Daily-Life.id — Apakah pria benar-benar butuh skincare? Atau cukup cuci muka dengan sabun mandi, bercukur, lalu selesai?
Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi ternyata perawatan kulit pria bukan cuma soal penampilan. Kulit adalah organ terbesar tubuh dan setiap hari berhadapan dengan sinar ultraviolet (UV), polusi, keringat, debu, minyak, serta iritasi akibat mencukur.
Menariknya, kulit pria memang memiliki beberapa perbedaan biologis dibandingkan kulit perempuan. American Academy of Dermatology (AAD) mencatat bahwa kulit pria cenderung lebih tebal, tetapi prinsip dasar menjaga kesehatan kulit tetap sama: membersihkan, melembapkan, dan melindungi kulit dari matahari.
Jadi, pria butuh skincare? Jawabannya: iya. Tetapi tidak harus punya satu lemari penuh produk.
Kenapa Pria Perlu Mulai Peduli Skincare?
Banyak pria masih menganggap skincare identik dengan perempuan. Padahal, masalah kulit seperti jerawat, kulit berminyak, kulit kering, iritasi akibat bercukur, noda hitam, kerutan dan kerusakan akibat matahari bisa dialami siapa saja.
Ada fakta yang mungkin belum banyak diketahui.
Pria memiliki risiko melanoma yang lebih tinggi dibandingkan perempuan pada kelompok tertentu, terutama usia yang lebih tua. AAD secara khusus mencatat bahwa pria berusia di atas 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena melanoma dibandingkan populasi umum.
Data CDC juga menunjukkan bahwa kanker kulit merupakan jenis kanker yang paling umum di Amerika Serikat dan paparan UV berlebihan merupakan faktor utama pada sebagian besar kanker kulit.
Artinya, skincare pria seharusnya tidak hanya berbicara tentang “biar ganteng” atau “biar awet muda”, tetapi juga tentang kebiasaan menjaga kesehatan kulit.
Fakta yang Sering Tidak Diketahui Pria: Sunscreen Justru Sangat Penting
Ini bagian yang sering terlewat.
Banyak pria menggunakan sabun muka, moisturizer, bahkan produk anti-aging, tetapi melewatkan sunscreen.
Padahal, paparan UV berulang dapat menyebabkan kerusakan kulit, termasuk munculnya kerutan, age spots dan meningkatkan risiko kanker kulit. AAD merekomendasikan sunscreen broad-spectrum SPF 30 atau lebih tinggi dan water-resistant.
Lebih menarik lagi, data survei CDC yang dipublikasikan dalam Journal of the American Academy of Dermatology menemukan bahwa hanya sekitar 18,1% pria dalam survei tersebut yang secara rutin menggunakan sunscreen pada wajah ketika berada di luar ruangan selama setidaknya satu jam pada hari yang cerah.
Jadi kalau seorang pria hanya mau membeli satu produk skincare tambahan, sunscreen adalah salah satu yang paling penting untuk dipertimbangkan.
5 Skincare Pria yang Wajib Dimiliki
Tidak perlu langsung membeli 10 produk. Untuk rutinitas dasar, pria bisa mulai dari lima kategori berikut.
1. Facial cleanser
Pilih pembersih wajah yang lembut sesuai jenis kulit.
Jangan menjadikan sabun mandi sebagai pilihan utama untuk wajah jika terasa membuat kulit kering atau tertarik.
AAD menyarankan penggunaan facial cleanser yang lembut dan mencuci wajah maksimal sekitar dua kali sehari serta setelah berkeringat banyak.
2. Moisturizer
Kulit berminyak bukan berarti tidak membutuhkan pelembap.
Moisturizer membantu mempertahankan air pada kulit. AAD bahkan merekomendasikan pelembap untuk berbagai jenis kulit, termasuk kulit berminyak.
Untuk kulit berminyak atau mudah berjerawat, cari label non-comedogenic.
3. Sunscreen
Ini bukan produk tambahan yang hanya digunakan ketika pergi ke pantai.
Untuk aktivitas luar ruangan, gunakan sunscreen SPF 30+, broad-spectrum dan water-resistant.
4. Shaving cream atau shaving gel
Bagi pria yang bercukur, produk ini bukan sekadar membuat pisau cukur lebih mudah bergerak.
Mencukur terlalu dekat dengan kulit atau menggunakan teknik yang salah dapat meningkatkan risiko iritasi, razor burn dan ingrown hair. AAD menyarankan membasahi kulit dan rambut terlebih dahulu, menggunakan shaving cream yang melembapkan dan mencukur mengikuti arah pertumbuhan rambut.
5. Produk tambahan sesuai masalah kulit
Baru setelah kebutuhan dasar terpenuhi, pria dapat mempertimbangkan produk seperti serum atau exfoliant.
Tetapi jangan merasa harus membeli semuanya.
Skincare bukan perlombaan mengumpulkan botol.

Baca juga:
- Flexing atau Insecure? Ini Dampak Tersembunyi Media Sosial
- Bye Mata Panda! Ini Hacks Pakai Corrector Orange Biar Makeup Nggak Abu-abu
- Masker Wajah Alami dari Resep Leluhur, Murah dan Mudah Dibuat di Rumah
Lalu, Apa yang Harus Dilakukan Pria Setiap Hari?
Rutinitas paling sederhana bisa dibuat seperti ini.
Pagi
Cuci muka → moisturizer → sunscreen
Kalau akan banyak berada di luar ruangan, perlindungan matahari menjadi semakin penting.
Malam
Cuci muka → moisturizer
Sederhana, kan?
Setelah rutin beberapa minggu dan kulit sudah terbiasa, barulah pertimbangkan produk tambahan berdasarkan kebutuhan kulit.
AAD juga menyarankan menghindari menggosok wajah terlalu keras karena dapat menyebabkan iritasi.
Resep Skincare Sederhana untuk Pria Tidak Harus Mahal
Kalau ingin mencoba bahan rumahan, pilih yang relatif sederhana dan jangan menganggap bahan alami otomatis lebih aman.
Oatmeal + air untuk masker lembut
Bahan:
- 1–2 sendok makan oatmeal yang sudah dihaluskan
- Sedikit air bersih
Cara:
Campurkan sampai menjadi pasta lembut. Oleskan tipis pada wajah, diamkan sekitar 10 menit, kemudian bilas dengan air.
Catatan: jangan menggosoknya seperti scrub kasar. Jika terasa perih atau muncul kemerahan, segera hentikan.
Aloe vera untuk kulit yang terasa kering atau tidak nyaman
Gunakan gel aloe vera yang bersih dan produk yang memang diformulasikan untuk kulit, terutama jika kulit sensitif.
Lakukan patch test terlebih dahulu karena bahan alami pun dapat menyebabkan iritasi atau alergi pada sebagian orang.
Bahan Rumahan yang Sebaiknya Jangan Asal Dipakai di Wajah
Ada banyak resep internet yang terdengar menarik, tetapi bukan berarti semuanya aman.
Lemon, jeruk nipis, baking soda, pasta gigi atau bahan yang sangat asam/alkalis sebaiknya tidak dijadikan eksperimen skincare sembarangan.
Prinsip sederhananya, kalau bahan tersebut membuat kulit terasa terbakar, perih atau sangat kering, itu bukan tanda bahwa skincare sedang “bekerja”.
Kulit yang sehat tidak harus terasa panas atau sakit setelah dirawat.
Satu Kebiasaan yang Sering Dilupakan Pria: Perawatan Setelah Bercukur
Bagi pria yang rutin mencukur, masalah kulit sering bukan berasal dari skincare yang salah, tetapi dari cara mencukur.
AAD menyarankan mencukur setelah kulit dan rambut cukup basah, menggunakan shaving cream atau gel, mengikuti arah pertumbuhan rambut dan mengganti pisau setelah sekitar 5–7 kali penggunaan untuk membantu mengurangi iritasi.
Bagi pria berjanggut, kulit di bawah janggut juga tetap perlu dibersihkan dan dilembapkan. AAD menyebut perawatan kulit yang tepat dapat membantu mencegah masalah seperti jerawat, ketombe pada janggut dan rasa gatal.

Jadi, Apakah Pria Harus Punya Skincare?
Tidak perlu rumit.
Kalau baru mulai, fokus saja pada tiga hal utama, yaitu: cleanser, moisturizer, dan sunscreen SPF 30+
Tambahkan shaving product jika rutin bercukur.
Setelah itu, baru sesuaikan dengan masalah kulit masing-masing.
Dan satu hal penting adalah, skincare tidak menggantikan pemeriksaan dokter kulit. Jika ada tahi lalat atau bercak baru yang berubah warna, gatal, berdarah, membesar atau terlihat mencurigakan, jangan hanya ditutup dengan skincare. AAD menyarankan pemeriksaan oleh dokter kulit karena perubahan tersebut dapat menjadi tanda peringatan kanker kulit.
Dari Daily Buat Kamu
Merawat kulit bukan berarti pria harus menjadi “ribet”.
Justru sebaliknya.
Pria yang mulai merawat kulit sejak sekarang tidak sedang mengejar wajah sempurna. Ia sedang membangun kebiasaan sederhana untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Dan mungkin sudah waktunya mengubah kebiasaan lama:
Sabun mandi untuk badan, facial cleanser untuk wajah, moisturizer untuk menjaga kelembapan, dan sunscreen untuk melawan paparan UV. Sesederhana itu dulu.
