Daily-life.id – Rencana Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin nyata. Sejumlah staf Setwapres sudah berada di Nusantara, sementara Istana Wakil Presiden dibuka untuk masyarakat dalam rangka HUT RI ke-81.
IKN kembali menjadi perhatian menjelang perayaan Kemerdekaan Indonesia. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa Gibran ditargetkan mulai berkantor di IKN tahun ini.
Namun, sampai sekarang belum ada tanggal pasti kapan Gibran akan mulai bekerja secara rutin dari Nusantara. Basuki menyebut persiapannya masih berjalan, termasuk keberadaan sejumlah staf Sekretariat Wakil Presiden yang sudah mulai bekerja di IKN.
Bagi Daily-Life.id, perkembangan ini menarik bukan hanya dari sisi pemerintahan. Kehadiran Gibran di IKN bisa menjadi tanda bahwa Nusantara mulai memasuki tahap baru, dan bukan hanya dibangun, tetapi mulai benar-benar digunakan.
Istana Wakil Presiden Mulai Dipersiapkan
Bangunan Istana Wakil Presiden di IKN disebut sudah hampir selesai. Saat ini, salah satu tahap yang masih berjalan adalah pengadaan furnitur. Proses tersebut masih melalui tender.
Sementara itu, masyarakat mendapat kesempatan melihat langsung kawasan Istana Wakil Presiden pada momentum HUT ke-81 RI.
Istana Wakil Presiden dibuka untuk kunjungan masyarakat pada 15–17 Agustus 2026, pukul 10.00–17.00 WITA melalui Gerbang Plaza Demokrasi.
Tetapi jangan dibayangkan seperti mengunjungi tempat wisata biasa.
Pengunjung tetap harus mengikuti aturan, termasuk ketentuan pakaian. Atasan harus berlengan panjang dan berkerah, sementara celana atau rok harus menutupi lutut. Pengunjung juga tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman, rokok atau vape, drone, hewan peliharaan, maupun benda berbahaya.
Kenapa Gibran Berkantor di IKN Penting?
Selama ini, pembicaraan tentang IKN banyak berkisar pada pembangunan gedung, jalan, hunian ASN dan fasilitas publik.
Namun, membangun sebuah kota tentu tidak cukup hanya dengan menyelesaikan infrastrukturnya.

Baca Juga:
- Paskibra IKN Torehkan Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama
- Hari Pramuka ke-65: Bukan Cuma Nostalgia Tali-Temali, Ini yang Diharapkan dari Generasi Muda 2026
- Momen Prabowo Hormat dan Salami Jokowi di Sidang Tahunan MPR, Ini Makna di Baliknya
Sebuah kota baru mulai terasa hidup ketika orang benar-benar tinggal dan bekerja di dalamnya.
Karena itu, keberadaan staf Setwapres dan rencana Gibran berkantor di IKN mempunyai arti yang cukup penting.
Sebelumnya, Gibran juga menyampaikan bahwa sebagian stafnya akan mulai bekerja dari Istana Wakil Presiden di Nusantara. Pemerintah juga menargetkan pemindahan ribuan ASN ke IKN secara bertahap.
Artinya, prosesnya memang tidak dilakukan sekaligus.
Staf mulai bekerja lebih dulu, fasilitas dipersiapkan, kemudian aktivitas pemerintahan berjalan secara bertahap.
Istana Wapres Dibuka, Gibran Tidak Berarti Ada di Sana
Ada satu hal yang perlu diluruskan.
Meskipun Istana Wakil Presiden dibuka untuk masyarakat pada 15–17 Agustus, bukan berarti Gibran akan berada di IKN selama rangkaian perayaan tersebut.
Menurut Basuki, Gibran akan mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan HUT RI ke-81 di Jakarta.
Jadi, pembukaan Istana Wapres dan rencana Gibran mulai berkantor di IKN merupakan dua agenda yang berbeda.
IKN Mulai Memasuki Fase Baru
Dari sisi masyarakat, perkembangan ini menarik karena IKN perlahan mulai bergerak dari proyek pembangunan menjadi kawasan yang memiliki aktivitas pemerintahan dan kehidupan sehari-hari.
Ketika semakin banyak ASN dan pejabat bekerja di sana, kebutuhan terhadap hunian, transportasi, sekolah, rumah sakit, restoran, UMKM, pusat layanan hingga ruang komunitas juga akan semakin besar.
Dengan kata lain, keberhasilan IKN nantinya tidak hanya diukur dari seberapa megah gedungnya.
Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah:
Apakah orang mau tinggal, bekerja dan membangun kehidupan di sana?
Rencana Gibran berkantor di IKN menjadi salah satu bagian dari proses tersebut.
Belum ada tanggal pasti kapan Gibran mulai berkantor secara rutin di Nusantara. Tetapi persiapannya sudah berjalan, staf Setwapres telah berada di IKN, dan fasilitas Istana Wakil Presiden terus dipersiapkan.
Bagi Indonesia, ini mungkin terlihat sebagai langkah kecil.
Namun bagi IKN, kehadiran manusia dan aktivitas pemerintahan justru bisa menjadi tanda bahwa kota baru tersebut mulai memasuki babak yang berbeda, dari sekadar dibangun menjadi benar-benar digunakan.
