Dunia mode kembali menoleh ke Indonesia. Kamis (6/11/2025), suasana di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta, terasa berbeda. Sorotan lampu, alunan musik, dan langkah percaya diri para model menandai dibukanya Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 — ajang yang kini menjadi simbol kebanggaan baru bagi perempuan Indonesia.
Lebih dari sekadar perayaan gaya berpakaian, JMFW tahun ini membawa kabar menggembirakan: Indonesia resmi menjadi negara nomor satu di dunia dalam industri modest fashion, menurut laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025.
“Pencapaian ini bukan hanya angka di atas kertas. Ini hasil kerja keras para perempuan kreatif Indonesia yang berani tampil dan membawa identitasnya ke panggung global,” ungkap Menteri Perdagangan Budi Santoso, yang akrab disapa Mendag Busan di acara pembukaan JMFW 2026 di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Modest Fashion: Anggun, Kuat, dan Bermakna
Bagi Mendag Busan, modest fashion bukan sekadar tren yang datang dan pergi. Ia adalah bentuk ekspresi diri yang menonjolkan keanggunan dan kekuatan perempuan Indonesia.
“Berpakaian sopan bukan berarti tidak bisa stylish. Modest fashion justru memberi ruang bagi kreativitas tanpa kehilangan nilai budaya dan jati diri,” ujarnya.
Melalui JMFW, para desainer lokal membuktikan bahwa busana muslim bisa tampil elegan, modern, dan tetap nyaman digunakan dalam berbagai kesempatan — dari kantor hingga akhir pekan.

Baca Juga:
- Destinasi Hidden Gem di Indonesia yang Jarang Orang Tahu
- Brand Premium yang Sukses Untung Besar dari Loyalty Program Selama 5+ Tahun
Dari Runway ke Dunia: Perempuan di Balik Kreativitas
Tahun ini, lebih dari 240 brand dan desainer ikut memeriahkan JMFW 2026. Salah satunya adalah Brilianto, desainer muda yang menampilkan koleksi ready-to-wear dengan nuansa lembut dan siluet feminin.
“Menurut saya, modest fashion adalah tentang kebebasan memilih gaya yang membuat kita merasa nyaman dan berdaya,” kata Brilianto.
Produk lokal Indonesia, sambung dia, punya kualitas ekspor, tapi tetap ramah di kantong. “Itu yang membuat saya bangga,” imbuh Brilianto.
Tak hanya soal busana, JMFW juga menghadirkan komunitas lifestyle seperti Glamlocal dan Anytime Fitness, serta membuka ruang business matching antara pelaku usaha lokal dan buyer internasional. Tujuannya jelas — memperluas akses pasar dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
UMKM dan Perempuan Pelaku Usaha Naik Kelas
Bukan rahasia lagi, banyak pelaku usaha modest fashion di Indonesia adalah perempuan. Melalui program UMKM BISA Ekspor, Kementerian Perdagangan membantu mereka menembus pasar luar negeri.
Dalam periode Januari–September 2025, tercatat lebih dari 1.000 UMKM terlibat dalam kegiatan business matching, dengan nilai transaksi mencapai USD 108,82 juta.
“Produk modest fashion menjadi sektor yang paling diminati buyer dari berbagai negara,” ujar Mendag Busan.
Angka tersebut menunjukkan satu hal: perempuan Indonesia tak hanya piawai menciptakan gaya, tapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
Bangga dengan Produk Sendiri
Di balik setiap koleksi yang dipamerkan di JMFW 2026, tersimpan pesan kuat tentang kebanggaan pada karya lokal. Busana-busana rancangan desainer Indonesia tak hanya menonjolkan estetika, tapi juga keberlanjutan, nilai budaya, dan empati sosial.
“Kalau produk kita sudah punya standar ekspor, otomatis bisa membendung produk impor. Bangga pakai produk dalam negeri artinya kita memilih yang terbaik dari negeri sendiri,” ujar Mendag Busan.
Saatnya Perempuan Indonesia Makin Percaya Diri
JMFW 2026 bukan hanya ajang mode. Ia adalah ruang bagi perempuan untuk tampil apa adanya — anggun, kuat, dan autentik.
Dengan pesona budaya yang kaya dan kreativitas tanpa batas, modest fashion Indonesia kini bukan sekadar tren, melainkan gerakan yang menginspirasi dunia.
Dan di balik setiap benang, warna, dan desainnya, ada satu pesan yang tak pernah pudar: Perempuan Indonesia bisa bersinar — dengan caranya sendiri.
