Saat Anda diet atau puasa, pola makan berubah. Ini bisa mengurangi jumlah dan variasi makanan yang dikonsumsi.
Jika asupan tidak seimbang, tubuh bisa kekurangan vitamin penting seperti vitamin D, vitamin B, vitamin C, dan mineral seperti kalsium serta zat besi.
Namun, jika dilakukan dengan pola yang tepat, diet dan puasa justru bisa tetap sehat tanpa mengurangi kebutuhan nutrisi tubuh.
Risiko Kekurangan Vitamin Saat Diet
Pola makan terlalu ketat
Diet ekstrem yang membatasi banyak jenis makanan dapat menyebabkan tubuh kekurangan vitamin penting.
Misalnya diet tanpa sumber lemak bisa mengganggu penyerapan vitamin D.
Tidak cukup variasi makanan
Jika diet hanya fokus pada satu jenis makanan, tubuh tidak mendapatkan nutrisi lengkap yang dibutuhkan untuk menjaga tulang, otot, dan sistem imun.
Penurunan asupan kalsium dan vitamin D
Diet tertentu bisa membuat konsumsi susu atau makanan tinggi kalsium berkurang.
Ini bisa berdampak pada kesehatan tulang dan meningkatkan risiko Osteoporosis dalam jangka panjang.
Risiko Kekurangan Vitamin Saat Puasa
Waktu makan yang terbatas
Saat puasa, waktu makan lebih singkat sehingga ada kemungkinan kebutuhan vitamin harian tidak terpenuhi jika tidak direncanakan dengan baik.
Kurang asupan buah dan sayur
Beberapa orang cenderung memilih makanan praktis saat berbuka atau sahur, yang sering kali rendah vitamin dan serat.
Dehidrasi ringan
Kurangnya cairan dapat memengaruhi penyerapan dan distribusi nutrisi dalam tubuh.
Baca Juga:
- HiLo Strong Fest 2025: Gerakan Nasional Nabung Otot Lawan Sarcopenia Sejak Usia Muda
- Kenapa Banyak Pasien Indonesia Pilih Malaysia untuk Atasi Osteoarthritis dan Cedera Tulang
Kapan Diet dan Puasa Tetap Aman
Diet dan puasa tidak selalu berbahaya.
Justru bisa bermanfaat jika dilakukan dengan benar, seperti:
- Mengonsumsi makanan seimbang saat waktu makan
- Memastikan ada protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral
- Tetap mengonsumsi buah dan sayur
- Cukup minum air
- Tidak melakukan pembatasan ekstrem
Tips Agar Tidak Kekurangan Vitamin
Pilih makanan padat nutrisi seperti sayuran hijau, buah, ikan, telur, dan kacang kacangan,
Pastikan ada sumber vitamin D dan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang,
Hindari diet yang terlalu membatasi tanpa pengawasan,
Jika perlu, konsultasikan dengan tenaga medis untuk suplemen tambahan.
Diet dan puasa bukanlah penyebab utama kekurangan vitamin, tetapi cara menjalankannya yang menentukan.
Jika dilakukan dengan bijak dan seimbang, tubuh tetap bisa mendapatkan nutrisi yang cukup bahkan saat sedang diet atau berpuasa.
Jadi, bukan soal boleh atau tidak, tetapi bagaimana Anda mengatur pola makan agar tetap sehat tanpa mengorbankan kebutuhan tubuh.
Referensi:
- Zhang, W., 2024. Requirements for essential micronutrients during caloric restriction and fasting. Frontiers in Nutrition.
Available at: Frontiers in Nutrition - Wallerer, S., 2025. Impact of intermittent fasting on micronutrient intake. Current Opinion in Clinical Nutrition and Metabolic Care.
Available at: PubMed - Lankarani-Fard, A., 2025. Reframing micronutrient deficiencies for modern times: A review. Journal of General Internal Medicine.
Available at: Springer - Medina Rodríguez, M., 2025. Intermittent fasting as a nutritional tool. The BMJ.
Available at: BMJ
