Perawatan Gigi yang Sering Diabaikan: Bukan Cuma Sikat Gigi, Gusi Juga Harus Dirawat

perawatan gigi yang sering diabaikan

Daily-life.id — Rajin sikat gigi belum tentu berarti perawatan gigi sudah benar-benar lengkap.

Banyak orang baru memikirkan kesehatan gigi ketika muncul rasa sakit, gigi berlubang, gusi berdarah, atau bau mulut. Padahal, sejumlah masalah gigi dan mulut dapat berkembang perlahan tanpa menimbulkan keluhan berarti pada tahap awal.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan 56,9% penduduk Indonesia berusia tiga tahun ke atas mengalami masalah gigi dan mulut. Namun, Kementerian Kesehatan mencatat hanya sekitar 11,2% yang mencari pengobatan.

Lalu, bagian perawatan gigi apa yang paling sering diabaikan?

Gusi Sering Kalah Perhatian dari Gigi

Ketika bercermin, kebanyakan orang otomatis melihat warna dan bentuk gigi. Gusi sering tidak menjadi perhatian utama.

Padahal, menurut Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), penyakit periodontal atau penyakit pada jaringan pendukung gigi menjadi masalah kesehatan mulut nomor dua di Indonesia setelah karies atau gigi berlubang.

Masalah gusi dapat dimulai dari penumpukan plak. Jika tidak dikendalikan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi peradangan dan penyakit periodontal.

Karena itu, perawatan gigi seharusnya tidak hanya berarti membuat gigi terlihat putih dan bersih. Gusi juga perlu diperhatikan.

Menunggu Sakit Baru ke Dokter Gigi

Ini salah satu kebiasaan yang paling sering terjadi.

Kementerian Kesehatan mencatat masyarakat kerap tidak melanjutkan pemeriksaan setelah rasa sakit mereda karena obat pereda nyeri. Padahal, hilangnya rasa sakit tidak selalu berarti penyebab masalah pada gigi sudah selesai.

Masalah gigi juga dapat berkembang tanpa rasa sakit pada tahap awal. RRI, misalnya, mengutip dokter gigi yang menjelaskan bahwa kerusakan dapat bermula dari lubang kecil yang belum menimbulkan keluhan, kemudian berkembang menjadi bau mulut, gigi pecah, bahkan berujung pencabutan jika dibiarkan.

Jadi, prinsipnya bukan “sakit dulu baru periksa”, tetapi menjaga dan memeriksa sebelum masalah menjadi lebih besar.

Sikat Gigi Saja Belum Cukup

Perawatan gigi juga berkaitan dengan bagaimana seseorang menyikat gigi.

Kementerian Kesehatan mencatat banyak masyarakat masih menyikat gigi pada waktu yang kurang tepat dan dengan durasi yang terlalu singkat. Dalam keterangan Kemenkes, kebiasaan menyikat gigi setelah makan dianjurkan, sementara cara dan durasi menyikat juga berpengaruh terhadap kebersihan mulut.

Selain menyikat gigi, membersihkan area di antara gigi juga penting karena sikat gigi tidak selalu mampu menjangkau seluruh permukaan tersebut.

Baca Juga:

Akibatnya Bisa Lebih Panjang dari Sekadar Sakit Gigi

Ketika perawatan gigi yang sering diabaikan terus berlangsung, masalah dapat berkembang dari plak dan peradangan gusi menjadi kerusakan jaringan pendukung gigi.

Secara lebih luas, kesehatan mulut juga berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk makan, berbicara, dan menjalani aktivitas sehari-hari. Kajian ilmiah menunjukkan penyakit periodontal memiliki hubungan dengan berbagai kondisi kesehatan sistemik, meskipun hubungan tersebut tidak berarti setiap masalah gigi secara langsung menyebabkan penyakit tertentu.

Karena itu, merawat gigi sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai urusan penampilan.

Jangan Tunggu Gigi Berteriak

Pada akhirnya, perawatan gigi yang sering diabaikan justru biasanya merupakan hal-hal sederhana, yaitu memperhatikan gusi, membersihkan sela gigi, memperbaiki kebiasaan menyikat gigi, dan tidak menunda pemeriksaan ketika muncul keluhan.

Angkanya juga cukup menjadi pengingat. Ketika lebih dari separuh penduduk usia tiga tahun ke atas tercatat mengalami masalah gigi dan mulut, menjaga kesehatan gigi bukan lagi sekadar urusan senyum yang terlihat di depan kamera.

Gigi mungkin tidak selalu terasa bermasalah hari ini. Tetapi bukan berarti semuanya baik-baik saja.

Justru karena beberapa masalah berkembang perlahan, perawatan dan pemeriksaan rutin menjadi bagian penting dari menjaga kesehatan mulut dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *