Populasi Lansia Indonesia Terus Bertambah, Kenali 5 Cara Mencegah Luka Dekubitus Sejak Dini

ilustrasi Lansia Indonesia - sumber foto istimewa

Bertambahnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia menjadi kabar baik. Namun, di balik itu, muncul tantangan baru yang perlu mendapat perhatian bersama, yaitu bagaimana memastikan para lansia tetap sehat, nyaman, dan memiliki kualitas hidup yang baik. Salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi adalah luka dekubitus atau luka tekan, kondisi yang dapat dialami lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Luka dekubitus bukan sekadar luka biasa. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan, memperpanjang proses penyembuhan, hingga menambah beban bagi keluarga maupun caregiver yang merawat lansia di rumah.

Kesadaran mengenai pentingnya pencegahan inilah yang mendorong PT Uni-Charm Indonesia Tbk bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DKI Jakarta menggelar webinar nasional bertajuk “Menuju Nol Dekubitus: Manajemen Keperawatan Komprehensif Inkontinensia Urine & Kesehatan Kulit Lansia.” Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tersebut diikuti lebih dari 1.000 tenaga medis dari berbagai daerah di Indonesia.

Indonesia Memasuki Era Populasi Menua

Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia kini mulai memasuki fase ageing population. Jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diperkirakan mencapai sekitar 34,07 juta jiwa, atau sekitar 12 persen dari total populasi.

Seiring meningkatnya jumlah lansia, kebutuhan akan layanan kesehatan dan edukasi mengenai perawatan yang tepat pun semakin besar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah tingginya angka kejadian luka dekubitus.

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan prevalensi luka dekubitus di Indonesia masih berada di atas 30 persen. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik lansia, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup serta memberikan tantangan tersendiri bagi keluarga yang merawat mereka.

Mengapa Lansia Rentan Mengalami Luka Dekubitus?

Dalam webinar tersebut, dokter spesialis dermatologi Dr. dr. Windy Keumala Budianti, Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I., FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa lansia lebih rentan mengalami luka dekubitus akibat tekanan yang terjadi terus-menerus pada bagian tubuh tertentu ketika berada dalam posisi yang sama dalam waktu lama.

Risiko tersebut meningkat apabila kulit sering terpapar urin maupun kotoran sehingga kelembapan kulit bertambah, pH kulit berubah, dan lapisan pelindung kulit menjadi lebih mudah rusak. Kondisi ini membuat kulit lebih rentan mengalami iritasi, gesekan, hingga luka tekan.

Lima Langkah Sederhana Mencegah Luka Dekubitus

Perawat spesialis keperawatan Ns. Eka Widiati, M.Kep., Sp.Kep.An, ETN membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan di rumah untuk membantu menjaga kesehatan kulit lansia.

Mengubah Posisi Tubuh Secara Berkala

Lansia dianjurkan mengubah posisi tubuh setiap dua jam sekali agar tekanan pada satu titik tubuh tidak berlangsung terlalu lama.

Rutin Memeriksa Kondisi Kulit

Pemeriksaan kulit setiap hari membantu menemukan tanda-tanda awal kemerahan sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi luka.

Hindari Memijat Area yang Memerah

Meskipun sering dianggap membantu melancarkan peredaran darah, memijat area yang sudah mengalami kemerahan justru dapat memperburuk kondisi jaringan kulit.

Baca juga:

Menjaga Kebersihan Tempat Tidur

Sprei yang bersih, rapi, dan selalu kering membantu mengurangi gesekan pada kulit sekaligus memberikan kenyamanan bagi lansia.

Memilih Popok Dewasa yang Mendukung Kesehatan Kulit

Bagi lansia yang mengalami inkontinensia urine, penggunaan popok dewasa yang mampu menjaga sirkulasi udara dan mengurangi kelembapan menjadi salah satu aspek penting dalam mencegah risiko luka dekubitus.

Inovasi Produk Menjadi Pendukung Perawatan Lansia

Selain edukasi, perkembangan teknologi pada produk kesehatan juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam perawatan lansia. Saat ini telah tersedia popok dewasa dengan material yang dirancang memiliki sirkulasi udara lebih baik sehingga membantu menjaga kulit tetap kering dan nyaman.

Salah satunya adalah Lifree tipe perekat yang menggunakan material 100 persen breathable, memungkinkan udara bersirkulasi sehingga kulit tidak mudah terasa pengap. Produk ini juga dilengkapi teknologi jalur serap aktif yang membantu menyerap cairan secara cepat dan merata, serta perekat yang tetap kuat meskipun dibuka dan dipasang kembali berulang kali.

Fitur-fitur tersebut diharapkan dapat membantu caregiver memberikan perawatan yang lebih nyaman sekaligus mendukung upaya menjaga kesehatan kulit lansia.

Edukasi Menjadi Kunci Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia

Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk, Yasutaka Nishioka, mengatakan bahwa perusahaan terus berupaya menghadirkan inovasi produk yang didukung edukasi kepada tenaga kesehatan maupun masyarakat.

Melalui kolaborasi bersama PPNI dan berbagai pakar kesehatan, Unicharm berharap semakin banyak keluarga serta caregiver memahami pentingnya pencegahan luka dekubitus sejak dini. Dengan pengetahuan yang tepat, perawatan yang konsisten, serta dukungan produk yang sesuai kebutuhan, kualitas hidup lansia di Indonesia diharapkan dapat terus meningkat sehingga mereka ddapat menikmati masa tua dengan lebih sehat, nyaman, dan bermartabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *