Daily-life.id – Ada satu hal menarik dari perjalanan Lisa BLACKPINK karier solo yang mungkin tidak terlalu terlihat dari luar. Ketika Lisa, Jennie, Rosé dan Jisoo mulai punya aktivitas masing-masing, ternyata hubungan mereka tidak berubah menjadi persaingan.
Justru sebaliknya.
Lisa mengungkap bahwa keempat anggota BLACKPINK masih saling memberikan dukungan ketika masing-masing menjalankan proyek solo. Mereka tetap berkomunikasi, bertukar cerita, bahkan saling memberikan apresiasi terhadap karya baru satu sama lain.
Buat Lisa, Jennie, Rosé dan Jisoo bukan sekadar teman satu grup.
Mereka sudah seperti keluarga.
Kami Sudah Saling Mengenal Terlalu Dalam
Lisa menjelaskan bahwa mereka sudah sangat memahami satu sama lain, termasuk mengetahui seberapa besar energi yang dibutuhkan ketika seseorang mengerjakan sebuah proyek.
Karena itu, ketika salah satu anggota merilis karya solo, respons mereka bukan membandingkan siapa yang lebih sukses.
Mereka justru saling menyemangati.
Lisa bercerita bahwa komunikasi dengan Jennie dan Rosé tetap berjalan melalui pesan singkat maupun FaceTime. Ia juga mengatakan dirinya senang melihat para member akhirnya bisa menjalankan sesuatu yang memang selama ini ingin mereka lakukan sendiri.
Sederhana, tetapi justru di situlah menariknya.
Di industri hiburan yang sangat kompetitif, empat perempuan yang sama-sama punya nama besar memilih untuk tetap menjadi support system satu sama lain.
Karier Solo Tidak Berarti BLACKPINK Berakhir
Perjalanan masing-masing member memang semakin berkembang.
Rosé punya kesuksesan besar lewat proyek solonya. Jennie juga membangun jalur musik dan bisnisnya sendiri. Jisoo mengembangkan aktivitas musik sekaligus akting, sementara Lisa terus memperluas kariernya sebagai penyanyi, performer dan aktris.
Pada 2026, Lisa bahkan kembali menjalani aktivitas bersama BLACKPINK setelah sebelumnya fokus mengembangkan karier individu. BLACKPINK juga telah merilis mini album DEADLINE, proyek grup pertama mereka setelah jeda beberapa tahun.
Artinya, karier solo ternyata tidak otomatis membuat identitas sebagai grup hilang.
Justru masing-masing anggota punya ruang untuk berkembang tanpa harus kehilangan hubungan sebagai BLACKPINK.

Baca Juga:
- “APT.” Rosé BLACKPINK Jadi Lagu Pertama Artis K-Pop yang Bertahan 40 Minggu di Billboard Hot 100
- PlayStation Gandeng Lisa BLACKPINK, Langkah Strategis ke Pasar Pop Culture Global
- Dampak Ekonomi Konser Besar bagi Kota dan Masyarakat: Untung atau Bikin Repot?
Lisa BLACKPINK Karier Solo dan Pelajaran tentang Support System
Kalau dilihat dari sisi Daily-Life.id, cerita Lisa ini sebenarnya bukan cuma soal K-pop.
Ada pelajaran yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kadang orang menganggap teman kerja, teman bisnis atau bahkan teman dekat harus menjadi kompetitor ketika sama-sama berkembang.
Padahal tidak selalu begitu.
Lisa dan member BLACKPINK menunjukkan bahwa seseorang bisa punya jalan sendiri tanpa harus menjatuhkan orang lain.
Temanmu sukses bukan berarti kesuksesanmu berkurang.
Begitu juga dalam pekerjaan.
Ketika seseorang mendapat kesempatan baru, mendapat promosi, membuka bisnis atau mencoba bidang yang berbeda, respons terbaik tidak selalu harus membandingkan diri.
Bisa saja justru dengan mengatakan, “Kamu keren. Lanjutkan.”
Dukungan seperti itu kelihatannya kecil, tetapi bisa punya efek besar.
BLACKPINK Justru Menunjukkan Kekuatan dari Empat Karakter Berbeda
Menariknya, keempat member BLACKPINK memang memiliki karakter dan jalur yang berbeda.
Lisa dikenal kuat dalam performance dan dance, Jennie memiliki identitas fashion serta musik yang kuat, Rosé menonjol dengan pendekatan singer-songwriter, sementara Jisoo juga semakin dikenal lewat aktivitas akting dan proyek personalnya.
Mereka tidak harus menjadi orang yang sama.
Dan mungkin justru itu yang membuat BLACKPINK tetap menarik.
Perbedaan tidak selalu harus diselesaikan dengan memilih satu pemenang.
Kadang, empat orang bisa berkembang dengan cara masing-masing dan tetap menjadi satu tim.
Itulah sisi menarik dari cerita Lisa BLACKPINK karier solo.
Di depan kamera, mereka adalah superstar global.
Di belakangnya, mereka masih bisa menjadi empat perempuan yang saling mengirim pesan, melakukan FaceTime dan memberi semangat ketika salah satu dari mereka memulai sesuatu yang baru.
