Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama pembangunan dan ekonomi nasional.
Pernyataan ini disampaikan secara resmi pada siaran pers yang menggarisbawahi fokus kebijakan pemerintah terhadap pemberdayaan masyarakat melalui sektor pariwisata.
Menteri Widiyanti menekankan bahwa visi pemerintah menjadikan pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berpihak pada masyarakat.
Pemerintah menyediakan stimulus senilai Rp 24,4 triliun khusus untuk masa libur sekolah dan momen nasional untuk memperkuat mobilitas wisatawan domestik dan mendongkrak industri pariwisata lokal.
Stimulus yang disediakan mencakup diskon 30% tiket kereta api untuk 2,8 juta penumpang, diskon 6% tiket pesawat kelas ekonomi, diskon angkutan laut 50%, dan potongan tarif tol 20% untuk sekitar 110 juta pengguna jalan tol.
Semua ini dirancang untuk mempercepat pergerakan wisatawan domestik pada periode libur sekolah dengan alokasi anggaran mencapai Rp 940 miliar (input transportasi) dan Rp 650 miliar untuk potongan tol.
Baca Juga:
- Kemenpar Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Keamanan Destinasi Wisata Mancanegara Tunjukan Pertumbuhan Positif
- Kemenpar Perkuat Promosi Pariwisata Belitung Melalui Famtrip
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Januari-Mei 2025 mencapai 5,63 juta orang.
Adanya peningkatan 7,44% dibanding tahun sebelumnya.
Perjalanan wisatawan nusantara mencapai 508,67 juta perjalanan yang artinya melonjak 16,13% dari periode tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini bukti nyata efektivitas kebijakan pemerintah dalam mendorong kegiatan ekonomi berbasis pariwisata.
Kementerian Pariwisata juga menggandeng berbagai pihak dalam kolaborasi lintas sektor, seperti program “Koperas Merah Putih” untuk memberdayakan Desa Wisata, dan program “Makan Bergizi Gratis (MBG)” sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan gizi nasional.
Semua inisiatif ini muncul sebagai bagian dari semangat membangun ekonomi masyarakat berbasis lokal dengan sinergi pentahelix pemerintahan, komunitas, akademisi, asosiasi, dan media.
Menteri Widiyanti mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjadikan pariwisata nasional yang ditopang kekayaan alam, budaya, dan komunitas sebagai modal strategis demi kemajuan inklusif dan keberlanjutan bagi Indonesia
