Daily-Life.id – Mengapa Hilton Marriott dan IHG meluncurkan kartu debit loyalitas hotel di Inggris menjadi salah satu perubahan paling menarik di industri pariwisata global tahun ini. Jika sebelumnya program loyalitas hanya aktif ketika tamu menginap, kini tiga raksasa hotel dunia ingin tetap menjadi bagian dari aktivitas keuangan pelanggan setiap hari.
Melalui kartu debit bermerek (co-branded debit card), setiap transaksi harian—mulai dari belanja kebutuhan rumah tangga, makan di restoran, hingga pembayaran transportasi—dapat menghasilkan poin loyalitas yang nantinya ditukar dengan menginap gratis, peningkatan status anggota, hingga berbagai keuntungan eksklusif.
Mengapa Hotel Tiba-Tiba Masuk Bisnis Kartu Debit?
Selama bertahun-tahun, hotel memperoleh pendapatan utama ketika tamu memesan kamar.
Kini strateginya berubah.
Hilton, Marriott, dan IHG ingin membangun hubungan yang jauh lebih panjang dengan pelanggan, bahkan ketika mereka tidak sedang bepergian. Dengan kartu debit loyalitas, setiap pembelian sehari-hari menjadi kesempatan untuk mengumpulkan poin yang mengarahkan pelanggan kembali menginap di jaringan hotel mereka.
Loyalitas Kini Dibangun Lewat Pengeluaran Harian
Program baru ini mengubah cara kerja loyalitas hotel.
Jika sebelumnya poin hanya diperoleh saat menginap, kini pelanggan dapat memperoleh manfaat dari berbagai transaksi harian.
Beberapa keuntungan yang ditawarkan meliputi: poin dari belanja sehari-hari, bonus poin untuk transaksi di hotel, status anggota otomatis (Silver atau Gold, tergantung produk), Elite Night Credits yang membantu mempercepat kenaikan level keanggotaan, serta bonus sambutan (welcome bonus) setelah memenuhi syarat pengeluaran tertentu.
IHG, Marriott, dan Hilton Memilih Jalur yang Sama
Masing-masing jaringan hotel menghadirkan pendekatan berbeda, tetapi dengan tujuan yang serupa.
IHG meluncurkan kartu debit bekerja sama dengan Revolut dan Visa, memungkinkan anggota memperoleh poin dari transaksi sehari-hari sekaligus mempercepat pencapaian status di program IHG One Rewards.
Marriott Bonvoy menghadirkan kartu debit dengan manfaat seperti status Silver atau Gold otomatis, poin dari setiap transaksi, serta peluang memperoleh malam menginap gratis bagi pengguna yang memenuhi ketentuan tertentu.
Hilton Honors juga menawarkan kartu debit yang memberikan poin dari pengeluaran sehari-hari, status loyalitas, serta jalur lebih cepat menuju tingkat keanggotaan yang lebih tinggi.
Baca Juga:
- Bukan Sekadar Bermain! Avenzel Hotel Ajak Anak-Anak Prasejahtera Belajar Dunia Perhotelan di Hari Anak Nasional 2026
- Bukan Hotel atau Maskapai! Inilah Bisnis Baru yang Diprediksi Menguasai Industri Pariwisata Dunia Setelah Piala Dunia 2026
- Hotel DoubleTree Penang Dijual Rp970 Miliar, Investor Global Mulai Berebut Aset Hotel Asia
Apa Dampaknya bagi Industri Hotel?
Perubahan ini menunjukkan bahwa persaingan hotel tidak lagi hanya terjadi pada harga kamar atau fasilitas.
Kini yang diperebutkan adalah aktivitas finansial pelanggan.
Semakin sering pelanggan menggunakan kartu debit tersebut, semakin banyak data preferensi yang dapat digunakan perusahaan untuk menawarkan promosi yang lebih relevan, meningkatkan loyalitas, dan mendorong pemesanan berulang. Dengan kata lain, hotel ingin menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan hanya destinasi saat liburan.
Apakah Strategi Ini Bisa Menular ke Negara Lain?
Saat ini, peluncuran kartu debit tersebut difokuskan untuk pasar Inggris. Namun, keberhasilannya berpotensi menjadi model bagi negara lain apabila mampu meningkatkan keterikatan pelanggan dan penggunaan program loyalitas. Belum ada pengumuman resmi bahwa skema yang sama akan diperluas secara global.
Fenomena ini menunjukkan bahwa industri perhotelan sedang bergerak menuju konsep travel ecosystem.
Hotel tidak lagi hanya menjual kamar, tetapi membangun ekosistem yang menghubungkan pembayaran, loyalitas, perjalanan, dan pengalaman pelanggan dalam satu rangkaian layanan. Bagi konsumen, manfaatnya adalah peluang memperoleh berbagai keuntungan dari aktivitas sehari-hari. Bagi perusahaan, strategi ini memperkuat hubungan dengan pelanggan jauh sebelum dan setelah mereka menginap.
Mengapa Hilton Marriott dan IHG meluncurkan kartu debit loyalitas hotel di Inggris dapat dijawab dengan satu kata: loyalitas. Ketiga perusahaan ingin membuat hubungan dengan pelanggan tidak berhenti saat proses check-out, tetapi terus berlanjut melalui transaksi harian. Strategi ini menandai babak baru dalam persaingan industri hotel global, di mana kartu pembayaran menjadi salah satu pintu utama untuk mempertahankan pelanggan dalam jangka panjang.
FAQ
Mengapa Hilton, Marriott, dan IHG meluncurkan kartu debit?
Untuk memperluas program loyalitas sehingga pelanggan bisa memperoleh poin dari pengeluaran sehari-hari, bukan hanya saat menginap.
Apa keuntungan kartu debit loyalitas hotel?
Keuntungannya meliputi pengumpulan poin, status anggota otomatis pada produk tertentu, bonus sambutan, dan manfaat lain sesuai syarat masing-masing program.
Apakah kartu ini sudah tersedia di Indonesia?
Berdasarkan informasi yang diumumkan saat ini, peluncuran difokuskan untuk pasar Inggris dan belum ada pengumuman resmi mengenai ketersediaannya di Indonesia.
Referensi:
- Dorotic, M., Bijmolt, T.H.A. & Verhoef, P.C. (2012). Loyalty Programmes: Current Knowledge and Research Directions. International Journal of Management Reviews, 14(3), 217–237.
- Kandampully, J., Zhang, T. & Bilgihan, A. (2015). Customer Loyalty: A Review and Future Directions with a Special Focus on the Hospitality Industry. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 27(3), 379–414.
- InterContinental Hotels Group PLC. (2026). IHG Hotels & Resorts, Revolut, and Visa Unveil Co-Branded Debit Cards, Transforming Everyday Spend into Instant Hotel Rewards.
- Marriott International. (2026). Marriott Bonvoy Credit and Debit Cards.
- Hilton. (2024). Hilton Launches the World’s First Hotel Loyalty Debit Cards.
- Visa Inc. (n.d.). Visa Consulting & Analytics.
- Deloitte. (2024). 2024 Travel Industry Outlook.
