Daily-life.id — Konsep Longevity Everyday Novotel ini menarik dibahas karena mendobrak asumsi lama soal wisata kesehatan (wellness travel) yang selama ini identik dengan hotel bintang lima super mahal atau retreat eksklusif yang cuma bisa dinikmati kalangan berduit.
Novotel, salah satu brand hotel andalan Accor kelas menengah, justru membawa konsep “umur panjang dan hidup berkualitas” ini ke pengalaman menginap sehari-hari, mulai dari kasur, menu makanan, sampai cara rapat kerja disusun.
Bukan Sekadar Kampanye Marketing, Tapi Model Operasional Baru
Jean-Yves Minet, Global Brand President Midscale and Economy Accor, menegaskan program ini bukan sekadar gimmick pemasaran musiman. “Longevity Everyday adalah model operasional baru untuk Novotel. Ini membentuk cara brand beroperasi dan pengalaman yang kami berikan ke tamu,” ujarnya. Strategi ini akan diterapkan di sekitar 630 hotel Novotel di seluruh dunia, menyentuh langsung kamar, restoran, fasilitas kebugaran, ruang meeting, hingga pengalaman keluarga.
Latar belakang inisiatif ini didorong data yang cukup signifikan yang mencatat bahwa wisatawan Amerika Serikat menghabiskan USD 258 miliar untuk perjalanan berfokus kesehatan dalam setahun terakhir.
Tapi masalahnya, sebagian besar pengalaman wellness paling menonjol di dunia travel masih terkonsentrasi di segmen mewah, retreat khusus atau intervensi kesehatan mahal yang jauh dari rutinitas normal wisatawan kebanyakan.
“Menambah Kehidupan ke Tahun-tahun, Bukan Menambah Tahun ke Kehidupan”
Minet merangkum inti konsep ini dengan kalimat yang cukup puitis: “It’s about adding life to years, not years to life”, yaitu soal menambah kualitas hidup ke tahun-tahun yang kita jalani, bukan sekadar memperpanjang usia semata.
Menurutnya, hidup panjang dan berkualitas seharusnya bisa diakses siapa saja, bukan cuma kalangan mampu.
Karena pada akhirnya, ini soal keputusan-keputusan kecil yang kita ambil setiap hari, yang kalau diakumulasikan sepanjang tahun, bakal membuat perbedaan besar di akhir hidup kita.
Riset Accor menemukan 1 dari 3 wisatawan sudah mengambil langkah harian untuk memperbaiki kesehatan mental atau fisik mereka.
Sementara itu, 68 persen pekerja dewasa secara global mengaku ingin punya work-life balance yang lebih baik, dan data yang jadi dasar kenapa Novotel menyasar khusus profesional yang harus menyeimbangkan ambisi karier, tanggung jawab keluarga, dan kesehatan pribadi sekaligus.
Empat Pilar Utama: Sleep, Eat, Move, Meet
Novotel merancang kerangka Longevity Everyday ini di sekitar empat pilar yang langsung terhubung ke fungsi dasar sebuah hotel:
Sleep (Tidur) — Novotel akan meluncurkan standar seprai dan kasur premium ramah lingkungan baru di seluruh jaringan globalnya hingga 2030, didukung panduan tidur praktis dan konten dari para ahli untuk membantu tamu tidur lebih baik, baik selama menginap maupun setelah pulang ke rumah.
Eat (Makan) — Novotel menargetkan minimal 25 persen menu berbasis nabati (plant-forward) di seluruh hotel pada akhir 2026, didukung pelatihan tim kuliner dari Culinary Institute of America, serta kolaborasi dengan World Wildlife Fund untuk prinsip seafood berkelanjutan.
Move (Gerak) — Novotel mengoptimalkan fasilitas kolam renang dan gym yang sudah ada di sekitar 70 persen jaringan hotelnya, diperkuat kemitraan dengan klub sepak bola Paris Saint-Germain dan juara selancar Olimpiade Kauli Vaast, yang membawa perspektif atlet soal konsistensi gerak harian. “Ini soal jadi 1 persen lebih baik dari hari sebelumnya,” kata Minet, entah lewat stretching sedikit lebih lama, nambah beberapa menit gerak, atau meluangkan waktu bermeditasi.
Meet (Bersosialisasi) — Untuk keperluan meeting dan acara korporat, Novotel menyisipkan jeda gerak (movement breaks), pilihan makanan dan minuman yang mendukung energi tetap stabil, serta lingkungan yang mendorong koneksi antar peserta yang lebih produktif.
Baca Juga:
- Accor dan Treebo Batalkan Kesepakatan Besar di India, Ambisi 300 Hotel Tahun 2030 Kini Hadapi Tantangan Baru
- Liburan Keluarga Tak Perlu Keluar Kota, Avery Hotel & Waterpark Siap Buka di Jantung Surabaya
- Tips Packing Koper Kabin Bebas Biaya Bagasi Tambahan: 7 Trik Cerdas agar Liburan Lebih Hemat Tanpa Koper Besar
Dari “Manajemen Waktu” ke “Manajemen Energi”
Ini bagian paling menarik buat pembaca yang sering melakukan perjalanan bisnis. Selama bertahun-tahun, saran produktivitas selalu berputar di sekitar manajemen waktu.
Novotel justru membingkai ulang percakapan ini ke arah manajemen energi, yang memposisikan profesional modern sebagai “atlet korporat” yang harus mengelola istirahat,
nutrisi, gerak, dan koneksi manusia demi performa yang berkelanjutan, bukan cuma jadwal yang padat.
“Buat para profesional, tantangan sebenarnya adalah mengelola energi,” kata Minet. “Itu artinya tidur dengan baik, makan dengan cara yang mendukung performa berkelanjutan, tetap aktif bergerak, dan menarik energi dari orang-orang di sekitarmu.”
Komunitas “Novotel 37 Collective”
Karena hotel cuma bisa memengaruhi tamu selama semalam atau seminggu, sementara kebiasaan yang bertahan lama butuh hubungan yang lebih panjang,
Novotel membentuk Novotel 37 Collective, dimana komunitas atlet, kreator kuliner, ahli tidur, dan pakar lain yang menerjemahkan empat pilar tadi jadi konten dan pengalaman praktis di properti hotel.
Nama “37” sendiri diambil dari filosofi bahwa perbaikan 1 persen setiap hari selama setahun penuh akan menghasilkan kemajuan sekitar 37 kali lipat dari titik awal.
Hal ini merupakan prinsip sederhana yang jadi dasar model perbaikan kecil namun konsisten ini. Anggota Collective-nya termasuk kreator makanan nabati Alfie Steiner, juara selancar Olimpiade Kauli Vaast, mantan pemain PSG Javier Pastore, pakar tidur Olivia Arezzolo, dan ahli biologi konservasi Kaushiik Subramaniam yang berperan sebagai “Ocean Defender” Novotel untuk isu konservasi laut.
Sebagai puncak peluncuran konsep ini, Novotel juga menggelar Longevity Week perdana pada pekan ke-37 tahun ini (September 2026), lengkap dengan sesi bersama para ahli dan pengalaman hotel yang disusun di sekitar tema makan, tidur, bergerak, dan bersosialisasi.
Kenapa Ini Penting Diperhatikan Industri Hospitality Indonesia?
Langkah Novotel ini menunjukkan arah baru yang layak dicermati pelaku bisnis perhotelan di Indonesia: wellness travel nggak harus identik dengan harga mahal atau retreat eksklusif di Bali maupun Ubud semata.
Hotel kelas menengah pun bisa mengintegrasikan elemen kesehatan ke dalam pengalaman menginap sehari-hari.
Cukup dengan mengoptimalkan aset yang sudah ada (kasur, menu restoran, kolam renang, ruang meeting) secara lebih intensional, bukan menambah program baru yang mahal dari nol.
Bagi wisatawan Indonesia sendiri, tren ini juga jadi sinyal bahwa ke depan, semakin banyak pilihan hotel kelas menengah yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar tempat menginap, tapi juga mendukung rutinitas sehat yang relevan banget buat profesional yang sering business trip tapi tetap ingin menjaga pola tidur, makan, dan gerak tetap terjaga selama di perjalanan.
