SADARI Setelah Menstruasi: Cara Mudah Deteksi Dini Kanker Payudara di Rumah

SADARI Setelah Menstruasi: Cara Mudah Deteksi Dini Kanker Payudara di Rumah Kredit Foto: Uni Charm

Menurut data WHO tahun 2022, lebih dari 2 juta perempuan di dunia didiagnosis menderita kanker payudara. Di Indonesia sendiri, angka kasus baru mencapai lebih dari 66 ribu per tahun (Global Cancer Observatory). Angka ini menjadikan kanker payudara sebagai penyakit kanker nomor satu yang paling banyak dialami perempuan Indonesia.

Kabar baiknya, kanker payudara bisa disembuhkan — asal diketahui sejak dini. Namun, kesadaran perempuan Indonesia untuk melakukan deteksi dini masih tergolong rendah. Banyak yang baru memeriksakan diri ketika gejala sudah terasa berat atau bahkan memasuki stadium lanjut.

Gerakan “Ayo SADARI Setelah Menstruasi”

Berangkat dari kepedulian terhadap kesehatan perempuan Indonesia, brand pembalut CHARM bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menggagas kampanye “Ayo SADARI Setelah Menstruasi” sejak tahun 2021.

Kampanye ini telah menjangkau lebih dari 15.000 perempuan di seluruh Indonesia, mulai dari siswi SMP, SMA, mahasiswi, hingga komunitas perempuan di berbagai daerah — baik secara online maupun offline.

Tahun ini, CHARM dan YKPI kembali menggelar edukasi untuk lebih dari 1.000 mahasiswi di Jakarta dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Kanker Payudara.

Pesan dari Dokter: SADARI Bisa Selamatkan Hidup

Dalam kegiatan tersebut, Dr. dr. Agus Sutarman, SpB. Subsp Onk (K). SH. MH. MARS menegaskan bahwa kanker payudara bukan hanya menyerang perempuan usia lanjut.

“Kanker payudara bisa menyerang usia muda. Tapi kabar baiknya, ini bisa dicegah dengan melakukan SADARI (perikSA payuDAra sendiRI) secara rutin dan disiplin, serta SADANIS (perikSA payuDAra kliNIS) oleh tenaga medis,” ujarnya.

Lebih lanjut dr. Agus mengatakan bahwa kanker payudara bisa disembuhkan apabila ditemukan secara dini dan ditangani dengan cepat. “Karena itu, kami anjurkan perempuan untuk melakukan SADARI 7–10 hari setelah hari pertama menstruasi,” imbuhnya.

Dokter Agus menambahkan, edukasi ini diharapkan bisa menjadi gerakan berantai:

“Kami berharap para mahasiswi bisa menjadi agen edukasi bagi teman dan keluarga mereka. Semakin banyak perempuan yang sadar, semakin banyak nyawa yang bisa diselamatkan,” ujarnya lagi.

Baca Juga:

Kapan Waktu Tepat Melakukan SADARI?

SADARI sebenarnya mudah dilakukan dan tidak membutuhkan alat khusus. Namun, waktu pelaksanaannya penting agar hasil pemeriksaan lebih akurat.

Berikut panduan waktunya:

Untuk perempuan yang masih menstruasi:
Lakukan SADARI 7–10 hari setelah hari pertama menstruasi.
Pada fase ini, kondisi payudara sudah tidak terasa nyeri dan jaringan payudara lebih lunak, sehingga perubahan bisa lebih mudah dirasakan.

Untuk perempuan yang sudah menopause:
Pilih hari yang sama setiap bulan, misalnya tanggal 1 atau tanggal ulang tahun, agar mudah diingat dan jadi rutinitas.

Untuk ibu hamil atau menyusui:
Lakukan SADARI setiap bulan pada waktu yang sama, sebaiknya setelah menyusui, karena payudara dalam kondisi lebih kosong dan mudah diperiksa.

SADARI Setelah Menstruasi: Cara Mudah Deteksi Dini Kanker Payudara di Rumah Kredit Foto: Uni Charm
SADARI Setelah Menstruasi: Cara Mudah Deteksi Dini Kanker Payudara di Rumah Kredit Foto: Uni Charm

Mengapa SADARI Penting untuk Deteksi Dini?

SADARI bukan sekadar pemeriksaan fisik, tapi bentuk cinta dan kepedulian terhadap diri sendiri.
Berikut alasan mengapa SADARI penting dilakukan secara rutin:

  1. Deteksi lebih awal = peluang sembuh lebih tinggi
    Jika benjolan atau kelainan ditemukan di tahap awal, pengobatan bisa dilakukan lebih cepat dan hasilnya jauh lebih baik.
  2. Mengenal tubuh sendiri
    Dengan SADARI, perempuan jadi lebih akrab dengan kondisi payudara mereka. Perubahan kecil pun bisa langsung terasa dan segera diperiksakan.
  3. Tidak butuh biaya
    SADARI bisa dilakukan sendiri di rumah tanpa peralatan khusus — hanya butuh niat dan kesadaran.
  4. Membentuk kebiasaan sehat
    Melakukan SADARI secara rutin mendorong perempuan untuk lebih peka terhadap tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

Menstruasi dan Kesadaran Diri yang Terhubung

Menariknya, momen setelah menstruasi ternyata adalah waktu terbaik untuk mengingatkan diri sendiri melakukan SADARI.

Sri Haryani, Direktur Unicharm Indonesia, menjelaskan:

“Karena SADARI disarankan dilakukan 7–10 hari setelah hari pertama menstruasi, kami ingin perempuan menjadikan momen itu sebagai waktu refleksi diri — untuk menjaga dan mencintai tubuh mereka.”

Sebagai bentuk komitmen, CHARM kini menambahkan logo “Ayo SADARI Setelah Menstruasi” di berbagai produknya seperti CHARM Daun Sirih, CHARM Cooling Fresh, CHARM Safe Night, CHARM Pantyliner, dan CHARM Panties.

“Kami berharap setiap kali perempuan mengganti pembalut, mereka teringat untuk melakukan SADARI. Kesehatan dimulai dari kebiasaan kecil yang konsisten,” tambah Sri.

Lebih dari Sekadar Kampanye

Bagi Unicharm, gerakan ini sejalan dengan semangat Love Your Possibilities, yakni keyakinan bahwa setiap perempuan memiliki potensi tanpa batas.

“Kami ingin mendukung perempuan Indonesia agar bisa terus berkembang, berdaya, dan sehat — karena tubuh yang sehat adalah fondasi dari segala kemungkinan,” tutup Sri Haryani.

d

SADARI bukan hal rumit. Hanya perlu lima menit setiap bulan untuk mengenali tubuh sendiri — dan langkah kecil itu bisa menyelamatkan hidup.

Jadi, mulai bulan ini, yuk jadikan “Ayo SADARI Setelah Menstruasi” bukan sekadar slogan, tapi gaya hidup baru untuk perempuan Indonesia yang sadar, kuat, dan peduli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *