jeans atau item sporty.
Pendekatan seperti ini sebenarnya cukup relevan dengan gaya hidup sekarang.
Orang ingin terlihat rapi untuk bekerja, tetapi tetap nyaman ketika harus lanjut makan malam, nongkrong atau menghadiri acara setelahnya.
Bucket Hat, Motif Kotak dan Gaya Kampus Amerika
Salah satu kekuatan koleksi ini adalah kemampuannya memainkan nostalgia.
Ada elemen yang mengingatkan pada gaya kampus Amerika: polo, rugby stripes, Oxford shirt, varsity jacket, blazer dan motif kotak.
Tetapi Tommy tidak membawanya kembali dalam bentuk mentah.
Elemen-elemen tersebut diperbesar, dicampur dan diberikan warna yang lebih berani.
Beberapa laporan runway juga menyoroti polo dengan kerah yang lebih tinggi, dress berbahan silk, blazer khaki, nautical jacket dan elemen rugby sebagai bagian dari koleksi.
Hasilnya terasa seperti old-school America bertemu street style generasi baru.
Baca juga:
- Musinsa Bukan Sekadar Toko Fashion Online! Rahasia Marketplace Korea Selatan Ini Bisa Menyalip Zara dan Uniqlo di Asia?
- Sepatu Walking Wanita: Nyaman Dipakai Seharian, Tetap Stylish dan Nggak Harus Mahal
- Sneaker Mules, Tren Sepatu 2026 yang Bikin Sneakers Jadi Makin Praktis
Kenapa Koleksi Tommy Hilfiger Ini Menarik?
Ada satu hal yang menarik dari strategi Tommy Hilfiger.
Brand ini tidak berusaha meninggalkan identitas lamanya untuk terlihat modern.
Justru sebaliknya.
DNA lama dipertahankan, kemudian cara memakainya yang diubah.
Ini bisa menjadi pelajaran menarik dalam dunia fashion.
Tren boleh berubah setiap musim. Warna boleh berganti. Siluet juga bisa berubah.
Tetapi brand yang kuat biasanya tetap punya identitas yang bisa dikenali.
Tommy Hilfiger sudah dikenal dengan kombinasi American sportswear, preppy style dan warna khasnya. Untuk Spring 2027, identitas tersebut dibuat lebih playful dan lebih dekat dengan generasi muda.
Bukan Cuma Fashion Show, Tapi Sebuah Experience
Yang membuat pertunjukan Tommy Hilfiger kali ini semakin menarik adalah konsep lokasinya.
The Plaza Hotel bukan sekadar venue.
Tempat tersebut menjadi bagian dari cerita koleksi.
Tommy pernah tinggal di sana, dan sekarang kembali menjadikan lokasi ikonik New York itu sebagai panggung untuk generasi baru.
Bahkan pertunjukan tersebut dikemas sebagai sebuah pengalaman dengan kehadiran selebritas, influencer, model dan musik, bukan hanya parade pakaian di runway.
Hadir juga sejumlah nama terkenal seperti Kate Moss dan Camila Cabello, sementara pertunjukan menampilkan Gigi Hadid sebagai pembuka dan penyanyi Slayyyter sebagai bagian dari hiburan.
Artinya, fashion show sekarang memang semakin jauh dari sekadar “lihat baju lalu pulang”.
Fashion adalah entertainment, storytelling dan pengalaman.
Kalau Dibawa ke Gaya Sehari-hari, Mana yang Bisa Dicoba?
Tidak perlu langsung memakai satu look lengkap seperti di runway.
Justru beberapa elemen Tommy Hilfiger Spring 2027 bisa diterapkan secara sederhana.
Polo oversized bisa dipadukan dengan jeans.
Blazer beige bisa dipakai bersama sneakers.
Bucket hat bisa menjadi aksesori untuk tampilan weekend.
Celana wide-leg bisa dipadukan dengan atasan yang lebih simpel.
Sementara warna merah atau navy bisa digunakan sebagai statement color tanpa harus membuat outfit terlihat terlalu ramai.
Jadi, kita tidak harus “berpakaian seperti model runway”.
Ambil satu atau dua elemen, lalu sesuaikan dengan gaya pribadi.
Tommy Hilfiger Membuktikan Gaya Lama Belum Tentu Ketinggalan Zaman
Tommy Hilfiger Spring 2027 pada akhirnya bukan cuma tentang pakaian baru.
Koleksi ini menunjukkan bagaimana sebuah gaya klasik bisa terus hidup ketika cara memakainya ikut berkembang.
Preppy tidak harus berarti kaku.
Americana tidak harus terlihat kuno.
Dan pakaian klasik tidak harus kehilangan kesan modern.
Mungkin itu justru pesan paling menarik dari runway Tommy Hilfiger kali ini, dimana fashion tidak selalu harus menciptakan sesuatu yang benar-benar baru.
Kadang, yang dibutuhkan adalah melihat kembali sesuatu yang sudah dikenal, lalu membuatnya terasa relevan untuk hari ini.
Dan dari runway New York kali ini, gaya preppy tampaknya belum selesai bercerita.
