JAKARTA, Daily-Life.id — Kalau mendengar kata PlayStation, yang terbayang biasanya sederhana: televisi, controller, sofa, lalu mulai bermain.
Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, PlayStation sudah berkembang jauh lebih besar dari sekadar sebuah konsol game.
Ada game, layanan berlangganan, komunitas, perangkat remote play, aksesori, hingga fitur yang membuat pengalaman bermain semakin personal. Bahkan, Sony mencatat PS5 telah terjual lebih dari 84 juta unit di seluruh dunia hingga September 2025.
Angka tersebut menunjukkan bahwa, PlayStation masih punya tempat yang sangat kuat di kehidupan gamer.
PS5 Sudah Berusia 6 Tahun, Tapi Ceritanya Belum Selesai
PlayStation 5 pertama kali dirilis secara global pada 12 November 2020.
Konsol ini hadir ketika dunia sedang berada dalam masa pandemi, tetapi justru menjadi salah satu peluncuran konsol terbesar dalam sejarah PlayStation. Sony menyebut PS5 membawa generasi baru pengalaman bermain melalui SSD berkecepatan tinggi, teknologi audio 3D dan controller DualSense dengan fitur haptic feedback serta adaptive triggers.
Enam tahun kemudian, PS5 bukan lagi sekadar perangkat yang dibeli untuk memainkan beberapa game favorit.
Ekosistemnya sudah semakin luas.
Dan mungkin inilah alasan mengapa PlayStation masih relevan meski cara orang menikmati game terus berubah.
84 Juta PS5, 7.500 Game dan 100 Miliar Jam Bermain
Ada angka menarik di balik popularitas PS5.
Menurut data internal Sony hingga September 2025, lebih dari 84 juta unit PS5 telah terjual secara kumulatif, lebih dari 7.500 game PS5 telah diterbitkan, game tersebut datang dari lebih dari 4.000 kreator di seluruh dunia, pemain PS5 telah menghabiskan sekitar 100 miliar jam bersemain, serta pemain telah mendapatkan sekitar 40 miliar trophy, termasuk 110 juta platinum trophy.
Kalau dipikir-pikir, 100 miliar jam bukan angka kecil.
Itu menunjukkan bahwa bagi banyak orang, bermain game sudah menjadi bagian dari rutinitas hiburan—sama seperti menonton film, mendengarkan musik atau menikmati konten digital lainnya.
Yang Menarik Bukan Hanya Game-nya
Salah satu kekuatan PlayStation sekarang adalah ekosistemnya.
Misalnya, ada PlayStation Plus, layanan berlangganan yang berkembang dari sekadar akses bermain online menjadi layanan dengan katalog game, game klasik, cloud streaming dan game trial pada tier tertentu.
Artinya, gamer tidak selalu harus membeli setiap game satu per satu untuk mendapatkan pengalaman bermain yang beragam.
Konsepnya mulai bergeser.
Dari, “saya punya konsol dan beberapa game” menjadi “saya punya akses ke sebuah ekosistem gaming.”
Buat gamer yang sudah menghabiskan banyak waktu di depan layar, perubahan ini cukup signifikan.
PlayStation Juga Mulai Menjawab Kebutuhan Gamer yang Berbeda
Hal menarik lainnya adalah bagaimana PlayStation semakin memperhatikan cara orang bermain.
Salah satu contohnya adalah PlayStation Portal, perangkat remote player yang memungkinkan pengguna memainkan game PS5 melalui koneksi Remote Play tanpa harus selalu duduk di depan televisi. PlayStation memperkenalkannya pada 2023 dengan layar LCD 8 inci dan fitur yang membawa pengalaman PS5 ke berbagai area di rumah.
Jadi, kalau televisi sedang dipakai keluarga, masih ada pilihan.
Mau bermain dari sofa, bisa juga.
Dari tempat tidur, sudah tentu pasti bisa.
Konsep bermain pun menjadi lebih fleksibel.
Controller-nya Juga Bukan Sekadar Alat
Salah satu hal yang membuat pengalaman PS5 berbeda adalah DualSense.
Controller ini memiliki haptic feedback dan adaptive triggers, sehingga sensasi ketika bermain bisa dibuat berbeda berdasarkan apa yang terjadi di dalam game.
Misalnya, tarikan senjata, permukaan yang dilewati karakter atau tekanan tertentu pada gameplay dapat diterjemahkan menjadi sensasi di tangan.
Sederhananya, Sony mencoba membuat gamer bukan hanya melihat permainan, tetapi juga merasakan sebagian pengalaman tersebut.
Itulah mengapa teknologi controller menjadi bagian penting dari perkembangan PS5.

Baca juga:
- Lenovo AI Student Phone Hadir Tanpa Game dan Media Sosial, Apakah Ini Masa Depan Smartphone untuk Anak?
- Konami Kembali Jadi Sorotan, Mengapa Game Lawas Kini Justru Makin Diburu?
- “Immersive Gaming” Mendadak Viral, Dunia Game Kini Tidak Lagi Sekadar Dimainkan Tapi ‘Dihidupi’
Bahkan Game Lama Tidak Ditinggalkan Begitu Saja
Salah satu alasan orang tetap nyaman berada di ekosistem PlayStation adalah keberadaan backward compatibility.
Saat PS5 diluncurkan, Sony menyatakan lebih dari 99 persen dari lebih dari 4.000 game PS4 dapat dimainkan di PS5. Beberapa game juga mendapatkan peningkatan melalui Game Boost.
Bagi gamer yang sudah mengumpulkan game selama bertahun-tahun, hal ini penting.
Karena membeli konsol baru tidak selalu berarti harus meninggalkan koleksi lama.
Dan bagi sebagian gamer, koleksi tersebut bukan sekadar file atau disc.
Ada kenangan di dalamnya.
PlayStation Sekarang Juga Punya Cerita yang Lebih Besar dari Gaming
Perkembangan PlayStation sebenarnya menunjukkan perubahan yang terjadi di industri hiburan.
Game tidak lagi berdiri sendiri.
Karakter dan cerita dari game dapat berkembang menjadi film, serial, merchandise, komunitas dan berbagai bentuk hiburan lainnya.
Sony sendiri mencatat sejumlah franchise PlayStation telah berkembang melampaui game. Salah satu contohnya adalah The Last of Us, sementara Gran Turismo bahkan telah berkembang menjadi bagian dari budaya otomotif dan kompetisi balap virtual.
Jadi, ketika seseorang membeli PlayStation hari ini, yang didapat bukan hanya sebuah mesin untuk memainkan game.
Ada sebuah dunia hiburan digital di belakangnya.
Game Baru Terus Berdatangan
Ekosistem tersebut juga terus diisi dengan game baru.
Di halaman resmi PlayStation Indonesia, sejumlah judul baru dan mendatang untuk PS5 terus diperbarui. Salah satunya SAROS, yang dirilis pada 30 April 2026, sementara berbagai game lain dari PlayStation Studios dan pengembang pihak ketiga terus mengisi katalog PS5.
Ini penting karena usia sebuah konsol sebenarnya tidak hanya ditentukan dari kapan perangkatnya diluncurkan.
Yang lebih penting adalah apakah masih ada alasan untuk menyalakannya?
Dan melihat jumlah game yang tersedia serta terus bertambah, jawabannya untuk PS5 masih cukup jelas.
Jadi, Kenapa Orang Masih Memilih PlayStation?
Jawabannya mungkin bukan karena PlayStation memiliki satu fitur yang paling hebat.
Justru karena banyak hal kecil bekerja bersama.
Game yang beragam.
Controller yang semakin imersif.
Layanan digital.
Komunitas.
Backward compatibility.
Remote play.
Aksesori.
Dan tentu saja, franchise yang sudah memiliki basis penggemar selama puluhan tahun.
PlayStation pertama kali hadir pada era ketika bermain game identik dengan duduk di depan televisi dan memasukkan disc.
Sekarang, cara bermainnya sudah jauh berbeda.
Namun satu hal masih sama, yaitu orang tetap mencari tempat untuk bermain, bersantai, berkompetisi dan melarikan diri sejenak dari rutinitas.
Dan mungkin itu alasan paling sederhana mengapa PlayStation masih bertahan.
Bukan hanya karena teknologinya.
Tetapi karena pengalaman yang diberikan sudah menjadi bagian dari gaya hidup digital banyak orang.
