Kabar besar datang dari industri perhotelan global. IPO OYO mendapat persetujuan regulator India, membuka jalan bagi salah satu perusahaan hospitality terbesar di dunia untuk akhirnya melantai di pasar saham setelah beberapa kali mengalami penundaan.
Induk perusahaan OYO, Prism, resmi memperoleh persetujuan dari Securities and Exchange Board of India (SEBI) untuk melanjutkan rencana penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Persetujuan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang OYO menuju pasar publik.
IPO Rp12 Triliun Jadi Salah Satu yang Terbesar di Sektor Travel India
Berdasarkan dokumen yang telah diajukan sebelumnya, Prism berencana menghimpun dana hingga 6.650 crore rupee atau sekitar Rp12 triliun melalui IPO tersebut. Nilai perusahaan diperkirakan berada di kisaran US$7 miliar hingga US$8 miliar.
Jika terealisasi sesuai rencana, IPO ini berpotensi menjadi salah satu penawaran saham terbesar dalam sejarah industri perjalanan dan perhotelan India.
Perusahaan kini menargetkan pengajuan dokumen prospektus publik yang diperbarui pada Juli 2026 sebelum melangkah ke tahap berikutnya dalam proses pencatatan saham.
Perjalanan Panjang OYO Menuju Bursa
Kesuksesan ini tidak datang secara instan.
OYO telah mencoba memasuki pasar modal sejak 2021 dengan target valuasi mencapai US$10 miliar hingga US$12 miliar. Namun berbagai faktor, mulai dari kondisi pasar, dampak pandemi, hingga dinamika investor membuat rencana tersebut beberapa kali tertunda.
Pada akhir 2025, Prism kembali mengajukan dokumen IPO melalui jalur rahasia (confidential filing), strategi yang memungkinkan perusahaan memperoleh masukan regulator sebelum peluncuran publik secara penuh.
Kini, dengan persetujuan regulator di tangan, peluang OYO untuk menjadi perusahaan publik terlihat jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Kinerja Keuangan OYO Mulai Meyakinkan Investor
Salah satu alasan mengapa pasar mulai memberikan respons positif terhadap IPO OYO adalah membaiknya kinerja keuangan perusahaan.
Dalam tahun fiskal 2025, Prism mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 16 persen menjadi 62,53 miliar rupee. Sementara laba bersih meningkat sekitar 6,6 persen. Perusahaan juga berhasil membukukan 12 kuartal berturut-turut dengan EBITDA positif.
Perbaikan kinerja tersebut menjadi faktor penting yang meningkatkan kepercayaan regulator maupun calon investor terhadap prospek bisnis OYO.
Baca Juga:
- Hotel Osaka PIK 2 Hadirkan “Pasar Takjil Nusantara”, Iftar All You Can Eat Rp130 Ribuan di Kawasan Eksklusif PIK 2
- AI Mulai Mengubah Cara Orang Mencari Tiket dan Hotel, Industri Travel Kini Menghadapi Biaya yang Tak Pernah Terjadi Sebelumnya
- Riyadh Air Siap Terbang ke 100 Kota Dunia, Ambisi Besar Arab Saudi Mulai Menjadi Kenyataan
Strategi Baru OYO: Bukan Lagi Sekadar Hotel Budget
Banyak orang masih mengenal OYO sebagai jaringan hotel ekonomis.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan yang dipimpin oleh Ritesh Agarwal telah melakukan transformasi besar.
OYO memperluas bisnisnya ke segmen premium, memperkuat operasional internasional, serta melakukan sejumlah akuisisi strategis. Salah satu langkah paling menarik adalah integrasi bisnis G6 Hospitality yang mengoperasikan jaringan Motel 6 di Amerika Serikat.
Langkah tersebut membantu OYO memperkuat posisinya sebagai perusahaan teknologi perjalanan global, bukan hanya operator hotel berbujet rendah.
Mengapa IPO Ini Penting untuk Industri Hospitality?
IPO OYO bukan hanya penting bagi perusahaan itu sendiri.
Keberhasilan pencatatan saham ini akan menjadi indikator penting bagi industri travel dan hospitality global yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan akibat pandemi, inflasi, dan ketidakpastian ekonomi.
Jika IPO berjalan sukses, OYO dapat menjadi contoh bagaimana perusahaan travel-tech mampu bangkit, mencatat profitabilitas, dan menarik kembali minat investor global.
Investor Kini Menunggu Langkah Berikutnya
Meski telah memperoleh persetujuan regulator, keputusan akhir mengenai waktu pencatatan saham masih akan mempertimbangkan kondisi pasar dan sentimen investor.
Prism dikabarkan sedang mengevaluasi momentum terbaik untuk meluncurkan IPO agar dapat memperoleh valuasi yang optimal.
Banyak analis menilai bahwa keberhasilan IPO ini dapat menjadi titik balik penting bagi OYO setelah beberapa tahun menghadapi tantangan dan penyesuaian strategi bisnis.
Persetujuan regulator India terhadap IPO OYO 2026 menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan yang pernah mengalami pasang surut ini kini memasuki babak baru pertumbuhan. Dengan kinerja yang membaik, ekspansi global yang semakin agresif, serta valuasi yang diperkirakan mencapai miliaran dolar AS, OYO berpeluang mencatatkan salah satu IPO paling menarik di sektor hospitality dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi investor, pasar modal India, dan industri perjalanan global, langkah OYO menuju bursa bukan sekadar pencatatan saham. Ini adalah ujian apakah model bisnis hospitality berbasis teknologi benar-benar siap menjadi pemain utama di era baru industri perjalanan dunia.
Referensi:
- Bhutia, P.D. (2026) Oyo-Parent Prism Gets Green Light From Indian Regulator for IPO. Skift, 2 June. Available at: Skift – Oyo Parent Prism Gets Green Light From Indian Regulator for IPO
- Ritter, J.R. (1991) ‘The long-run performance of initial public offerings’, Journal of Finance, 46(1), pp. 3–27. Available at: https://doi.org/10.1111/j.1540-6261.1991.tb03743.x
- Dogru, T., Mody, M. and Suess, C. (2019) ‘Adding evidence to the debate: Quantifying Airbnb’s disruptive impact on ten key hotel markets’, Tourism Management, 72, pp. 27–38. Available at: https://doi.org/10.1016/j.tourman.2018.11.008
- Guttentag, D. (2015) ‘Airbnb: Disruptive innovation and the rise of an informal tourism accommodation sector’, Current Issues in Tourism, 18(12), pp. 1192–1217. Available at: https://doi.org/10.1080/13683500.2013.827159
