Amadeus Gandeng Anthropic Claude, Bawa Teknologi Travel Langsung ke Dalam AI

Amadeus gandeng Anthropic Claude (Image: Amadeus)

Daily-life.id — Amadeus gandeng Anthropic Claude dalam kemitraan baru yang menandai langkah besar industri travel teknologi menuju era AI agentic.

Amadeus, salah satu raksasa teknologi perjalanan dunia yang jadi tulang punggung sistem pemesanan tiket pesawat dan hotel di ribuan platform travel global,

resmi mengumumkan kolaborasi dengan Anthropic untuk membawa data penerbangan dan destinasi mereka langsung ke dalam ekosistem Claude, baik untuk developer maupun profesional travel.

Dua Jalur Integrasi: Developer dan Profesional Travel

Kemitraan ini menyasar dua audiens yang berbeda sekaligus. Untuk kalangan developer, Amadeus tengah menyiapkan sebuah toolkit khusus di dalam Claude Code, yaitu alat coding agentic milik Anthropic

yang akan menggabungkan dokumentasi, sistem autentikasi, konektivitas, dan konten travel Amadeus dalam satu lingkungan kerja.

Tujuannya jelas, yaitu developer bisa mengeksplorasi kemampuan sistem Amadeus lewat bahasa natural langsung dari lingkungan coding mereka, tanpa perlu bolak-balik membuka portal developer,

dokumentasi teknis, dan sistem terpisah lainnya seperti yang selama ini jadi kebiasaan.

Sementara itu, untuk kalangan profesional travel, mulai dari agen perjalanan, tim operasional maskapai, hingga pelaku bisnis pariwisata, Amadeus tengah menjajaki plugin khusus untuk Claude Cowork.

Aplikasi kerja agentic milik Anthropic yang dirancang untuk pekerjaan pengetahuan (knowledge work) sehari-hari.

Lewat plugin ini, pengguna berpotensi bisa mengakses informasi, melakukan riset, menyusun konten, menganalisis data,

hingga menjalankan aksi langsung di dalam sistem Amadeus. Semuanya lewat percakapan bahasa natural, bukan lagi navigasi manual di berbagai dashboard terpisah.

Fokus awal integrasi ini akan berpusat pada konten penerbangan dan destinasi, termasuk akses ke data travel Amadeus secara real-time.

Bagian dari Strategi Besar Amadeus Menuju AI Agentic

Yang menarik, kolaborasi ini muncul tak lama setelah Amadeus menutup portal developer self-service mereka pada Juli 2026, dan beralih ke skema Enterprise API berbasis permintaan (request-based),

meski perusahaan belum menjelaskan detail syarat akses, skema harga, atau apakah nantinya wajib melalui kontrak enterprise.

Pergeseran kebijakan akses developer ini menunjukkan Amadeus sedang menata ulang caranya membuka sistem ke pihak luar, dan integrasi dengan Claude menjadi salah satu jalur baru yang mereka pilih.

Langkah ini juga menyusul selesainya program uji coba (pilot) Claude Enterprise di internal Amadeus, yang kini tengah dievaluasi perusahaan untuk kemungkinan penerapan lebih luas.

Amadeus sendiri menyebut inisiatif ini sebagai bagian dari respons lebih besar terhadap kebangkitan AI agent — sistem AI yang mampu menjalankan tugas multi-langkah atas nama penggunanya, bukan sekadar menjawab pertanyaan sederhana.

Baca juga:

Persaingan Sengit Amadeus vs Sabre vs Travelport

Langkah Amadeus ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari persaingan yang makin memanas di antara raksasa teknologi travel dunia.

Kompetitornya, Sabre, sudah lebih dulu aktif merangkul developer eksternal lewat API terbuka dan marketplace agentic mereka sendiri.

Sementara itu, Amadeus selama ini dikenal cenderung lebih membatasi akses sistemnya, kebanyakan hanya untuk mitra resmi.

Travelport, pemain besar lain di industri yang sama, juga dilaporkan tengah mengejar strategi serupa,

yang memperluas akses developer secara lebih terbuka lewat marketplace agentic mereka sendiri.

Persaingan ini mencerminkan pergeseran besar yang sedang terjadi di seluruh industri software,

dimana asisten AI kini makin menjadi tempat di mana software benar-benar dibangun dan pekerjaan benar-benar diselesaikan.

Perusahaan teknologi travel pun mau tak mau merespons dengan membuka lebih banyak akses ke sistem inti mereka,

mulai dari mesin pencarian tiket, proses booking, hingga layanan purna-jual, supaya bisa dijangkau langsung lewat tools AI semacam ini.

Masih Tahap Awal, Statusnya “Waiting List”

Penting dicatat, kedua integrasi ini, baik toolkit Claude Code untuk developer maupun plugin Claude Cowork untuk profesional travel, namun masih dalam tahap awal pengembangan,

dan pendaftaran minat (waitlist) sudah dibuka untuk pihak yang tertarik mencoba lebih dulu.

Belum ada kepastian resmi soal kapan fitur ini akan tersedia luas, skema harga, maupun apakah nantinya dibutuhkan kontrak enterprise khusus untuk mengaksesnya.

Kenapa Ini Penting Diperhatikan Industri Travel Indonesia?

Bagi pelaku bisnis travel di Indonesia, mulai dari online travel agent (OTA), agen perjalanan konvensional, hingga startup teknologi travel lokal,

perkembangan ini penting dicermati karena Amadeus adalah salah satu penyedia infrastruktur backend yang selama ini

menopang banyak platform pemesanan tiket dan hotel secara global, termasuk sejumlah mitra di Asia Tenggara.

Kalau integrasi lewat Claude Code dan Claude Cowork ini benar-benar meluas, itu berarti proses pengembangan fitur baru maupun operasional sehari-hari berbasis data Amadeus

berpotensi menjadi jauh lebih cepat dan sederhana bagi pengembang maupun tim operasional travel,

yang cukup lewat percakapan bahasa natural, tanpa harus menguasai dokumentasi teknis yang rumit seperti sebelumnya.

Kolaborasi Amadeus dan Anthropic Claude ini juga menegaskan satu arah tren yang makin jelas di industri teknologi

travel global, dimana kompetisi ke depan bukan lagi cuma soal siapa yang punya database penerbangan terlengkap,

tapi siapa yang paling cepat membuat data dan sistem kompleks itu bisa diakses semudah mengobrol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *