Ferrari Luce EV 2026 Laris Manis: Sempat Dicibir, Kini Target Penjualan Tahun Ini Langsung Habis
JAKARTA, Daily-Life.id – Tidak semua produk yang menuai kritik akan gagal di pasar. Ferrari baru saja membuktikan hal tersebut melalui Luce, mobil listrik pertamanya yang justru mencatat pencapaian mengejutkan.
Meski desainnya sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar Ferrari dan membuat harga saham perusahaan terkoreksi setelah peluncuran, Ferrari dikabarkan telah mencapai target penjualan Luce untuk tahun 2026 hanya dalam waktu kurang dari dua bulan sejak diperkenalkan pada akhir Mei.
Target Penjualan Tercapai Lebih Cepat dari Perkiraan
Menurut laporan, strategi internal Ferrari – produsen supercar asal Italia itu menargetkan penjualan sedikit di bawah 500 unit Ferrari Luce sepanjang 2026.
Target tersebut disebut telah terpenuhi jauh sebelum tahun berakhir, didorong oleh permintaan yang kuat terutama dari pasar China serta minat tinggi dari kalangan pengusaha teknologi di Amerika Serikat.
Desain Kontroversial, Penjualan Justru Melesat
Saat pertama kali diperkenalkan, Ferrari Luce menuai kritik karena tampil berbeda dari karakter desain Ferrari yang selama puluhan tahun identik dengan mobil sport bermesin bensin.
Sebagian penggemar bahkan menilai tampilannya terlalu futuristis dan tidak mencerminkan identitas Ferrari. Reaksi tersebut sempat membuat saham Ferrari turun lebih dari 8% sesaat setelah peluncuran.
Namun, respons pasar ternyata berbeda dengan opini di media sosial.
Permintaan tetap tinggi dari konsumen premium yang melihat Luce sebagai simbol era baru Ferrari.
Ferrari Tidak Mengejar Volume
Berbeda dengan produsen mobil listrik massal, Ferrari tetap mempertahankan strategi eksklusivitas.
Harga Ferrari Luce dipatok mulai sekitar €550.000, menjadikannya salah satu mobil listrik premium paling mahal di dunia. Dengan volume produksi yang terbatas, Ferrari lebih menitikberatkan pada margin keuntungan dan eksklusivitas dibanding jumlah unit yang terjual.
Baca juga:
- 78% Pemilik Mobil Listrik di Jakarta Sudah Punya Mobil Lain, Haruskah Insentif Pajak Dievaluasi?
- Lahir Sebelum Mobil Modern Populer, 5 Perusahaan Minyak Tertua Ini Kini Raup Ribuan Triliun Rupiah per Tahun
- Mobil Listrik Murah Masih Bertahan, Ini Deretan Mobil Baru yang Layak Ditunggu di Indonesia
China Menjadi Mesin Pertumbuhan Baru
Salah satu faktor utama di balik keberhasilan awal Ferrari Luce adalah meningkatnya permintaan dari konsumen kaya di China.
Pasar tersebut kini menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat untuk kendaraan listrik premium, sehingga memberi peluang besar bagi Ferrari untuk memperluas basis pelanggannya tanpa mengorbankan citra eksklusif merek.
Babak Baru Ferrari di Era Elektrifikasi
Peluncuran Luce menandai transformasi besar Ferrari menuju era elektrifikasi.
Meski tetap mempertahankan model bermesin bensin dan hybrid, Ferrari menunjukkan bahwa kendaraan listrik kini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan.
Target perusahaan adalah menjual sekitar 2.500 unit Luce hingga 2030, atau rata-rata sekitar 600 unit per tahun, tanpa mengubah karakter Ferrari sebagai merek mobil mewah berproduksi terbatas.
Pelajaran dari Ferrari: Pasar Lebih Penting daripada Kebisingan Media Sosial
Kesuksesan awal Ferrari Luce menunjukkan bahwa komentar negatif di internet tidak selalu mencerminkan perilaku konsumen sesungguhnya.
Di segmen mobil ultra-mewah, keputusan pembelian lebih banyak dipengaruhi oleh eksklusivitas, inovasi, dan nilai merek daripada opini yang beredar di media sosial.
Bagi Ferrari, Luce bukan sekadar mobil listrik pertama, melainkan langkah strategis untuk menjaga relevansi di tengah perubahan industri otomotif global.
Referensi:
- International Energy Agency (2025) Global EV Outlook 2025. Paris: IEA. Available at: https://www.iea.org/reports/global-ev-outlook-2025
- McKinsey & Company (2025) The Future of Luxury Automotive. New York: McKinsey & Company. Available at: https://www.mckinsey.com/industries/automotive-and-assembly/our-insights
- Kapferer, J.-N. and Bastien, V. (2012) The Luxury Strategy: Break the Rules of Marketing to Build Luxury Brands. 2nd edn. London: Kogan Page.
