Menjelang Ramadan dan Idulfitri, denyut belanja masyarakat mulai terasa di berbagai daerah.
Tahun ini, penguatan konsumsi tidak hanya datang dari kebutuhan musiman, tetapi juga dari gerakan kolaboratif berskala nasional.
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) resmi menjalankan Friday Mubarak 2026, sebuah program bersama yang dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat,
memastikan pasokan aman, sekaligus memperkuat stabilitas harga di tengah momentum penting awal tahun.
Ritel Jadi Garda Depan Pergerakan Ekonomi
Dalam struktur ekonomi Indonesia, ritel bukan sekadar tempat transaksi. Ia adalah simpul distribusi, penghubung produsen ke konsumen,
sekaligus indikator kesehatan konsumsi rumah tangga.
Dengan pertumbuhan ekonomi tahun lalu berada di kisaran 5 persen dan target lebih tinggi pada 2026, kuartal pertama menjadi fase krusial.
Ramadan dan Lebaran memberikan dorongan alami, dan sektor ritel hadir untuk memastikan dorongan itu menjadi optimal.
Apa Itu Friday Mubarak 2026?
Program ini berlangsung dari 11 Februari hingga 31 Maret 2026, melibatkan sekitar 200 perusahaan anggota APRINDO di seluruh Indonesia.
Bentuk programnya dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat:
- promo harga kebutuhan pokok
- diskon tambahan
- bundling Ramadan
- cashback transaksi
- aktivitas belanja tematik
Tujuannya sederhana namun penting: membuat masyarakat tetap bisa berbelanja dengan nyaman, harga terjaga, dan stok tersedia.
Kolaborasi Modern dan Pasar Rakyat
Menariknya, gerakan ini tidak hanya terjadi di ritel modern. APRINDO juga menggandeng pengelola pusat perbelanjaan dan ribuan pasar rakyat.
Artinya, manfaat program diharapkan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, di berbagai kanal belanja.
Model kolaborasi ini menunjukkan bahwa menjaga ekonomi nasional membutuhkan kerja bersama, bukan langkah sendiri-sendiri.
Kick-Off Nasional dari Lotte Mart
Peluncuran resmi Friday Mubarak 2026 dilakukan di gerai Lotte Mart yang berada di Kuningan City Mall.
Sebagai tuan rumah, Lotte Mart menghadirkan berbagai inisiatif mulai dari harga spesial produk pokok, paket bundling Ramadan, hingga penguatan stok bersama para pemasok.
Kesiapan operasional ini menjadi contoh implementasi nyata bagaimana program nasional diterjemahkan langsung di lapangan.
Bukan Sekadar Promo, Tapi Gerakan Bersama
Ketua Umum APRINDO, Solihin, menegaskan bahwa Friday Mubarak bukan hanya soal potongan harga.
Program ini adalah simbol kehadiran sektor ritel sebagai mitra pemerintah dalam menjaga distribusi,
memastikan keterjangkauan, serta mempertahankan optimisme ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Target transaksi nasional hingga sekitar Rp119 triliun menjadi gambaran betapa besarnya dampak yang diharapkan tercipta.

Baca juga:
- EPIC SALE 2026: Gerakan Ritel Indonesia Menyambut Akhir Tahun
- Capital Financial dan Aksesmu Perluas Dukungan untuk Pedagang Disabilitas
Mengapa Ini Penting bagi Masyarakat?
Karena ketika harga stabil, barang tersedia, pilihan promo banyak
maka keluarga bisa merencanakan belanja Ramadan dengan lebih tenang.
Efeknya bukan hanya pada dapur rumah tangga, tetapi juga pada perputaran ekonomi daerah, UMKM, hingga tenaga kerja.
Ramadan selalu membawa cerita tentang berbagi dan kebersamaan.
Melalui Friday Mubarak 2026, semangat itu diterjemahkan dalam bentuk yang lebih luas.
Kolaborasi menjaga ekonomi tetap bergerak.
Saat ritel, pemerintah, pusat belanja, dan pasar rakyat berjalan beriringan, masyarakatlah yang merasakan manfaatnya terlebih dahulu.
Dan mungkin, dari keranjang belanja yang penuh serta harga yang tetap bersahabat, optimisme terhadap tahun ini pun ikut tumbuh.
