Pernah mendengar soal “skrining riwayat kesehatan” yang kini jadi kewajiban bagi peserta BPJS Kesehatan?
Mulai 2025, pemerintah mendorong semua peserta JKN untuk melakukan pengecekan ini secara rutin.
Tujuannya sederhana: mendeteksi risiko penyakit sejak dini agar penanganan bisa lebih cepat dan biaya kesehatan tetap terkendali.
Kabar baiknya, kamu tak perlu antre di fasilitas kesehatan untuk melakukannya. Semua bisa dilakukan hanya lewat HP atau laptop, cukup dengan koneksi internet yang stabil.
Kebijakan & Persyaratan Skrining BPJS Kesehatan 2025
Skrining kesehatan ini lahir dari Perpres Nomor 59 Tahun 2024.
Aturannya jelas yaitu setiap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), baik mandiri maupun PPU (Pekerja Penerima Upah), wajib melakukan skrining setidaknya sekali dalam setahun.
Tak perlu khawatir soal biaya, karena layanan ini gratis.
Kamu hanya perlu memastikan sudah terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Bahkan anggota keluarga yang terdaftar di kartu BPJS-mu juga bisa ikut skrining melalui akun yang sama.
Risiko 14 Penyakit Kronis yang Diperiksa
Lewat skrining ini, BPJS memantau risiko terhadap 14 penyakit kronis yang sering jadi penyebab masalah kesehatan serius, di antaranya:
- Diabetes melitus
- Hipertensi
- Penyakit jantung iskemik
- Stroke
- Kanker serviks dan kanker payudara
- Tuberkulosis (TBC)
- PPOK (penyakit paru obstruktif kronik)
- Talasemia
- Hepatitis
- Anemia pada remaja putri
- Kanker usus besar, paru-paru, hingga hipotiroid kongenital pada bayi
Deteksi sejak awal penting karena sebagian besar penyakit ini sering tidak menunjukkan gejala di fase awal.
Dengan skrining rutin, risiko komplikasi bisa ditekan dan peluang sembuh lebih besar jika ditemukan masalah.
Cara Melakukan Skrining BPJS: Mudah Lewat HP atau Website
Tak perlu datang ke puskesmas atau rumah sakit hanya untuk cek risiko penyakit. Kamu bisa melakukannya dalam hitungan menit. Caranya:
- Lewat Aplikasi Mobile JKN
- Unduh atau buka aplikasi Mobile JKN.
- Login dengan NIK atau nomor kartu BPJS.
- Pilih menu “Skrining Riwayat Kesehatan”, kemudian tentukan anggota keluarga yang ingin dicek.
- Jawab seluruh pertanyaan terkait kondisi tubuh dan gaya hidup.
- Lewat Website Resmi
- Kunjungi webskrining.bpjs-kesehatan.go.id.
- Masukkan NIK/kartu BPJS, tanggal lahir, serta kode captcha.
- Lengkapi formulir pertanyaan, lalu simpan hasilnya.
Pastikan kamu menyiapkan data seperti tinggi dan berat badan, riwayat penyakit, hingga kebiasaan sehari-hari agar jawaban lebih akurat.

Baca Juga:
- Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin dan Apa Saja yang Wajib Diperiksa?
- Manfaat Bercukur Bulu Alat Kemaluan bagi Kesehatan: Fakta yang Perlu Kamu Tahu
Manfaat & Tindak Lanjut Hasil Skrining
Hasil skrining akan langsung muncul setelah kamu selesai menjawab kuesioner.
Jika hasilnya “risiko rendah”, selamat! Kamu tinggal menjaga pola hidup sehat.
Namun, bila hasil menunjukkan risiko sedang atau tinggi, segera kunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas atau klinik yang terdaftar di kartu BPJS.
Tenaga medis akan membantu melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memberi saran perawatan.
Selain untuk peserta, data dari skrining juga membantu BPJS dan pemerintah menyusun strategi pelayanan kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Skrining BPJS Kesehatan bukan sekadar formalitas.
Ini adalah langkah penting agar kamu dan keluargamu tetap sehat dan terhindar dari penyakit kronis yang mahal biayanya jika sudah parah.
Jadi, jangan tunda lagi! Buka aplikasi Mobile JKN atau kunjungi website skrining BPJS sekarang. Hanya butuh beberapa menit untuk mendapatkan gambaran kesehatanmu, tapi manfaatnya bisa kamu rasakan sepanjang hidup.
Ingat: kejujuran saat mengisi data sangat penting supaya hasil skrining benar-benar mencerminkan kondisi tubuhmu.
