5 Merek Mobil Listrik yang Dipercaya dan Populer di Indonesia

Mobil listrik kini bukan lagi sekadar tren, melainkan bagian dari gaya hidup baru masyarakat Indonesia. Dari jalanan perkotaan yang padat hingga jalur antar-kota yang menantang, kendaraan ramah lingkungan ini perlahan mendapat tempat di hati konsumen.

Tapi di tengah banyaknya merek yang masuk, ada lima nama yang paling sering disebut, dipercaya, dan semakin populer di kalangan pengguna Indonesia.

1. BYD: Pemimpin Baru dengan Banyak Pilihan

Tak bisa dipungkiri, BYD saat ini menjadi bintang utama di pasar mobil listrik Indonesia.

Alasannya sederhana: variasi model yang luas, harga kompetitif, dan dukungan regulasi dari pemerintah. Dari BYD Dolphin yang ringkas, hingga Denza D9 yang premium, semua segmen seakan terjawab. Konsumen pun merasa lebih tenang karena BYD bukan hanya sekadar menjual, tapi juga menghadirkan jaringan layanan purna jual yang makin luas. Inilah yang membuat BYD cepat mendominasi.

Bukannya cuma soal model, tapi juga jumlah penjualan dan pangsa pasar yang nyata.

  • Berdasarkan data Gaikindo, pada empat bulan pertama 2025, penjualan BEV (Battery Electric Vehicle) BYD mencapai ± 9.200 unit, yang membuatnya menguasai sekitar 38,5% pasar wholesales BEV.
  • Contoh model yang laris: BYD Sealion 7 (1.793 unit pada April 2025), BYD M6, Denza D9, dan lainnya.
  • Penjualan BEV BYD hingga Agustus 2025 sudah 18.989 unit, yang menjadikannya pemain utama di segmen ini.

Kenapa BYD bisa begini?

  • Variasi modelnya banyak: dari hatchback kecil, SUV, hingga MPV premium.
  • Reputasi dan fitur yang menarik: teknologi baterai, jarak tempuh, desain yang muda dan modern.
  • Dukungan regulasi dan insentif pajak yang membantu (PPN/PPnBM, insentif impor/CKD) yang menurunkan harga efektif.

2. Wuling: EV yang Membawa Listrik ke Jalanan Kota

Jika ada merek yang berhasil “membumikan” mobil listrik di Indonesia, jawabannya adalah Wuling. Kehadiran Wuling Air EV jadi titik balik: mobil mungil, harga relatif terjangkau, dan sangat pas untuk kebutuhan harian di perkotaan.

Banyak masyarakat yang akhirnya berani mencoba mobil listrik pertama kali karena Wuling, lalu jatuh cinta pada kemudahan penggunaannya.

Bagi banyak keluarga muda, Wuling jadi simbol transisi ramah lingkungan yang realistis.

  • Data Gaikindo menunjukkan bahwa Wuling menorehkan ± 3.687 unit BEV (whole sales) dalam 4 bulan pertama 2025 – sekitar 15,4% pangsa pasar BEV.
  • Model-model Wuling seperti Air EV, Binguo EV, Cloud EV yang diproduksi secara lokal (CKD) menarik banyak minat. Misalnya di Mei 2025, Wuling Air EV terjual 419 unit.

Faktor yang membuat Wuling populer adalah,

  • Harga yang lebih bersahabat dibanding EV impor penuh.
  • Produksi lokal (CKD) → biaya impor & logistik bisa ditekan.
  • Bentuk/ukuran mobil yang cocok untuk penggunaan dalam kota (mobilitas harian, parkir, jalanan padat).

3. Chery: SUV Listrik dengan Sentuhan Modern

Masih terbilang baru di pasar Indonesia, Chery langsung mencuri perhatian lewat SUV listrik mereka. Desain yang kekinian, kabin lapang, dan harga yang tidak “mencekik” membuat merek ini cepat naik daun.

Chery berhasil memosisikan diri sebagai pilihan alternatif bagi mereka yang ingin tampil beda, tapi tetap mengutamakan kepraktisan.

Popularitasnya tumbuh berkat keberanian menawarkan model SUV listrik di saat pasar masih minim opsi sejenis.

Penjualan Chery di 4 bulan pertama 2025 mencapai ≈ 3.441 unit, sekitar 14,4% pangsa pasar BEV.

Model SUV listrik mereka, seperti Chery J6 (iCar 03), terus muncul sebagai salah satu pilihan populer. Di Mei 2025, Chery J6 terjual 580 unit.

Produksi lokal juga mulai ada (CKD) untuk beberapa model, yang bisa menekan harga dan mempercepat distribusi.

Baca juga:

4. Aion: Pendatang Baru dengan Pertumbuhan Cepat

Nama Aion mungkin belum seterkenal Wuling atau BYD, tapi merek ini melaju kencang. Pertumbuhan penjualannya dalam waktu singkat membuktikan bahwa konsumen Indonesia mulai melirik Aion sebagai opsi serius. Salah satu daya tariknya adalah model dengan desain futuristik serta performa baterai yang menjanjikan jarak tempuh lebih panjang.

Aion seolah jadi representasi generasi baru EV yang berani tampil beda dan membawa teknologi terbaru.

Contohnya di Maret 2025, Aion Hyptec mencapai 886 unit, naik besar dibanding bulan sebelumnya.

Pangsa pasar relatif lebih kecil, tapi konsumen yang membeli Aion cenderung menyukai performa dan desainnya yang futuristik.

5. Hyundai & MG: Segmen Premium yang Tetap Dicari

Untuk segmen lebih tinggi, Hyundai dan MG tetap jadi merek yang dipercaya masyarakat.

Hyundai Ioniq 5 misalnya, sukses besar berkat desain futuristik, kenyamanan kabin, dan citra merek global.

Di sisi lain, MG 4 EV menawarkan gaya Eropa dengan harga yang relatif kompetitif untuk kelasnya.

Meski jumlahnya tidak sebanyak merek Cina, dua brand ini tetap punya tempat karena citra premium dan kualitas yang sudah diakui secara internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *