daily-life.id – Ada alasan baru kenapa dunia teknologi kembali ramai membicarakan Meta.
Bukan cuma Facebook, Instagram, atau WhatsApp, tetapi kali ini sebuah AI agent bernama Muse ikut menjadi sorotan
setelah saham Meta melonjak lebih dari 11% dalam perdagangan Senin, 21 September 2026.
Kenaikan tersebut juga berdampak langsung pada kekayaan Mark Zuckerberg.
Forbes mencatat estimasi kekayaan CEO Meta itu mencapai sekitar US$254 miliar, naik sekitar US$25 miliar hanya dalam
satu hari ketika saham Meta menguat.
Muse Bukan Sekadar Chatbot
Yang membuat Muse menarik adalah cara kerjanya. Meta memperkenalkan Muse pada 8 September 2026 sebagai personal AI agent yang dirancang bukan hanya untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu menyelesaikan pekerjaan.
Menurut Meta, Muse dapat menjalankan berbagai tugas melalui browser dan aplikasi yang terhubung, mulai dari mengirim email, mengisi formulir hingga membantu melakukan pemesanan perjalanan.
Pengguna tetap memiliki kendali melalui sistem izin sebelum tindakan tertentu dilakukan.
Konsep ini sedikit berbeda dari chatbot AI biasa. Kalau chatbot umumnya menunggu pertanyaan lalu memberikan jawaban, AI agent seperti Muse dirancang untuk mengambil langkah berikutnya dan mengerjakan tugas atas arahan pengguna.
Saham Meta Langsung Merespons
Pasar saham ternyata cukup sensitif terhadap perkembangan tersebut.
Wall Street Journal melaporkan saham Meta melonjak sekitar 11% pada Senin, menjadi kenaikan satu hari terbesar perusahaan sejak April 2025. Saham juga mencatat penutupan tertinggi sejak Oktober. Salah satu perhatian investor adalah perkembangan awal Muse yang berhasil mencapai posisi No. 1 di Apple App Store Amerika Serikat.
Forbes juga mencatat saham Meta melonjak lebih dari 11%, sementara Wells Fargo menaikkan target harga saham Meta dari US$640 menjadi US$796.
Kenaikan tersebut datang menjelang Meta Connect yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Artinya, perhatian investor bukan hanya tertuju pada seberapa canggih teknologi AI Meta, tetapi juga pada kemungkinan AI menjadi sumber pertumbuhan bisnis baru.
Baca Juga:
- Fitur Baru iOS 27 dengan Apple Intelligence yang Menghemat Waktu: Safari Lebih Pintar, Siri Lebih Personal, Messages Lebih Praktis
- iPhone Duo Resmi Meluncur, Jadi Produk Besar Pertama di Era CEO Baru Apple
- iOS 27 Sudah Bisa Di-download di Indonesia, Siri AI Jadi Bintang Utamanya
Zuckerberg Ikut “Kecipratan” Kenaikan Saham
Lonjakan saham Meta otomatis berdampak besar pada nilai kepemilikan Zuckerberg.
Forbes memperkirakan kekayaan Zuckerberg bertambah sekitar US$25 miliar dalam satu hari, mencapai sekitar US$254 miliar. Angka tersebut tentu bukan berarti Zuckerberg menerima uang tunai sebesar itu. Nilai kekayaannya sangat dipengaruhi oleh perubahan harga aset dan kepemilikan sahamnya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana pergerakan saham perusahaan teknologi raksasa bisa menghasilkan perubahan kekayaan miliarder dalam hitungan jam.
AI Agent Mulai Masuk ke Kehidupan Sehari-hari
Yang menarik dari cerita Meta dan Muse sebenarnya bukan hanya angka saham atau kekayaan Zuckerberg.
Muse memperlihatkan arah baru perkembangan AI, dari teknologi yang sekadar memberikan jawaban menjadi teknologi yang dapat membantu menjalankan pekerjaan.
Meta menyebut Muse dapat bekerja melalui aplikasi dan layanan yang digunakan sehari-hari, bahkan tetap bekerja di belakang layar setelah pengguna menutup aplikasi.
Namun, teknologi seperti ini juga membawa pertanyaan baru mengenai keamanan, privasi, akses data, dan seberapa besar keputusan boleh diserahkan kepada AI.
Jadi, kenaikan saham Meta kali ini bukan semata-mata cerita tentang Wall Street. Di baliknya ada pertaruhan besar tentang masa depan AI agent—apakah masyarakat benar-benar siap menggunakan AI bukan hanya sebagai teman bertanya, tetapi sebagai “asisten digital” yang ikut mengerjakan berbagai tugas.
