BALI – Pulau Dewata kembali memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata kelas dunia. Kali ini bukan karena pantai atau resor mewah, melainkan hadirnya AYANA Bali Convention Center Baru,
sebuah fasilitas MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) yang siap mengubah peta industri event internasional di Indonesia.
Convention center terbaru ini menghadirkan Grand Ballroom tanpa pilar (pillarless ballroom) yang mampu menampung hingga 2.300 peserta,
menjadikannya salah satu venue terbesar dan paling modern di Bali. Kehadirannya diprediksi akan menarik lebih banyak konferensi global, incentive trip perusahaan multinasional, hingga pameran internasional dalam beberapa tahun ke depan.
AYANA Bali Convention Center Baru Hadir dengan Ballroom Tanpa Pilar Berstandar Dunia
Daya tarik utama fasilitas baru ini adalah sebuah Grand Ballroom tanpa pilar yang dirancang untuk menghadirkan ruang lebih luas, fleksibel, dan bebas hambatan visual.
Tidak hanya menawarkan kapasitas besar, ballroom tersebut juga langsung terhubung dengan sebuah veranda yang
menyuguhkan panorama Samudra Hindia, menciptakan pengalaman berbeda dibanding convention center pada umumnya.
Selain ballroom utama, area ini juga dilengkapi degan foyer luas untuk registrasi dan networking, 20 breakout rooms, area meeting multifungsi, dan ruang yang dapat disesuaikan untuk berbagai konsep acara.
Konsep tersebut memungkinkan penyelenggaraan event mulai dari konferensi bisnis hingga gala dinner dan peluncuran produk berskala internasional.
Bali Semakin Agresif Membidik Pasar MICE Global
Selama ini Bali dikenal sebagai destinasi honeymoon dan liburan premium.
Namun tren industri pariwisata global menunjukkan bahwa sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) menjadi salah satu penyumbang ekonomi wisata dengan nilai belanja tertinggi.
Dengan hadirnya AYANA Bali Convention Center Baru, Bali semakin siap bersaing dengan destinasi MICE utama di Asia seperti Singapura, Bangkok, dan Kuala Lumpur.
Resort Mewah dengan 993 Kamar dan 31 Pilihan Kuliner
Convention center ini berada di dalam kompleks AYANA Bali yang memiliki fasilitas lengkap untuk mendukung event berskala besar.
Resor tersebut menawarkan:
- 993 kamar dan suite
- 31 restoran dan bar
- 14 kolam renang
- AYANA Spa
- Fasilitas wellness premium
- Sistem tram yang menghubungkan seluruh area resort
Lokasinya juga hanya sekitar 30 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, memberikan akses yang lebih mudah bagi peserta konferensi dari berbagai negara.
Baca Juga:
- Kolaborasi Pullman Ciawi Vimala Hills dan Mothercare Indonesia untuk liburan keluarga
- Marriott Naik Level! AI Kini Jadi Senjata Utama, Bukan Sekadar Eksperimen
- Pullman Jakarta Central Park Raih Best Convention Hotel Asia Pasifik, Jadi Destinasi MICE Premium Favorit di Jakarta Barat
Dari Ritz-Carlton Menjadi Ikon Hospitality Bali
AYANA memiliki perjalanan panjang dalam industri perhotelan.
Properti ini pertama kali dibuka pada tahun 1996 sebagai Ritz-Carlton Bali, sebelum menjalani renovasi besar dan berganti nama menjadi AYANA Resort and Spa Bali pada 2009.
Perkembangannya terus berlanjut dengan hadirnya:
- RIMBA by AYANA Bali pada 2013
- AYANA Segara Bali pada 2022
- Convention Center terbaru yang semakin memperkuat posisi AYANA sebagai destinasi terpadu untuk bisnis dan leisure.
Permintaan Event Internasional Sudah Mulai Berdatangan
Meski baru akan beroperasi penuh dalam beberapa bulan mendatang, minat pasar sudah terlihat sangat tinggi.
Menurut Michi Sonoda, Executive Assistant Manager AYANA Hospitality, permintaan untuk kuartal keempat 2026 hingga 2027 terus meningkat,
terutama dari perusahaan yang menggelar incentive travel dan konferensi korporasi berskala besar.
Grand Ballroom baru tersebut bahkan mulai membuka peluang bagi penyelenggara yang sebelumnya menganggap Bali hanya cocok untuk event berukuran kecil hingga menengah.
Bali Siap Menjadi Ibu Kota Event Asia Tenggara?
Selama ini Bali telah memiliki sejumlah fasilitas konvensi ternama seperti Bali Nusa Dua Convention Center dan Bali International Convention Centre.
Namun kehadiran convention center baru di AYANA memperluas kapasitas Pulau Dewata dalam menerima event internasional yang
membutuhkan venue lebih besar, akomodasi premium, dan pengalaman wisata dalam satu kawasan.
Kombinasi infrastruktur modern, akses bandara yang dekat, serta daya tarik budaya Bali menjadi keunggulan yang sulit ditandingi oleh banyak destinasi lain di kawasan Asia Pasifik.
Dampak Besar bagi Industri Pariwisata Indonesia
Pengembangan fasilitas MICE tidak hanya menguntungkan industri hotel.
Setiap konferensi internasional membawa dampak ekonomi yang luas bagi maskapai penerbangan, restoran, UMKM, penyedia transportasi, pelaku wisata, hingga industri kreatif lokal.
Karena itu, investasi pada convention center modern dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia dan menarik wisatawan dengan pengeluaran lebih tinggi.
AYANA Bali Convention Center Baru menjadi bukti bahwa Bali tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga siap menjadi pusat penyelenggaraan konferensi dan event internasional berkelas dunia.
Dengan Grand Ballroom tanpa pilar berkapasitas 2.300 orang, fasilitas meeting modern, 993 kamar premium, 31 destinasi kuliner, serta lokasi strategis dekat bandara,
AYANA menghadirkan konsep integrated luxury MICE destination yang berpotensi mengubah wajah industri event di Indonesia.
Jika sebelumnya Bali dikenal sebagai surga liburan, kini Pulau Dewata juga sedang membangun reputasi baru sebagai salah satu destinasi MICE paling prestisius di Asia Pasifik.
