Kawasan TB Simatupang identik dengan gedung perkantoran, lalu lintas profesional, dan ritme urban yang cepat.
Namun ketika Ramadan tiba, kebutuhan berubah. Orang mencari tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati hidangan yang memberi rasa pulang.
Menjawab kebutuhan itu, Aston Priority Simatupang menghadirkan sesuatu yang berbeda dari konsep buka puasa hotel pada umumnya.
Tahun ini, mereka mempersembahkan Pasar Lama Simatupang, sebuah culinary hub Ramadan yang memadukan tradisi, kehangatan, dan pengalaman rasa dalam satu ruang.
Bukan Sekadar Buffet, Tapi Perjalanan Rasa
Pasar Lama Simatupang dirancang menyerupai pusat kuliner yang hidup dan dinamis.
Tamu bukan hanya menikmati makanan, tetapi juga memahami cerita di baliknya dan
bagaimana resep diwariskan, bagaimana teknik tradisional dipertahankan, dan bagaimana budaya membentuk cita rasa.
Setiap sudut menghadirkan pengalaman, bukan sekadar pilihan menu.
Alasan Orang Datang Lebih dari Sekali
Salah satu keunikan yang membuat konsep ini menonjol adalah rotasi menu setiap hari. Artinya, tamu tidak akan menemukan sajian yang sama.
Pendekatan ini menjadikan Pasar Lama Simatupang relevan untuk berbagai agenda:
buka puasa bersama rekan kantor, reuni alumni, hingga pertemuan keluarga besar di tanggal yang berbeda.
Selalu ada rasa baru untuk ditemukan.
Perpaduan Legendaris dan Kekinian
Komposisi menu dibuat seimbang yaitu,
75 persen adalah hidangan legendaris Nusantara lintas generasi, sementara 25 persen lainnya menghadirkan sajian yang sedang populer saat ini.
Kombinasi ini memungkinkan tamu dari berbagai usia menikmati favoritnya masing-masing tanpa kehilangan sentuhan modern.
Signature yang Jadi Perbincangan
Sop Buntut Merah
Hidangan ini sudah lama menjadi favorit para tamu.
Kuah merahnya berasal dari kaldu sapi dan tomat yang dimasak perlahan, menghasilkan rasa hangat, gurih, dan dalam. Potongan buntutnya tebal, empuk, dengan daging yang mudah terlepas dari tulang.
Sajian yang terasa seperti pelukan pertama saat adzan magrib tiba.
Daging Asap Ala Simatupang
Menu baru yang langsung mencuri perhatian.
Daging diasap selama kurang lebih delapan jam, menghasilkan aroma khas dengan bagian luar matang sempurna namun tetap juicy di dalam.
Premium, kaya rasa, dan memberikan pengalaman berbeda dalam meja berbuka.
Makna di Balik Namanya
“Pasar” merepresentasikan ruang temu dengan banyak pilihan.
“Lama” adalah penghormatan pada tradisi dan resep warisan.
“Simatupang” mempertegas identitas lokasi yang kini berkembang menjadi magnet baru kuliner Jakarta Selatan, terutama saat Ramadan.
Nama ini bukan sekadar branding, tetapi pernyataan posisi.

Baca Juga:
- ASTON Bintaro Gelar Sajian Nusantara Media Dinner: Rayakan Kemerdekaan Eratkan Silaturahmi dengan Rekan Media
- ASTON Anyer Beach Hotel Tawarkan Liburan Untuk Keluarga dengan Paket “Seaside Explores”
Lebih dari Tempat Makan
Melalui program ini, Aston Priority Simatupang menegaskan dirinya bukan hanya hotel bisnis.
Ia bertransformasi menjadi ruang sosial, tempat orang datang untuk membangun memori, mempererat relasi, dan merayakan kebersamaan.
Karena pada akhirnya, Ramadan selalu tentang siapa yang duduk bersama kita di meja makan.
Di tengah padatnya aktivitas Jakarta Selatan, Pasar Lama Simatupang menawarkan jeda yang hangat.
Sebuah tempat di mana tradisi bertemu selera modern, di mana rasa membawa cerita, dan di mana buka puasa menjadi pengalaman yang ingin diulang lagi… dan lagi.
