Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api, KAI Commuter terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait keselamatan di perlintasan sebidang. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui aksi sosialisasi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) No. 8 Stasiun Taman Kota, bekerja sama dengan Komunitas Pecinta Kereta Edan Sepur.
Jumlah Perlintasan Masih Tinggi, Kesadaran Harus Ditingkatkan
Data terkini mencatat bahwa terdapat 388 perlintasan sebidang yang dilintasi Commuter Line di wilayah Jabodetabek, Banten, dan Karawang.
Dari jumlah tersebut, 213 perlintasan resmi dan 175 tidak teregistrasi, dengan total 1.076 perjalanan Commuter Line setiap hari.
Tingginya aktivitas di lintas ini menjadi tantangan tersendiri bagi keselamatan.
Fokus Edukasi di Jalur Commuter Line Basoetta
Di jalur Commuter Line Basoetta, kecepatan perjalanan telah meningkat, menjadikan kesadaran pengguna jalan raya semakin krusial.
Di lintas ini terdapat 41 perlintasan yang harus diawasi dengan ketat. KAI Commuter terus mengimbau masyarakat untuk berhenti saat palang ditutup dan menaati rambu peringatan.

Baca Juga:
- Commuter Line: Solusi Transportasi Ramah Lingkungan yang Siap Kurangi Polusi Jakarta
- KAI Commuter Tindak Tegas Aksi Vandalisme: Pelaku Pelemparan Kereta di Bogor Diamankan
Lawan Vandalisme dan Abai di Perlintasan
Selain edukasi di perlintasan, pencegahan aksi vandalisme juga menjadi prioritas, seperti pelemparan ke kereta, perusakan sarana, atau penempatan benda asing di rel.
KAI Commuter juga menegaskan kembali aturan hukum yang berlaku, yakni UU No. 23 Tahun 2007 dan UU No. 22 Tahun 2009,
yang mewajibkan kendaraan mendahulukan kereta di perlintasan sebidang dan melarang tindakan yang mengganggu jalannya kereta api.
Keselamatan bukan hanya tanggung jawab operator, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
Melalui edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, KAI Commuter mengajak kita semua untuk disiplin dan peduli terhadap keselamatan, demi perjalanan yang aman, nyaman, dan bebas risiko. Jangan tunggu insiden terjadi baru kita peduli.
Saatnya kita berhenti, menengok, dan mendahulukan kereta api di setiap perlintasan.
