Wamenpar Ni Luh Puspa Bidik Kembali Green Card UNESCO untuk Geopark Kaldera Toba

Kolaborasi Intensif Antara Kemenpar dan Pemda Toba

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Luh Puspa, memimpin pertemuan strategis bersama jajaran pimpinan daerah di kawasan Danau Toba dan instansi terkait.

Pertemuan ini digelar di Caldera Toba Nomadic Escape dengan tujuan utama: memperkuat kolaborasi guna meraih kembali Green Card UNESCO untuk Geopark Kaldera Toba.

Empat Rekomendasi UNESCO untuk Revalidasi

UNESCO menetapkan empat rekomendasi utama sebagai acuan revalidasi Green Card:

  1. Penguatan riset dan pemetaan geologi.
  2. Penambahan panel informasi edukatif di seluruh geosite.
  3. Penguatan pelestarian budaya lokal.
  4. Keaktifan badan pengelola dalam mengadakan event nasional dan internasional.

Evaluasi Progres & Penyelesaian PR Lapangan

Wamenpar Ni Luh menegaskan pentingnya pemda dan pengelola langsung menindaklanjuti rekomendasi UNESCO. Langkah meliputi:

  • Identifikasi akar masalah di lapangan.
  • Review progres perbaikan yang telah berjalan.
  • Pemetaan dan penyelesaian pekerjaan rumah yang masih tertunda.

Baca Juga:

Edukasi, Patroli, dan UMKM Siap Asesmen

Guna memastikan kesiapan jelang kunjungan asesor UNESCO pada 21–25 Juli 2025, beberapa aksi konkret telah dirancang:

  • Edukasi masyarakat, terutama tentang pembakaran dan sampah di geosite.
  • Pembentukan tim patroli/satgas saat asesmen.
  • Pelatihan mitra UMKM agar siap menyambut dan menjelaskan kepada asesor UNESCO.

Status Green Card bukan sekadar label melainkan penjaga masa depan kawasan Geopark Kaldera Toba. Jika berhasil direvalidasi, manfaatnya akan terasa berlipat yaitu dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, mendatangkan investasi dan peluang ekonomi lokal serta menjaga kelestarian alam dan budaya di sekitar Danau Toba.

Dengan semangat gotong royong, dedikasi pemerintah dan masyarakat setempat menjadi kunci.

Mari satukan visi dan aksi, agar revalidasi 2025 menjadi momentum kebangkitan Geopark Toba yang lebih hijau, berdaya, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *