Jakarta — Somerset Kencana Jakarta kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan. Properti ini menyelenggarakan Workshop Eco Pounding yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Kegiatan ini merupakan bagian dari Somerset Sustainability Passport Programme 2025, sebuah program global yang mengajak tamu dan komunitas ikut menjaga kelestarian alam. Program ini juga mendorong pemeliharaan lingkungan dan penguatan nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Tahun ini, Somerset Kencana Jakarta menggandeng Edith House, rumah kreasi ecoprint yang telah lama menerapkan praktik ramah lingkungan. Mereka juga dikenal dalam pemberdayaan komunitas melalui proses produksi berkelanjutan.
Pengenalan Eco Pounding
Workshop berlangsung hangat sejak awal. Para peserta terdiri dari tamu hotel, keluarga, komunitas kreatif, hingga pecinta seni dan lingkungan. Mereka disambut dengan penjelasan menyeluruh mengenai eco pounding. Teknik ini adalah metode dasar seni ecoprint yang memanfaatkan daun, bunga, dan batang sebagai sumber pigmen alami.
Bahan-bahan tersebut digunakan untuk menciptakan motif artistik di atas kain. Dalam prosesnya, elemen alam ditata rapi, lalu dipukul lembut dengan palu kayu untuk melepaskan warna.
Teknik ini menghasilkan corak unik dengan karakter berbeda pada setiap daun dan bunga. Prosesnya mengajarkan pentingnya menghargai alam dan mengurangi ketergantungan pada pewarna kimia. Setiap karya eco pounding menjadi unik dan tidak dapat direplikasi, sehingga menjadi simbol hubungan personal antara pembuatnya dan alam.
Peran dan Nilai Edith House
Sebagai mitra utama, Edith House memberi perspektif luas tentang seni ecoprint dan keberlanjutan. Mereka memulai perjalanan kreatif dari keprihatinan terhadap limbah lingkungan. Edith House memadukan seni, fesyen, dan tanggung jawab sosial. Mereka memilih serat alami dan limbah kulit sebagai bahan utama. Penggunaan daun, bunga, dan batang dari alam Indonesia menjadi ciri khas dalam proses penciptaan motif.
Ekosistem Kreatif dan Inklusif
Kolaborasi ini menunjukkan komitmen terhadap pemberdayaan manusia. Para penjahit, pengrajin kulit, pengrajin patchwork, hingga teman-teman difabel terlibat dalam setiap proses produksi.
Edith House menerapkan prinsip 3P—Planet, People, dan Profit. Mereka menciptakan ekosistem kreatif yang berkelanjutan dan inklusif.
Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) juga diterapkan melalui penggunaan ulang daun, limbah pewarna alami, dan sisa kain. Setiap bagian proses tetap memberikan manfaat tanpa menciptakan limbah berlebih.
Baca Juga:
- Hari Pertama Kereta Petani dan Pedagang Resmi Beroperasi Angkut 57 Pengguna hingga Pukul 12.30 WIB
- Tropicana Slim Gelar #Hands4Diabetes 2025 di 27 Kota: Ajak Masyarakat Hidup Sehat dan Produktif
Pembelajaran dan Pemahaman Peserta
Selama workshop, peserta mempraktikkan teknik eco pounding dan mendapatkan wawasan mendalam soal pelestarian lingkungan. Edita, pendiri Edith House, menjelaskan bagaimana daun dapat diolah menjadi kompos. Ia juga memaparkan cara memanfaatkan kembali limbah pewarna alami untuk percobaan warna. Potongan kain dapat diubah menjadi aksesori dan kerajinan lain.
Penjelasan ini membuka pandangan peserta bahwa keberlanjutan bisa dimulai dari langkah kecil. Kreativitas dan kemauan memanfaatkan kembali sumber daya menjadi kunci penting dalam proses ini.
Pesan dari Somerset Kencana Jakarta
Residence Manager Somerset Kencana Jakarta, Bani Sasianto, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia menekankan bahwa workshop eco pounding tidak hanya tentang proses kreatif. Kegiatan ini juga mengajak peserta memahami ulang hubungan manusia dengan alam.
Melalui Somerset Sustainability Passport Programme, Somerset Kencana Jakarta ingin menyediakan ruang bagi tamu dan komunitas untuk terlibat dalam kegiatan bermakna dan berdampak positif. Kolaborasi dengan Edith House memperkuat pesan bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari langkah kecil.
Bani menegaskan bahwa properti ini tidak hanya memberikan layanan perhotelan, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Melalui kegiatan eco pounding, Somerset Kencana Jakarta berharap semangat menjaga alam dapat tumbuh dalam diri peserta. Kebiasaan ramah lingkungan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Workshop ini menjadi ruang belajar, inspirasi, dan refleksi tentang hubungan seni, komunitas, dan alam. Somerset Kencana Jakarta berkomitmen untuk terus mengembangkan program keberlanjutan dan membuka peluang kolaborasi dengan komunitas lokal.
