JAKARTA, Daily-life.id – Tips tetap fokus bekerja saat WFH atau WFA menjadi semakin penting di era kerja fleksibel. Bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) atau dari mana saja (Work From Anywhere/WFA) memang memberikan kebebasan lebih besar, tetapi juga menghadirkan tantangan baru seperti gangguan dari lingkungan sekitar, notifikasi media sosial, hingga sulit memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi.
Tidak sedikit pekerja yang merasa sibuk sepanjang hari, tetapi justru menyelesaikan lebih sedikit pekerjaan dibanding saat berada di kantor. Kondisi ini sering dipicu oleh distraksi yang datang tanpa disadari.
Lalu, bagaimana cara tetap fokus dan produktif saat bekerja secara fleksibel?
Mengapa Fokus Saat WFH atau WFA Lebih Sulit?
Tips tetap fokus bekerja saat WFH atau WFA tidak bisa dilepaskan dari perubahan lingkungan kerja. Di kantor, rutinitas dan struktur membantu seseorang menjaga ritme kerja. Sebaliknya, di rumah atau lokasi lain, gangguan bisa datang dari berbagai arah.
Mulai dari pekerjaan rumah tangga, keluarga, notifikasi ponsel, hingga keinginan membuka media sosial hanya “sebentar”, semuanya dapat mengganggu konsentrasi.
Penelitian juga menunjukkan bahwa perpindahan perhatian (task switching) dapat menurunkan efisiensi kerja dan membuat otak membutuhkan waktu untuk kembali fokus.
12 Tips Tetap Fokus Bekerja Saat WFH atau WFA
Buat Rutinitas Pagi yang Konsisten
Bangun, mandi, sarapan, dan berpakaian rapi membantu otak mengenali bahwa waktu kerja telah dimulai.
Tentukan Jam Kerja yang Jelas
Tetapkan waktu mulai dan selesai bekerja.
Batas waktu ini membantu menjaga disiplin sekaligus mencegah pekerjaan meluas hingga malam.
Siapkan Ruang Kerja Khusus
Tidak harus ruangan besar.
Yang penting memiliki area yang nyaman, pencahayaan baik, dan minim gangguan.
Terapkan Teknik Time Blocking
Bagi pekerjaan menjadi beberapa blok waktu, misalnya: 90 menit fokus penuh lalu 10-15 menit istirahat.
Metode ini membantu menjaga energi sepanjang hari.
Matikan Notifikasi yang Tidak Penting
Notifikasi media sosial dan aplikasi belanja sering menjadi penyebab utama hilangnya fokus.
Aktifkan mode Do Not Disturb selama bekerja.
Hindari Multitasking
Mengerjakan banyak hal sekaligus sering kali justru memperlambat penyelesaian tugas.
Fokus pada satu pekerjaan hingga selesai sebelum berpindah ke tugas berikutnya.
Tentukan Prioritas Harian
Mulailah hari dengan tiga tugas terpenting.
Menyelesaikan pekerjaan prioritas lebih dahulu dapat meningkatkan rasa pencapaian dan motivasi.
Gunakan Teknik Pomodoro
Bekerja selama 25 menit, kemudian istirahat 5 menit.
Setelah empat siklus, ambil istirahat lebih panjang.
Teknik ini efektif membantu menjaga konsentrasi.
Bergerak Secara Berkala
Duduk terlalu lama dapat menurunkan energi dan fokus.
Luangkan waktu untuk berdiri, berjalan singkat, atau melakukan peregangan setiap satu hingga dua jam.
Pisahkan Perangkat Kerja dan Pribadi
Jika memungkinkan, gunakan perangkat berbeda untuk pekerjaan dan aktivitas pribadi agar tidak mudah terdistraksi.
Komunikasikan Jadwal Kerja kepada Keluarga
Bila bekerja dari rumah, beri tahu anggota keluarga kapan Anda sedang tidak bisa diganggu, kecuali untuk keadaan mendesak.
Tutup Hari Kerja dengan Evaluasi Singkat
Luangkan lima hingga sepuluh menit untuk mengevaluasi pekerjaan yang telah selesai dan menyusun prioritas untuk esok hari.
Kebiasaan ini membantu memulai hari berikutnya dengan lebih terarah.
Baca juga:
- Bukan Sekadar Mikrofon! Neckband Mic Jadi Teknologi Baru yang Diam-Diam Mengubah Cara Orang Bekerja dan Membuat Konten
- Bekerja di Teknologi: Harus Sesuai Latar Pendidikan?
- Music yang Cocok untuk Menemani Awal Kesibukan? Ini Playlist yang Bikin Fokus, Mood Naik, dan Hari Jadi Lebih Produktif
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat WFH
Banyak pekerja tanpa sadar melakukan kebiasaan yang justru mengurangi produktivitas, seperti: bekerja sambil menonton televisi, terus membuka media sosial, tidak memiliki jadwal kerja, terlalu sering mengecek email, melewatkan waktu istirahat, dan membawa pekerjaan hingga larus malam.
Menghindari kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga kualitas kerja sekaligus kesehatan mental.
Mengapa Istirahat Sama Pentingnya dengan Fokus?
Produktivitas bukan berarti bekerja tanpa henti.
Istirahat yang cukup membantu otak memulihkan konsentrasi, meningkatkan kreativitas, dan mengurangi risiko kelelahan (burnout).
Karena itu, jadwalkan waktu makan siang, peregangan, atau berjalan sejenak di sela-sela pekerjaan.
Bangun Kebiasaan, Bukan Menunggu Motivasi
Motivasi bisa naik turun.
Sebaliknya, kebiasaan yang konsisten akan membantu seseorang tetap produktif meski sedang tidak bersemangat.
Rutinitas sederhana seperti memulai pekerjaan pada jam yang sama setiap hari sering kali lebih efektif daripada menunggu inspirasi datang.
Tips tetap fokus bekerja saat WFH atau WFA bukan hanya tentang mengurangi gangguan, tetapi juga membangun kebiasaan kerja yang sehat.
Dengan menetapkan rutinitas, mengatur prioritas, membatasi distraksi digital, dan memberi waktu istirahat yang cukup, pekerja dapat tetap produktif tanpa harus mengorbankan kesehatan fisik maupun mental.
Di era kerja fleksibel, kemampuan menjaga fokus menjadi salah satu keterampilan penting yang menentukan kualitas hasil kerja dan keseimbangan hidup.
FAQ
Bagaimana cara tetap fokus saat WFH?
Tetapkan jadwal kerja yang konsisten, siapkan ruang kerja khusus, matikan notifikasi yang tidak penting, dan gunakan teknik seperti Pomodoro atau time blocking.
Apa penyebab sulit fokus saat bekerja dari rumah?
Gangguan dari lingkungan, media sosial, pekerjaan rumah, serta tidak adanya batas yang jelas antara waktu kerja dan waktu pribadi menjadi penyebab utama.
Apakah WFA bisa tetap produktif?
Bisa. Dengan manajemen waktu yang baik, komunikasi yang jelas, dan lingkungan kerja yang mendukung, produktivitas tetap dapat terjaga.
Apa perbedaan WFH dan WFA?
WFH (Work From Home) berarti bekerja dari rumah, sedangkan WFA (Work From Anywhere) memungkinkan seseorang bekerja dari lokasi mana pun selama pekerjaan dapat diselesaikan.
Referensi:
- Allen, T.D., Golden, T.D. and Shockley, K.M. (2015) ‘How effective is telecommuting? Assessing the status of our scientific findings’, Psychological Science in the Public Interest, 16(2), pp. 40–68. https://doi.org/10.1177/1529100615593273
- Leroy, S. (2009) ‘Why is it so hard to do my work? The challenge of attention residue when switching between work tasks’, Organizational Behavior and Human Decision Processes, 109(2), pp. 168–181. https://doi.org/10.1016/j.obhdp.2009.04.002
- Bailey, D.E. and Kurland, N.B. (2002) ‘A review of telework research: Findings, new directions, and lessons for the study of modern work’, Journal of Organizational Behavior, 23(4), pp. 383–400. https://doi.org/10.1002/job.144
- Gajendran, R.S. and Harrison, D.A. (2007) ‘The good, the bad, and the unknown about telecommuting: Meta-analysis of psychological mediators and individual consequences’, Journal of Applied Psychology, 92(6), pp. 1524–1541. https://doi.org/10.1037/0021-9010.92.6.1524
