BOCA Lapak Mangkuluhur ARTOTEL Suites: Saat Thrifting, Komunitas, dan Gaya Hidup Berkelanjutan Bertemu

BOCA Lapak Mangkuluhur ARTOTEL Suites

Daily-life.id – Thrifting sekarang bukan cuma soal mencari pakaian dengan harga lebih terjangkau. Di tangan komunitas kreatif, barang preloved bisa menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih sadar lingkungan sekaligus membuka ruang untuk bertemu, berbagi cerita, dan menemukan sesuatu yang unik.

Semangat itulah yang terasa dalam BOCA Lapak Mangkuluhur ARTOTEL Suites, yang digelar pada 28–29 Agustus 2026. Selama dua hari, area BOCA di lantai lobi Mangkuluhur ARTOTEL Suites berubah menjadi ruang kreatif yang mempertemukan pencinta fashion, influencer, content creator, komunitas, hingga masyarakat umum.

Acara ini menghadirkan konsep preloved market yang dikemas lebih santai dan dekat dengan gaya hidup urban Jakarta. Bukan sekadar tempat jual-beli pakaian bekas, BOCA Lapak Mangkuluhur ARTOTEL Suites juga membawa pesan tentang bagaimana fashion dapat dinikmati dengan cara yang lebih berkelanjutan.

Setidaknya 100 pengunjung datang setiap harinya untuk melihat berbagai koleksi preloved, menikmati hiburan, hingga mengikuti aktivitas komunitas.

Thrifting dari Lemari Para Kreator

Salah satu daya tarik utama BOCA Lapak adalah koleksi pakaian preloved yang berasal dari sejumlah lifestyle influencer dan content creator.

Di area Indoor Market, pengunjung bisa menemukan koleksi dari Lemari Merona (Monita & Michelle Tahalea), Nadine Emmanuella & Amabel Odellia, Patricia Schuldtz & Hellua Schuldt, Tinggal Kenangan (Regina Poetiray, Putri Siahaan, Kimberly Angwen), ALEEONG (Abrarsyah, William V. Lee, Kong), TEKILA D (ATNZL, PIA D, AQILA), serta BLOOMERS (Abiyyi Irianto, Renaldy Putra, Mario Prapuntranto).

Menariknya, konsep seperti ini membuat aktivitas thrifting terasa lebih personal. Pengunjung bukan hanya membeli barang, tetapi juga berkesempatan menemukan fashion item yang punya karakter dan cerita tersendiri.

Bagi pencinta fashion, preloved juga memberikan alternatif untuk bereksperimen dengan gaya tanpa harus selalu membeli barang baru.

Bukan Cuma Thrifting, Ada Tarot sampai Live Music

BOCA Lapak juga tidak dibuat seperti market biasa.

Pengunjung dapat mencoba Tarot Experience bersama Stefan Tarot untuk mendapatkan sesi pembacaan tarot secara personal.

Sementara itu, area outdoor menghadirkan suasana yang lebih hidup dengan berbagai aktivitas. Ada pop-up bar dari Indowines, live cooking dari BOCA to go, pilihan makanan dan minuman, musik live, hingga aktivitas interaktif yang membuat pengunjung bisa lebih lama menikmati suasana acara.

Di hari terakhir, BOCA Lapak bahkan mengajak komunitas pelari lokal untuk mengikuti sesi lari sore. Setelah berolahraga, para peserta kemudian menikmati sajian penyegar yang disiapkan oleh tim BOCA.

Konsep ini menunjukkan bahwa acara yang digelar di hotel tidak harus selalu identik dengan meeting, konferensi, atau acara formal. Ruang hotel juga bisa menjadi tempat bertemunya berbagai komunitas dengan aktivitas yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ketika ESG Masuk ke Dunia Fashion

Di balik konsep yang fun, BOCA Lapak membawa pesan yang lebih besar, yaitu gaya hidup berkelanjutan.

Mangkuluhur ARTOTEL Suites mengaitkan kegiatan ini dengan komitmen ESG (Environmental, Social, and Governance) serta kampanye “The Art of Goodness” yang menjadi bagian dari inisiatif hotel.

“BOCA Lapak mencerminkan komitmen berkelanjutan kami untuk mengintegrasikan nilai-nilai ESG ke dalam industri perhotelan melalui acara-acara kreatif dan kolaboratif,” ujar Faisal Tranggono, General Manager Mangkuluhur ARTOTEL Suites.

Menurut Faisal, mempertemukan berbagai komunitas merupakan salah satu cara untuk membuat konsep keberlanjutan terasa lebih dekat dengan masyarakat.

“Dengan mempertemukan beragam komunitas—mulai dari pegiat mode hingga klub lari—kami terus mewujudkan semangat The Art of Goodness secara nyata dan menarik. Ini hanyalah permulaan, dan kami menantikan penyelenggaraan edisi-edisi berikutnya,” lanjutnya.

  • Thrifting, Komunitas & Gaya Hidup Berkelanjutan

Baca Juga:

Kenapa Konsep Preloved Market Menarik?

Yang membuat BOCA Lapak Mangkuluhur ARTOTEL Suites menarik bukan hanya koleksi fashion yang dijual.

Ada perubahan cara pandang yang sedang berkembang di kalangan masyarakat urban: pakaian tidak harus selalu baru untuk terlihat menarik.

Barang preloved bisa kembali digunakan, memiliki cerita baru, sekaligus memperpanjang masa pakai sebuah produk. Ketika dikombinasikan dengan komunitas dan kreativitas, aktivitas sederhana seperti jual-beli pakaian bekas bisa berubah menjadi pengalaman sosial yang jauh lebih menarik.

Bagi industri perhotelan, pendekatan seperti ini juga membuka peluang baru. Hotel tidak hanya menjadi tempat menginap atau menyelenggarakan acara, tetapi dapat berfungsi sebagai ruang komunitas dan lifestyle hub.

Dan BOCA Lapak menjadi salah satu contoh bagaimana konsep tersebut bisa diwujudkan dengan cara yang ringan, kreatif, dan tidak terasa terlalu formal.

BOCA Lapak Akan Hadir Lagi?

BOCA Lapak edisi Agustus 2026 memang telah berakhir. Namun, melihat respons pengunjung dan konsep yang dibawa, bukan tidak mungkin acara serupa kembali digelar.

Informasi mengenai kegiatan berikutnya akan diumumkan melalui Instagram @bocalapak dan @bocajkt.

Bagi pencinta fashion, komunitas kreatif, maupun mereka yang mulai tertarik dengan gaya hidup berkelanjutan, BOCA Lapak Mangkuluhur ARTOTEL Suites menawarkan satu hal yang cukup sederhana: datang, melihat-lihat, menemukan barang menarik, bertemu orang baru, dan pulang membawa pengalaman berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *