Daily-Life.id, Jakarta – Kalau selama ini mobil listrik China identik dengan teknologi, fitur melimpah, dan harga kompetitif, sekarang ceritanya mulai berubah.
Produsen otomotif China tampaknya tidak lagi hanya berlomba membuat mobil yang pintar, tetapi juga ingin membuat mobil yang punya karakter.
Salah satu contohnya adalah iCaur V23, SUV listrik bergaya retro yang menarik perhatian lewat desain kotaknya. Mobil ini hadir dengan tampilan yang mengingatkan pada SUV legendaris seperti Toyota Land Cruiser dan Mercedes-Benz G-Class. Namun di balik wajah klasik tersebut, V23 menggunakan teknologi kendaraan listrik modern.
Retro di Luar, Listrik di Dalam
Dari tampilan, iCaur V23 memang sengaja dibuat berbeda.
Bentuknya kotak, memiliki lampu depan bulat, ground clearance tinggi, serta berbagai detail yang memberikan kesan kendaraan petualang. Interiornya juga mempertahankan tema tersebut melalui tombol-tombol fisik berukuran besar dan tekstur yang terasa lebih rugged.
Namun jangan terkecoh dengan tampilannya.
iCaur V23 adalah mobil listrik, bukan SUV off-road konvensional.
Versi yang diuji adalah menggunakan motor listrik penggerak roda belakang dengan tenaga 136 hp dan torsi 180 Nm. Baterainya berkapasitas 59,9 kWh dengan jarak tempuh resmi 312 km. Pengisian AC membutuhkan sekitar 10 jam, sedangkan pengisian DC 10–80 persen membutuhkan sekitar 56 menit.
Tampilan Gagah, Tapi Bukan Berarti Siap Diajak Ekspedisi
Ini bagian menarik dari iCaur V23.
Desainnya seolah mengajak pemiliknya pergi menjelajah hutan, jalan berbatu, atau medan ekstrem. Tetapi karakter berkendaranya justru lebih cocok untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan.
V23 terasa paling cocok digunakan di kota. Saat melaju di jalan tol, suara angin dan ban lebih terasa, sementara karakter suspensinya dapat terasa cukup memantul.
V23 juga menggunakan unibody chassis, seperti mobil penumpang pada umumnya. Konfigurasi tersebut membantu membuatnya lebih mudah dikendalikan di jalan beraspal, tetapi sekaligus membuatnya tidak bisa begitu saja disamakan dengan SUV off-road sejati.
Jadi, tampilan petualangnya boleh maksimal. Kemampuan off-road ekstremnya tetap perlu dipertimbangkan secara realistis.
Baca juga:
- Review Toyota RAV4 Hybrid: Mobil Buat Kamu yang Selalu Jadi “Anak Paling Waras” di Keluarga
- Mobil Listrik Ferrari Rp10 Miliar Laku Keras, Target 2026 Langsung Habis
- 78% Pemilik Mobil Listrik di Jakarta Sudah Punya Mobil Lain, Haruskah Insentif Pajak Dievaluasi?
Ketika Desain Menjadi Senjata Baru Mobil China
Yang menarik dari V23 bukan hanya spesifikasinya.
Mobil ini menunjukkan bagaimana produsen China mulai memahami bahwa konsumen tidak selalu membeli mobil hanya berdasarkan tenaga, jarak tempuh, atau jumlah fitur.
Desain dan karakter juga menjadi bagian dari keputusan membeli.
V23 bahkan menawarkan berbagai kemungkinan personalisasi. Konsep tersebut menunjukkan bahwa iCaur ingin menjadikan mobil bukan sekadar alat transportasi, tetapi bagian dari gaya hidup pemiliknya.
Strategi tersebut terasa semakin jelas setelah iCaur resmi meluncurkan V23 di Singapura pada September 2026. Model tersebut ditawarkan dengan harga S$184.999 termasuk COE untuk versi yang diuji di Singapura.
Apa Artinya untuk Pasar Otomotif Indonesia?
Kemunculan iCaur V23 memberi gambaran menarik mengenai arah perkembangan mobil listrik China.
Persaingan tidak lagi hanya tentang siapa yang punya baterai lebih besar atau layar hiburan lebih banyak.
Produsen juga mulai bermain di wilayah yang lebih emosional, desain, identitas, nostalgia, dan gaya hidup.
Bagi konsumen Indonesia, tren ini menarik untuk diperhatikan. Pasar otomotif dalam negeri semakin terbuka terhadap merek China, termasuk kendaraan listrik dengan desain yang berbeda dari mobil konvensional.
V23 mungkin bukan mobil untuk semua orang. Tetapi justru di situlah daya tariknya.
Ia tidak berusaha tampil seperti SUV biasa.
Ia ingin terlihat berbeda, menyenangkan, dan punya karakter.
Dan ketika produsen China mulai memenangkan perhatian konsumen bukan hanya melalui teknologi, tetapi juga melalui gaya dan karakter, persaingan industri otomotif global bisa menjadi semakin menarik.
