JAKARTA – Selama bertahun-tahun, persaingan platform pemesanan perjalanan didominasi oleh perang harga. Diskon tiket pesawat, promo hotel, cashback, hingga voucher menjadi strategi utama untuk menarik pelanggan. Namun, pendekatan tersebut mulai berubah.
Di India, startup travel fintech Scapia memilih jalur yang berbeda. Alih-alih menawarkan harga paling murah, perusahaan ini membangun ekosistem yang menghubungkan kartu kredit, program loyalitas, dan platform pemesanan perjalanan dalam satu layanan. Strategi ini memunculkan pertanyaan baru: bagaimana kartu kredit mengubah cara generasi muda memesan liburan?
Pendekatan tersebut mulai menarik perhatian industri karena memanfaatkan kebiasaan belanja sehari-hari sebagai pintu masuk menuju layanan perjalanan.
Bagaimana Kartu Kredit Mengubah Cara Generasi Muda Memesan Liburan?
Model bisnis Scapia berangkat dari perubahan perilaku konsumen.
Saat ini, masyarakat tidak hanya menggunakan kartu kredit untuk membayar tagihan atau berbelanja. Setiap transaksi harian, mulai dari membeli kopi, berbelanja kebutuhan rumah tangga, hingga membayar transportasi, dapat menghasilkan poin yang kemudian ditukarkan untuk tiket pesawat, hotel, atau kebutuhan perjalanan lainnya.
Dengan kata lain, aktivitas sehari-hari secara perlahan dikonversi menjadi dana untuk berlibur.
Konsep ini membuat perjalanan terasa lebih terjangkau tanpa harus menunggu promo besar dari platform online travel agent (OTA).
Tidak Lagi Bertarung Lewat Diskon
Berbeda dengan sebagian besar OTA yang mengandalkan perang harga, Scapia membangun nilai tambah melalui loyalitas pelanggan.
Pengguna tidak hanya memperoleh akses ke layanan pemesanan penerbangan dan hotel, tetapi juga layanan kereta api, bus, pengurusan visa, hingga perlengkapan perjalanan.
Seluruh layanan tersebut hanya tersedia bagi pemegang kartu kredit Scapia, sehingga perusahaan menciptakan ekosistem tertutup yang mendorong pelanggan tetap menggunakan platform yang sama.
Strategi seperti ini membuat hubungan dengan pelanggan menjadi lebih panjang dibanding sekadar transaksi satu kali.
Reward dari Belanja Harian Menjadi Modal Liburan
Salah satu daya tarik utama model ini adalah sistem reward.
Semakin sering pengguna bertransaksi menggunakan kartu, semakin besar pula poin perjalanan yang dapat dikumpulkan.
Poin tersebut kemudian dapat digunakan untuk mengurangi biaya perjalanan ketika melakukan pemesanan melalui platform Scapia.
Pendekatan ini mengubah persepsi terhadap kartu kredit, dari sekadar alat pembayaran menjadi instrumen yang mendukung gaya hidup dan mobilitas.
Mengapa Investor Tertarik?
Model bisnis tersebut juga mendapat respons positif dari investor.
Scapia baru saja memperoleh pendanaan sebesar US$63 juta, sehingga total investasi yang berhasil dihimpun mencapai US$135 juta. Pendanaan terbaru ini turut meningkatkan valuasi perusahaan menjadi lebih dari US$539 juta, menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap potensi travel fintech di India.
Bagi investor, kekuatan Scapia tidak hanya berada pada bisnis perjalanan, tetapi juga pada kemampuan membangun hubungan jangka panjang melalui layanan keuangan.
Perjalanan, Pembayaran, dan Loyalitas Kini Menjadi Satu Ekosistem
Keunggulan lain dari model ini adalah integrasi layanan.
Selain memperoleh reward perjalanan, pengguna juga menikmati berbagai manfaat seperti: transaksi luar negeri tanpa biaya konversi mata uang (zero foreign exchange markup), akses ke fasilitas bandara, serta opsi mencicil biaya perjalanan tanpa bunga untuk periode tertentu.
Kombinasi manfaat tersebut menciptakan pengalaman yang lebih praktis dibanding harus menggunakan beberapa aplikasi berbeda.
Apa Dampaknya bagi Industri Travel?
Strategi seperti ini menunjukkan bahwa masa depan industri perjalanan mungkin tidak lagi ditentukan oleh siapa yang memberikan diskon terbesar.
Sebaliknya, perusahaan yang mampu menghubungkan pembayaran, loyalitas pelanggan, dan pengalaman perjalanan dalam satu platform berpotensi memiliki hubungan yang lebih kuat dengan konsumennya.
Hal ini juga membuka peluang baru bagi bank, perusahaan fintech, maskapai, dan jaringan hotel untuk membangun kolaborasi yang lebih erat.
Baca juga:
- Maskapai Kini Tak Lagi Bergantung pada Tiket, Kartu Kredit Justru Jadi Mesin Uang Baru
- Kartu Kredit Travel Terbaik 2026: Cara Ubah Pengeluaran Jadi Liburan Premium dengan Marriott Bonvoy Mandiri Credit Card
- Apakah Kartu Kredit Masih Diperlukan dalam 5 Tahun ke Depan?
Bisakah Model Ini Berkembang di Indonesia?
Indonesia memiliki karakteristik pasar yang mendukung pendekatan serupa.
Jumlah pengguna pembayaran digital terus meningkat, sementara minat masyarakat terhadap perjalanan domestik maupun internasional juga berkembang.
Jika bank, perusahaan fintech, maskapai, dan platform perjalanan mampu menghadirkan ekosistem yang memberikan manfaat nyata bagi pengguna, model seperti Scapia berpotensi menjadi inspirasi bagi inovasi layanan perjalanan di Indonesia.
Jawaban atas pertanyaan bagaimana kartu kredit mengubah cara generasi muda memesan liburan terletak pada perubahan fungsi kartu kredit itu sendiri.
Kini, kartu kredit tidak hanya menjadi alat pembayaran, tetapi juga pintu masuk menuju ekosistem perjalanan yang menggabungkan reward, loyalitas pelanggan, dan kemudahan pemesanan dalam satu platform.
Strategi Scapia menunjukkan bahwa masa depan industri travel mungkin tidak lagi ditentukan oleh perang harga, melainkan oleh kemampuan menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui pengalaman yang lebih personal dan terintegrasi.
FAQ
Apa itu Scapia?
Scapia adalah perusahaan travel fintech asal India yang menggabungkan kartu kredit, program reward, dan platform pemesanan perjalanan dalam satu ekosistem.
Bagaimana cara kerja model bisnis Scapia?
Pengguna memperoleh poin dari transaksi sehari-hari menggunakan kartu kredit, kemudian menukarkannya untuk layanan perjalanan seperti tiket pesawat, hotel, kereta, atau bus melalui platform Scapia.
Mengapa model ini menarik?
Karena memberikan manfaat jangka panjang melalui reward, kemudahan pembayaran, dan layanan perjalanan yang terintegrasi, bukan hanya mengandalkan diskon.
Referensi:
- Reserve Bank of India. (2025) Annual Report 2024–25. Available at: https://www.rbi.org.in
- World Travel & Tourism Council. (2025) Economic Impact Research. Available at: https://wttc.org
- McKinsey & Company. (2024) The Future of Digital Payments. Available at: https://www.mckinsey.com
