AirAsia Hadapi Tekanan Harga BBM di 2026, Tony Fernandes Sebut Permintaan Traveling Masih Kuat

AirAsia 2026

daily-life.id – Harga bahan bakar pesawat sedang menjadi salah satu tantangan besar bagi industri penerbangan. Namun, di tengah tekanan tersebut, permintaan traveling masih kuat. Hal itu disampaikan Co-Founder AirAsia, Tony Fernandes, saat berbicara mengenai kondisi bisnis maskapai pada Jumat, 18 September 2026.

Fernandes mengatakan kondisi yang dihadapi AirAsia saat ini jauh berbeda dibandingkan masa pandemi COVID-19. Menurutnya, ketika pandemi terjadi, pesawat praktis tidak bisa terbang karena pembatasan perjalanan. Sekarang, penerbangan tetap berjalan dan permintaan penumpang masih terlihat kuat.

Harga Bahan Bakar Jadi Tantangan Utama AirAsia

Masalahnya bukan karena orang berhenti bepergian. Tekanan justru datang dari biaya operasional, terutama bahan bakar jet.

Reuters melaporkan biaya bahan bakar AirAsia melonjak 66 persen pada kuartal II 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan rata-rata mencapai sekitar US$183 per barel. Kondisi tersebut ikut menekan kinerja keuangan maskapai.

Fernandes mengatakan kuartal kedua menjadi periode yang paling berat bagi AirAsia. Namun, ia memperkirakan kondisi dapat membaik ketika harga tiket mulai menyesuaikan dengan kenaikan biaya bahan bakar.

Buat penumpang, situasi seperti ini cukup menarik untuk diperhatikan. Ketika biaya operasional maskapai naik, harga tiket juga berpotensi ikut mengalami penyesuaian.

Penumpang Masih Banyak, Booking Akhir Tahun Menguat

Meski menghadapi tekanan biaya, indikator permintaan perjalanan masih menunjukkan aktivitas yang cukup kuat.

Fernandes menyebut load factor AirAsia mencapai sekitar 80 persen pada kuartal ketiga, sementara pemesanan untuk kuartal keempat juga dinilai kuat. AirAsia juga tetap melihat prospek operasi di sejumlah pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Filipina, dan Thailand.

Artinya, minat masyarakat untuk bepergian belum berhenti meskipun kondisi ekonomi dan biaya perjalanan menghadapi tekanan.

Momentum akhir tahun juga menjadi periode penting bagi industri travel. Liburan, perjalanan keluarga, dan mobilitas lintas negara biasanya membuat permintaan penerbangan meningkat.

Baca juga:

AirAsia Sedang Mengatur Ulang Strategi

Di sisi lain, AirAsia juga melakukan sejumlah langkah untuk menghadapi tekanan biaya.

Perusahaan memangkas rute yang dinilai tidak berkinerja baik, mengembalikan sejumlah pesawat yang lebih tua kepada lessor, serta melakukan negosiasi ulang dengan vendor untuk menekan biaya. AirAsia juga sedang mempercepat strategi penggunaan pesawat A321LR dan A321XLR yang lebih sesuai dengan kebutuhan efisiensi jangka panjang.

Dalam laporan resmi perusahaan, AirAsia juga menyatakan akan melakukan penyesuaian kapasitas pada kuartal ketiga dan berencana mengembalikan kapasitas secara strategis ketika permintaan perjalanan akhir tahun meningkat.

Bagaimana Dampaknya untuk Traveler Indonesia?

Bagi traveler Indonesia, perkembangan AirAsia tetap menarik karena maskapai ini memiliki jaringan yang luas di Asia Tenggara.

Jika permintaan perjalanan tetap kuat, persaingan mendapatkan kursi penerbangan pada periode ramai seperti akhir tahun bisa semakin terasa. Di sisi lain, kenaikan biaya bahan bakar dapat membuat maskapai harus lebih berhati-hati dalam menentukan harga tiket dan kapasitas penerbangan.

Jadi, bagi kamu yang sudah punya rencana liburan akhir tahun, jangan hanya melihat harga tiket hari ini. Bandingkan beberapa tanggal keberangkatan, cek bagasi dan biaya tambahan, serta perhatikan kemungkinan perubahan harga menjelang periode liburan.

Bagi industri penerbangan, cerita AirAsia saat ini menunjukkan satu hal penting: orang masih ingin traveling, tetapi maskapai harus bekerja lebih keras untuk menjaga biaya tetap terkendali.

Dan ketika harga bahan bakar, geopolitik, kapasitas pesawat, serta permintaan penumpang saling bertemu, harga tiket pesawat bisa menjadi salah satu hal yang paling menarik untuk dipantau sampai akhir 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *