Daily-Life.id — Kalau membicarakan film horor Indonesia, cerita tentang rumah angker, hantu, kesurupan atau tempat penuh misteri mungkin sudah tidak asing lagi.
Namun, Kuasa Gelap datang dengan pendekatan yang cukup berbeda.
Film yang dirilis pada 2024 ini membawa tema eksorsisme Katolik ke layar lebar Indonesia melalui kisah Romo Thomas dan Romo Rendra. Film pertamanya kemudian mendapatkan perhatian luas dan menjadi salah satu film horor Indonesia yang menarik karena berani membawa tema religi ke dalam cerita horor.
Kini, setelah dua tahun berlalu, cerita tersebut kembali.
Bukan sekadar dengan judul baru, tetapi dengan ancaman yang disebut jauh lebih besar.
Kuasa Gelap, yaitu Perjanjian Darah baru saja merilis trailer resminya pada 13 September 2026. Trailer tersebut untuk pertama kalinya memperlihatkan sosok Rephaim, entitas kuno yang menjadi ancaman baru bagi Romo Thomas dan Romo Rendra. Filmnya sendiri dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.
Jadi, kalau sebelumnya penonton dibuat penasaran dengan pertanyaan tentang iblis dan eksorsisme, film terbaru ini tampaknya membawa pertanyaan yang lebih besar:
Seberapa jauh manusia bisa berhadapan dengan kekuatan gelap yang berasal dari masa lalu?
Awalnya dari Krisis Iman Romo Thomas
Untuk memahami film terbaru ini, kita perlu kembali sebentar ke Kuasa Gelap yang dirilis pada 2024.
Cerita pertama berpusat pada Romo Thomas, diperankan Jerome Kurnia.
Thomas sedang berada dalam kondisi emosional yang berat setelah kehilangan ibu dan adiknya. Tragedi tersebut membuat keyakinannya terguncang dan bahkan membuatnya mempertimbangkan untuk meninggalkan pelayanan sebagai pastor.
Namun, sebelum benar-benar pergi, Thomas mendapatkan tugas untuk membantu Romo Rendra, diperankan Lukman Sardi, dalam menghadapi kasus eksorsisme.
Mereka harus menghadapi Kayla, seorang remaja yang mengalami kerasukan setelah melakukan permainan jelangkung untuk mencoba berkomunikasi dengan arwah ayahnya.
Situasi kemudian berkembang menjadi semakin mengerikan.
Thomas bukan hanya harus menghadapi kekuatan supernatural, tetapi juga harus berhadapan dengan krisis iman dan trauma pribadi.
Di sinilah kekuatan cerita film pertama.
Horornya bukan cuma tentang sesuatu yang muncul dari kegelapan.
Ada manusia yang sedang berjuang dengan rasa kehilangan, rasa bersalah dan keyakinannya sendiri.
Netflix juga merangkum film 2024 ini sebagai kisah seorang pastor yang berduka dan meragukan imannya, tetapi harus membantu proses eksorsisme seorang gadis remaja yang nyawanya terancam.

Dari Satu Keluarga, Kuasa Gelap 2 Membawa Ancaman Lebih Besar
Kalau Kuasa Gelap 2024 berfokus pada satu kasus dan perjalanan personal Thomas, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah membawa skalanya jauh lebih besar.
Romo Thomas dan Romo Rendra kembali.
Tetapi kali ini mereka menghadapi kasus supernatural yang berhubungan dengan sebuah keluarga di Jawa Timur.
Di balik teror tersebut terdapat rahasia masa lalu yang ternyata memiliki konsekuensi bagi generasi berikutnya.
Film terbaru ini juga memperkenalkan elemen perjanjian darah dan sosok entitas kuno bernama Rephaim.
Trailer yang baru dirilis memperlihatkan Daniel, diperankan Venly Arauna, sebagai salah satu pusat teror baru. Tubuh Daniel dirasuki kekuatan yang jauh lebih berbahaya, sementara ancamannya tidak lagi berhenti pada satu keluarga.
Inilah yang membuat film kedua terasa berbeda.
Kalau film pertama membuat penonton bertanya, “Bagaimana cara menyelamatkan seseorang dari kerasukan?”
Film terbaru tampaknya membawa pertanyaan, “Bagaimana jika kegelapan tersebut sudah terhubung dengan masa lalu sebuah keluarga dan berdampak jauh lebih luas?”
Rephaim Jadi Ancaman Baru
Salah satu hal yang paling mencuri perhatian dari trailer terbaru adalah kemunculan Rephaim.
Entitas ini digambarkan sebagai kekuatan kuno yang berhubungan dengan Fallen Angels dan perjanjian dengan manusia.
Menurut materi promosi film, Rephaim menawarkan sesuatu kepada manusia dengan imbalan yang sangat berat.
Nyawa.
Trailer terbaru sengaja memberikan gambaran mengenai ancaman tersebut tanpa membongkar seluruh cerita. Strategi ini cukup menarik karena penonton film pertama sudah mengenal dunia eksorsisme yang dibangun Kuasa Gelap, sementara film kedua tampaknya ingin memperluas dunia tersebut.
Dengan kata lain horornya tidak hanya diperbesar, tetapi dunianya juga diperluas.
Baca Juga:
- Live-Action Moana Tuai Kritik, Mengapa Sulit Menyaingi Keajaiban Film Animasinya?
- 6 Film Romantis Terbaik yang Membuktikan Cinta Tidak Pernah Kehilangan Pesonanya
- One Battle After Another: Film Baru Paul Thomas Anderson yang Bikin Kita Ikut Berperang
Romo Thomas dan Romo Rendra Kembali
Dua karakter yang menjadi wajah utama film pertama kembali diperankan oleh Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas dan Lukman Sardi sebagai Romo Rendra.
Namun, hubungan keduanya kali ini menjadi semakin menarik.
Jika Thomas pada film pertama berada dalam fase krisis iman, film terbaru justru menggali sisi manusiawi Romo Rendra lebih dalam.
Lukman Sardi sebelumnya menjelaskan bahwa Rendra menghadapi ujian ketika berhadapan dengan iblis purba bernama Rephaim. Sementara Thomas digambarkan tetap teguh, tetapi keyakinan yang terlalu besar pada dirinya sendiri juga bisa menjadi kelemahan.
Jadi, konflik dalam film terbaru bukan hanya tentang manusia melawan iblis.
Tetapi juga tentang iman dan keraguan.
Dan bahkan keyakinan melawan kesombongan manusia.
Perjanjian Darah Tidak Harus Menunggu Film Pertama
Ada satu hal menarik dari film terbaru ini.
Walaupun berada dalam dunia cerita yang sama, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dirancang agar tetap bisa dinikmati penonton yang belum melihat film pertamanya.
Jerome Kurnia sebelumnya menjelaskan bahwa film ini dapat dipahami sebagai pengalaman baru dan penonton tidak wajib menonton film pertama terlebih dahulu. Namun, menonton Kuasa Gelap 2024 tentu akan membuat perjalanan karakter Thomas dan Rendra terasa lebih lengkap.
Ini justru strategi yang bagus untuk sebuah franchise.
Penonton lama mendapatkan kesinambungan cerita.
Penonton baru tetap punya pintu masuk.
Produksinya Juga Dibuat Lebih Besar
Perbedaan lain terlihat dari skala produksinya.
Jika film pertama lebih banyak bermain dengan ruang dan konflik yang relatif terpusat, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah membawa produksi ke skala yang lebih besar.
Salah satu lokasi pentingnya adalah kawasan pesisir.
Ada pula adegan berlatar gereja yang melibatkan lebih dari 200 ekstra, menunjukkan bahwa film kedua memang ingin memberikan pengalaman visual yang lebih besar.
Bahkan film ini disiapkan dalam format IMAX.
Lembaga Sensor Film mencatat durasinya 117 menit dan mengklasifikasikannya untuk penonton usia 13 tahun ke atas.

Kenapa Kuasa Gelap Menarik untuk Dibicarakan Lagi?
Ada alasan kenapa sinopsis Kuasa Gelap masih menarik dicari ketika film keduanya mulai muncul.
Film pertama tidak hanya menawarkan horor.
Ia memperkenalkan dunia eksorsisme Katolik dalam film Indonesia dengan konflik karakter yang cukup kuat.
Sekarang film kedua membawa dunia tersebut ke tingkat yang lebih besar.
Ada Romo Thomas, Romo Rendra, eksorsime, rephaim, perjanjian darah, rahasia masa lalu, konflik keluarga, krisis iman, ancaman terhadap lebih banyak orang, dan format IMAX
Itu membuat Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tidak terasa seperti sekadar mengulang film pertama dengan hantu baru.
Ada upaya untuk membangun semesta horor yang lebih luas.
Dari Kuasa Gelap 2024 ke Perjanjian Darah 2026
Kalau disederhanakan, perjalanan ceritanya bisa dibaca seperti ini.
Kuasa Gelap 2024, tentang Thomas yang sedang berusaha menghadapi trauma dan krisis iman ketika harus membantu proses eksorsisme Kayla.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah 2026, dimana Thomas dan Rendra kembali menghadapi kasus supernatural yang berkaitan dengan rahasia masa lalu, perjanjian darah dan entitas kuno bernama Rephaim.
Perbedaannya cukup jelas.
Film pertama lebih personal.
Film kedua terlihat lebih luas dan lebih besar taruhannya.
Bahkan LSF menyebut film terbaru ini memperluas dunia horornya dengan menggabungkan unsur eksorsisme Katolik dan kepercayaan mengenai praktik perjanjian darah dalam konteks budaya Indonesia.
Yang Bikin Penasaran Justru Bukan Cuma Hantunya
Pada akhirnya, daya tarik Kuasa Gelap bukan hanya pada seberapa menyeramkan sosok yang muncul di layar.
Yang membuat franchise ini menarik adalah bagaimana horor digunakan untuk membicarakan sesuatu yang sangat manusiawi:
iman, kehilangan, rasa bersalah, pilihan dan konsekuensi masa lalu.
Film pertama memperlihatkan Thomas yang kehilangan pegangan.
Film kedua membawa Thomas dan Rendra menghadapi sesuatu yang lebih besar.
Dan trailer terbaru memberi petunjuk bahwa Rephaim bukan sekadar monster untuk membuat penonton kaget.
Ada cerita tentang manusia yang membuat pilihan.
Ada konsekuensi dari pilihan tersebut.
Dan generasi berikutnya mungkin harus membayar harganya.
Itulah yang membuat Kuasa Gelap: Perjanjian Darah layak ditunggu.
Bukan hanya karena film ini membawa horor eksorsisme kembali ke bioskop, tetapi karena pertanyaannya semakin besar.
Kalau dosa dan keputusan masa lalu diwariskan kepada generasi berikutnya, siapa yang akhirnya harus membayar harganya?
Jawabannya baru bisa kita lihat ketika Kuasa Gelap: Perjanjian Darah hadir di bioskop pada 8 Oktober 2026.
