JAKARTA, Daily-Life.id – Perusahaan minyak tertua di dunia yang masih aktif dan menghasilkan triliunan rupiah membuktikan bahwa bisnis energi mampu bertahan melewati berbagai perubahan zaman.
Beberapa perusahaan ini lahir ketika kendaraan bermotor masih menjadi teknologi baru, pesawat belum digunakan secara luas, dan minyak bumi baru mulai mengubah cara manusia menjalankan industri.
Namun lebih dari satu abad kemudian, perusahaan-perusahaan tersebut masih berdiri kokoh dan menjadi pemain utama dalam ekonomi global.
Menariknya, mereka tidak hanya bertahan karena memiliki cadangan minyak besar, tetapi juga karena mampu beradaptasi melalui teknologi, ekspansi internasional, serta transformasi menuju bisnis energi masa depan.
Berikut lima perusahaan minyak tertua yang masih aktif dan menghasilkan pendapatan terbesar dunia.
Chevron – Berawal dari Pacific Coast Oil Company (1879)
Pendapatan tahunan: sekitar US$200 miliar lebih
(setara lebih dari Rp3.000 triliun)
Chevron merupakan salah satu perusahaan energi terbesar dunia yang memiliki akar sejarah dari Pacific Coast Oil Company, yang didirikan pada 1879 di California, Amerika Serikat.
Awalnya perusahaan ini bergerak dalam eksplorasi dan pengolahan minyak di wilayah California.
Seiring waktu, perusahaan berkembang melalui berbagai merger hingga akhirnya dikenal sebagai Chevron Corporation.
Saat ini Chevron memiliki operasi di berbagai negara dengan bisnis yang mencakup: eksplorasi minyak dan gas, produksi energi, pengolahan bahan bakar, petrokimia, dan teknologi energi rendah karbon.
Lebih dari 140 tahun setelah berdiri, Chevron tetap menjadi salah satu perusahaan minyak paling berpengaruh di dunia.
Shell – Berdiri Sejak Era Lampu Minyak (1907)
Pendapatan tahunan: sekitar US$300 miliar
(setara lebih dari Rp4.500 triliun)
Shell merupakan salah satu merek energi paling dikenal di dunia.
Perusahaan ini terbentuk pada 1907 melalui penggabungan Royal Dutch Petroleum Company dari Belanda dan Shell Transport and Trading Company dari Inggris.
Pada awal berdirinya, Shell berkembang karena meningkatnya kebutuhan minyak tanah untuk penerangan.
Namun ketika dunia memasuki era kendaraan bermotor, Shell memperluas bisnisnya ke bahan bakar kendaraan dan energi global.
Saat ini Shell memiliki operasi di berbagai sektor: minyak bumi, gas alam cair (LNG), bahan bakar kendaraan, energi terbarukan, serta teknologi rendah karbon.
Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu alasan Shell mampu bertahan lebih dari satu abad.
BP – Dari Anglo-Persian Oil Company Menjadi Raksasa Energi Global (1909)
Pendapatan tahunan: sekitar US$180–190 miliar
(setara hampir Rp3.000 triliun)
BP memiliki sejarah panjang yang bermula dari Anglo-Persian Oil Company pada 1909.
Perusahaan ini memainkan peran penting dalam perkembangan industri minyak Timur Tengah, terutama setelah ditemukannya cadangan minyak besar di Iran.
Dalam perjalanannya, BP berkembang menjadi perusahaan energi internasional dengan operasi di berbagai negara.
Saat ini BP tidak hanya bergerak dalam minyak bumi, tetapi juga mengembangkan energi terbarukan, kendaraan listrik, bioenergi, serta hidrogen.
Transformasi ini menjadi strategi BP menghadapi perubahan industri energi global.
TotalEnergies – Dibangun untuk Kemandirian Energi Prancis (1924)
Pendapatan tahunan: sekitar US$200 miliar lebih
(setara lebih dari Rp3.000 triliun)
TotalEnergies memiliki sejarah sejak berdirinya Compagnie Française des Pétroles (CFP) pada 1924.
Perusahaan ini awalnya dibangun Prancis untuk memperkuat posisi dalam industri energi global.
Dalam hampir satu abad perjalanan, perusahaan ini berkembang menjadi salah satu pemain energi terbesar dunia.
Saat ini TotalEnergies mengelola bisnis minyak, gas alam, energi surya, listrik, baterai, dan energi rendah karbon.
Perubahan nama menjadi TotalEnergies menunjukkan ambisi perusahaan untuk tidak hanya dikenal sebagai perusahaan minyak, tetapi sebagai perusahaan energi masa depan.
YPF – Perusahaan Minyak Nasional Argentina yang Bertahan Lebih dari 100 Tahun (1922)
Pendapatan tahunan: sekitar US$15–20 miliar
(setara sekitar Rp300 triliun)
Berbeda dengan empat perusahaan sebelumnya yang merupakan korporasi global, YPF memiliki sejarah sebagai perusahaan energi nasional Argentina.
Didirikan pada 1922, YPF menjadi salah satu perusahaan minyak nasional pertama di dunia.
Perusahaan ini memiliki peran penting dalam mengembangkan industri energi Argentina, termasuk eksplorasi minyak dan gas.
Saat ini YPF tetap menjadi pemain utama dalam sektor energi Argentina, terutama dengan pengembangan cadangan gas dan minyak non-konvensional.

Baca juga:
- BBM Baru B50 Resmi Meluncur Juli 2026! Harga Belum Pasti, Tapi Risiko Minyak Goreng Naik Mulai Disorot
- Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai 1 Juli 2026, Pertamina, Shell, dan BP Kompak Pangkas Tarif
- Harga Avtur Melonjak, Tapi Cathay Pacific Tetap Percaya Diri Hadapi Liburan Musim Panas, Ini Rahasianya
Total Pendapatan 5 Perusahaan Minyak Tertua Ini
Jika digabungkan, perkiraan pendapatan kelima perusahaan tersebut mencapai ± US$900 miliar per tahun
atau sekitar: Rp14.000–15.000 triliun per tahun
(estimasi berdasarkan kurs sekitar Rp15.500–16.000 per US$)
Angka tersebut menunjukkan betapa besarnya pengaruh industri energi terhadap ekonomi dunia.
Mengapa Perusahaan Minyak Tua Bisa Bertahan Lebih dari 100 Tahun?
Selalu Mengikuti Perubahan Teknologi
Perusahaan-perusahaan ini tidak berhenti pada metode lama.
Mereka berinvestasi dalam teknologi eksplorasi, kecerdasan buatan, digitalisasi operasi, dan energi alternatif.
Memiliki Infrastruktur Global
Keunggulan terbesar perusahaan energi besar bukan hanya cadangan minyak.
Mereka memiliki jaringan distribusi dunia, kilang minyak, kapal energi, tenaga ahli, hingga kemampuan investasi yang besar.
Berubah Menjadi Perusahaan Energi
Dunia mulai bergerak menuju energi yang lebih bersih.
Karena itu, perusahaan minyak terbesar mulai mengubah strategi.
Mereka tidak lagi hanya menjual minyak, tetapi membangun bisnis energi yang lebih luas.
Perusahaan minyak tertua di dunia yang masih aktif dan menghasilkan triliunan rupiah menunjukkan bahwa umur panjang sebuah bisnis bukan hanya tentang sejarah, tetapi kemampuan beradaptasi.
Shell, Chevron, BP, TotalEnergies, dan YPF telah melewati berbagai era: dari kendaraan pertama, perang dunia, krisis minyak, hingga revolusi energi modern.
Kini, mereka bukan hanya perusahaan minyak.
Mereka adalah perusahaan energi global yang mengendalikan salah satu industri paling penting dalam kehidupan manusia.
FAQ
Apa perusahaan minyak tertua yang masih aktif?
Chevron memiliki akar sejarah dari Pacific Coast Oil Company yang berdiri pada 1879 dan masih menjadi perusahaan energi global hingga sekarang.
Berapa pendapatan perusahaan minyak terbesar dunia?
Shell, Chevron, BP, dan TotalEnergies masing-masing menghasilkan pendapatan ratusan miliar dolar setiap tahun.
Apakah perusahaan minyak masih menguntungkan di masa depan?
Ya, tetapi perusahaan energi besar mulai melakukan diversifikasi ke energi terbarukan dan teknologi rendah karbon.
Mengapa perusahaan minyak bisa bertahan lebih dari 100 tahun?
Karena mereka mampu beradaptasi dengan teknologi, perubahan pasar, dan kebutuhan energi dunia.
Referensi:
- Chevron Corporation (2025) Chevron History and Company Overview. Available at: https://www.chevron.com
- Shell plc (2025) Our History. Available at: https://www.shell.com
- BP plc (2025) Our History and Energy Transition. Available at: https://www.bp.com
- TotalEnergies (2025) Our History. Available at: https://totalenergies.com
- YPF (2025) Company History. Available at: https://www.ypf.com
