KAI Commuter Luncurkan Layanan Khusus Petani dan Pedagang di Jalur Merak–Rangkasbitung

Jakarta, 1 November 2025 – KAI Commuter bersama KAI menghadirkan langkah nyata dalam mendukung pergerakan ekonomi masyarakat melalui transportasi publik.

Inovasi terbaru yang diluncurkan adalah Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) Khusus Petani dan Pedagang di jalur Commuter Line Merak–Rangkasbitung.

Langkah ini menjadi bukti komitmen KAI Group dalam memperluas akses transportasi yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,

sekaligus mendukung visi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Inovasi Baru dari KAI Commuter untuk Roda Ekonomi Rakyat

Menurut VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, layanan ini merupakan wujud nyata upaya KAI Group dalam menghadirkan

transportasi publik yang dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Layanan kereta petani dan pedagang ini merupakan inovasi transportasi yang dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat sekaligus terobosan terbaru dari KAI Group,” ujar Karina, Jumat (31/10).

Layanan ini dirancang untuk menjadi solusi mobilitas bagi petani dan pedagang di wilayah Banten, agar mereka dapat lebih mudah mengangkut hasil tani atau dagangan dari daerah ke pasar-pasar besar.


Tahap awal implementasi dilakukan pada Commuter Line Merak–Rangkasbitung, dengan pengoperasian sebanyak 14 perjalanan per hari.

Desain Kereta yang Ramah Aktivitas Petani dan Pedagang

Kereta khusus ini memiliki desain interior yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna yang membawa hasil tani atau barang dagangan.


Tempat duduk dibuat sejajar di sisi kiri dan kanan kereta, memberikan ruang luas di tengah untuk menempatkan barang bawaan dengan aman.

Selain itu, pintu kereta dirancang lebih lebar untuk memudahkan proses keluar-masuk, terutama bagi mereka yang membawa hasil bumi, keranjang, atau bahan dagangan dalam jumlah banyak.

“Desainnya sudah sesuai dengan standar pelayanan minimum dan tetap memperhatikan kenyamanan serta keselamatan penumpang,” jelas Karina.

Dengan 73 tempat duduk per rangkaian, layanan ini mengutamakan efisiensi ruang dan kenyamanan pengguna tanpa mengurangi standar keselamatan.

Baca Juga:

14 Perjalanan Tiap Hari, Mendukung Mobilitas Masyarakat Banten

KAI Commuter menyiapkan 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap hari untuk mendukung aktivitas masyarakat, khususnya petani dan pedagang di wilayah Serang, Lebak, Pandeglang, dan sekitarnya.

Perjalanan akan berhenti di seluruh stasiun lintas Merak–Rangkasbitung, memastikan pemerataan akses transportasi hingga ke daerah-daerah yang menjadi sentra hasil pertanian dan perdagangan.

Dengan layanan ini, rantai pasok hasil bumi dan produk dagangan lokal diharapkan menjadi lebih efisien, sekaligus membuka peluang usaha baru di wilayah Banten.

Dukungan Terpadu Menuju Jakarta

Petani dan pedagang yang ingin melanjutkan perjalanan ke Jakarta dapat menggunakan Commuter Line Rangkasbitung–Tanah Abang sebagai transportasi lanjutan.

Namun, KAI Commuter memberlakukan ketentuan khusus mengenai barang bawaan.

Barang berukuran besar atau dagangan hanya diperbolehkan naik pada perjalanan pertama dari Stasiun Rangkasbitung menuju Jakarta, agar tidak mengganggu kenyamanan penumpang umum di jam sibuk.

KAI Commuter juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan

untuk memastikan seluruh aspek teknis dan regulasi sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Kami terus memastikan semua aspek teknis, keselamatan, dan regulasi siap, agar layanan ini benar-benar menjadi solusi nyata bagi masyarakat,” tambah Karina.

Hadirnya Kereta Khusus Petani dan Pedagang di jalur Commuter Line Merak–Rangkasbitung bukan sekadar inovasi transportasi,

tetapi bentuk nyata dukungan KAI terhadap ekonomi rakyat yang produktif dan inklusif.

Kini, petani dan pedagang di Banten memiliki akses mobilitas yang lebih mudah, murah, dan aman untuk mengembangkan usahanya.


Transportasi publik pun semakin berperan sebagai jembatan antara desa dan kota, menghubungkan hasil kerja keras masyarakat dengan peluang ekonomi yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *