Jakarta, Daily-life.id – Perubahan iklim dan kerusakan ekosistem pesisir menjadi tantangan besar dunia saat ini. Namun, berbagai sektor mulai bergerak mengambil peran, termasuk industri hospitality yang semakin aktif menghadirkan program keberlanjutan.
Melalui program Somerset Kencana Jakarta konservasi mangrove Hari Mangrove Sedunia, Ascott Indonesia menunjukkan bahwa bisnis perhotelan tidak hanya berbicara tentang pengalaman menginap, tetapi juga tentang kontribusi nyata terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Ascott Indonesia bersama komunitas Mangrove Jakarta serta berbagai properti Somerset dan Pop! Hotels melakukan aksi konservasi mangrove di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu.
Sebanyak 2.000 bibit mangrove berhasil ditanam sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir Indonesia.
Ketika Industri Hotel Ikut Menjaga Masa Depan Lingkungan
Selama ini, hotel sering dikaitkan dengan sektor pariwisata dan layanan premium.
Namun, tren global menunjukkan bahwa industri hospitality mulai bergerak menuju konsep baru:
hotel bukan hanya tempat menginap, tetapi bagian dari solusi keberlanjutan.
Melalui inisiatif Somerset Kencana Jakarta konservasi mangrove Hari Mangrove Sedunia, Ascott Indonesia memperlihatkan bagaimana perusahaan dapat menggabungkan bisnis, lingkungan, dan tanggung jawab sosial dalam satu gerakan nyata.
Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Hutan mangrove berfungsi sebagai perlindungan alami dari abrasi pantai, habitat berbagai jenis satwa laut, penyerap karbon alami, serta pendukung ekonomi masyarakat pesisir.
Karena itu, menjaga mangrove bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga investasi untuk masa depan.
2.000 Bibit Mangrove Ditanam, Bukan Sekadar Seremonial
Berbeda dengan kegiatan lingkungan yang hanya berhenti pada penanaman, program ini dirancang dengan pendekatan konservasi berkelanjutan.
Para peserta tidak hanya melakukan penanaman mangrove, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai seluruh proses konservasi.
Rangkaian kegiatan meliputi:
1. Edukasi Pembibitan Mangrove
Peserta diperkenalkan dengan proses pembibitan, mulai dari persiapan hingga bagaimana bibit mangrove dapat tumbuh dengan baik.
2. Penanaman Mangrove
Sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam di kawasan Pulau Tidung Kecil sebagai bentuk kontribusi langsung terhadap pemulihan ekosistem pesisir.
3. Monitoring Mangrove yang Sudah Ditanam
Peserta juga melakukan pemantauan terhadap mangrove yang sebelumnya telah ditanam untuk melihat perkembangan pertumbuhannya.
4. Aksi Bersih Pantai
Kegiatan ditutup dengan pembersihan kawasan pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan laut.
Melalui pendekatan ini, konservasi tidak dipandang sebagai kegiatan satu hari, tetapi sebagai proses jangka panjang.
Baca Juga:
- ASR Festival 2026 Sukses Tarik 7.000 Pengunjung, Ascott Buktikan Liburan Kini Bukan Sekadar Menginap
- Ascott Regional Jabotabek Tebar Kebaikan Ramadan Lewat “Road to Ascott Takes Part Ramadan”
- Discover Batik Indonesia: Ascott Indonesia Rayakan Keindahan Warisan Budaya di Bogor
Ascott CARES: Strategi Keberlanjutan Global dari Industri Hospitality
Program Somerset Kencana Jakarta konservasi mangrove Hari Mangrove Sedunia merupakan bagian dari Ascott CARES, program keberlanjutan global yang menjadi fondasi komitmen The Ascott Limited dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Ascott CARES dibangun berdasarkan lima pilar utama:
Respect
Menghargai lingkungan, budaya, dan komunitas lokal.
Alliance
Membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan dampak lebih besar.
Community
Memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
Environment
Menjalankan praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan.
Supply Chain
Mendorong keberlanjutan dalam seluruh rantai bisnis.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian penting dari strategi bisnis modern.
Reza Dranie: Konservasi Mangrove Adalah Tanggung Jawab Bersama
Reza Dranie, Director of Operations Excellence & Sustainability Ascott Indonesia, mengatakan bahwa ekosistem mangrove memiliki peran besar dalam melindungi kawasan pesisir Indonesia.
“Ekosistem mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam melindungi kawasan pesisir Indonesia sekaligus menjaga keanekaragaman hayati, sehingga pelestariannya menjadi tanggung jawab kita bersama.”
Menurutnya, kegiatan Hari Mangrove Sedunia ini tidak hanya bertujuan menanam mangrove, tetapi juga memberikan pemahaman kepada associate dan mitra mengenai pentingnya konservasi.
“Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar kegiatan penanaman mangrove. Kami berharap para associate dan mitra dapat memahami lebih dalam pentingnya konservasi mangrove sekaligus berkontribusi secara langsung terhadap dampak jangka panjang.”
Hotel Mulai Berlomba Membuat Dampak Positif
Dunia pariwisata kini mengalami perubahan besar.
Wisatawan modern semakin mempertimbangkan nilai keberlanjutan ketika memilih hotel dan destinasi.
Mereka tidak hanya mencari kamar yang nyaman, lokasi strategis, dan fasilitas lengkap.
Tetapi juga ingin mengetahui apakah hotel peduli dengan lingkungan, apakah bisnis tersebut mendukung komunitas lokal, dan apakah perjalanan mereka memberikan dampak positif.
Karena itu, program keberlanjutan seperti Somerset Kencana Jakarta konservasi mangrove Hari Mangrove Sedunia menjadi bagian dari strategi baru industri hospitality.
Sebuah hotel tidak hanya dinilai dari pelayanan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap dunia.
Dari Jakarta untuk Indonesia: Menjaga Mangrove, Menjaga Masa Depan
Indonesia merupakan salah satu negara dengan kawasan mangrove terbesar di dunia.
Namun, ekosistem ini menghadapi berbagai ancaman akibat perubahan iklim, aktivitas manusia, dan kerusakan lingkungan.
Kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci agar konservasi dapat berjalan lebih efektif.
Melalui kegiatan ini, Ascott Indonesia menunjukkan bahwa sektor swasta memiliki peran besar dalam menciptakan perubahan.
Bisnis yang Bertanggung Jawab Akan Bertahan Lebih Lama
Program Somerset Kencana Jakarta konservasi mangrove Hari Mangrove Sedunia menjadi contoh bagaimana industri hospitality dapat mengambil peran dalam isu lingkungan global.
Dengan menanam 2.000 bibit mangrove, melakukan edukasi, monitoring, dan aksi bersih pantai, kegiatan ini membuktikan bahwa keberlanjutan membutuhkan aksi nyata.
Di masa depan, perusahaan yang mampu menggabungkan pertumbuhan bisnis dengan kepedulian lingkungan akan menjadi pemenang.
Karena menjaga bumi bukan lagi pilihan.
Tetapi sebuah tanggung jawab bersama.
Referensi:
- UNEP. (2023). Mangroves: Nature-Based Solutions for Climate Change and Coastal Protection. United Nations Environment Programme.
- FAO. (2022). The State of the World’s Forests: Forests, Biodiversity and People. Food and Agriculture Organization.
- Global Sustainable Tourism Council. (2023). GSTC Industry Criteria for Hotels. GSTC.
- The Ascott Limited. (2026). Ascott CARES Sustainability Programme. Ascott Indonesia.
