Opal Suchata Lepas Mahkota Miss World, Joheirry Mola Jadi Juara 2026, Audrey Bianca Bawa Indonesia ke Top 40

Miss World 2026

DAILY-LIFE.ID — Ada satu momen yang selalu bikin panggung Miss World terasa berbeda: ketika mahkota berpindah dari satu perempuan ke perempuan lain.

Tahun ini, momen tersebut terjadi di Nha Trang, Vietnam. Opal Suchata Chuangsri dari Thailand resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Miss World 2025 dan menyerahkan mahkota kepada Joheirry Mola Dominguez dari Republik Dominika, yang dinobatkan sebagai Miss World 2026.

Buat Opal, ini bukan sekadar pergantian jabatan. Setahun sebelumnya, ia mencatat sejarah sebagai perempuan Thailand pertama yang memenangkan Miss World setelah mengalahkan 107 peserta lainnya dalam ajang 2025 di India.

Kini, perjalanan itu resmi berakhir. Tapi cerita tentang mahkota justru berlanjut dengan sosok baru yang membawa misi berbeda.

Joheirry Mola, Miss World 2026 dari Republik Dominika

Nama Joheirry Mola Dominguez menjadi yang paling bersinar dalam malam final Miss World 2026.

Perempuan berusia 24 tahun asal Santo Domingo itu bukan hanya dikenal sebagai model. Ia memiliki latar belakang sebagai pendidik, komunikator, dan pegiat sosial.

Joheirry merupakan lulusan Universidad Iberoamericana dengan gelar Business Management and Administration. Ia juga mengajar Literature dan Social Studies dalam bahasa Inggris.

Yang menarik, isu pendidikan memang menjadi bagian penting dari perjalanan Joheirry sebelum mahkota berada di kepalanya.

Ia mendirikan Voices of Tomorrow, sebuah inisiatif yang berfokus pada akses pendidikan bahasa Inggris bagi anak-anak dan generasi muda dari komunitas rentan.

Dan ternyata, misi tersebut juga menjadi bagian dari jawaban yang membawanya menuju mahkota Miss World 2026.

Dalam sesi final, Joheirry berbicara tentang pentingnya membawa program bahasa Inggris kepada anak-anak dari komunitas rentan. Menurutnya, kemampuan bahasa dapat membuka pintu kesempatan yang lebih luas bagi mereka.

Di sinilah konsep Beauty With a Purpose terasa benar-benar hidup.

Mahkota bukan cuma soal siapa yang paling cantik di panggung. Ada pertanyaan yang jauh lebih besar: apa yang bisa dilakukan setelah mendapatkan perhatian dunia?

Indonesia Masuk Top 40 lewat Audrey Bianca

Di tengah kemenangan Joheirry, Indonesia juga punya alasan untuk tetap bangga.

Audrey Bianca Callista, Miss Indonesia 2025, berhasil membawa Indonesia masuk Top 40 Miss World 2026.

Audrey masuk dalam jajaran Top 40 kawasan Asia dan Oseania bersama sejumlah negara lain, termasuk Filipina, Vietnam, Malaysia, China, India, dan Lebanon. Namun, langkahnya kemudian terhenti di Top 40 sehingga tidak melaju ke Top 20.

Kalau hanya melihat hasil akhirnya, mungkin ada yang berpikir, “Sayang, kok belum sampai Top 20?”

Tapi perjalanan Audrey sebenarnya jauh lebih panjang dari sekadar angka di papan klasemen.

Dalam persiapannya menuju Miss World, Audrey menjalani berbagai pembekalan, mulai dari komunikasi, modeling hingga persiapan penampilan. Ia juga membawa proyek Beauty With a Purpose yang berhubungan dengan masyarakat di Kampung Latepalolo.

Bahkan, ia sempat mengalami cedera kaki dalam proses persiapan tersebut. Namun, kondisi itu tidak menghentikannya untuk melanjutkan perjuangan.

Dan akhirnya, nama Indonesia tetap masuk dalam daftar 40 perempuan yang berhasil melaju ke babak semifinal dunia.

Baca juga:

Dari Opal ke Joheirry, Mahkota Berganti, Misinya Tetap Ada

Yang menarik dari Miss World 2026 bukan hanya siapa yang menang.

Ada semacam benang merah dari Opal Suchata, Audrey Bianca, hingga Joheirry Mola, yaitu ketiganya membawa cerita yang lebih besar daripada sekadar penampilan.

Opal datang dengan pengalaman personal yang kemudian ia gunakan untuk mendorong kesadaran kesehatan perempuan dan isu kanker payudara. Saat menjadi Miss World 2025, ia aktif membawa pesan tentang pentingnya akses kesehatan perempuan.

Sementara Audrey membawa misi sosial Indonesia melalui Beauty With a Purpose.

Joheirry kemudian datang dengan cerita tentang pendidikan dan bagaimana kemampuan bahasa Inggris dapat membuka kesempatan bagi anak-anak dari komunitas rentan.

Jadi, kalau selama ini Miss World hanya terlihat seperti kompetisi gaun, catwalk, dan mahkota, sebenarnya ada lapisan cerita lain di baliknya.

Mahkota hanya simbol. Yang menentukan nilai seorang Miss World justru apa yang dilakukan dengan suara dan perhatian yang datang setelah mahkota itu dipakai.

Opal Suchata dan Pesan di Akhir Masa Tugas

Setelah satu tahun menjalankan tugas sebagai Miss World 2025, Opal kini memasuki babak baru.

Ia menutup perjalanan tersebut dengan pesan emosional sekaligus simbolis. Gaun putih yang dikenakannya dalam momen perpisahan dirancang oleh SIRIVANNAVARI dan dibuat menggunakan lebih dari 108 meter kain sutra dari SUPPORT Foundation.

Desainnya mengambil inspirasi dari busana kerajaan Thailand dan siluet burung merak yang sedang membuka ekornya. Detail tersebut menjadi bagian dari pesan Beauty With a Purpose yang selama ini melekat pada perjalanan Opal.

Ada sesuatu yang cukup indah dari pergantian ini.

Opal tidak lagi memegang mahkota. Tetapi apa yang ia perjuangkan selama satu tahun tidak otomatis ikut hilang ketika mahkota berpindah tangan.

Kini, giliran Joheirry membawa mahkota itu ke cerita berikutnya.

Dan bagi Indonesia, perjalanan Audrey Bianca di Top 40 menjadi pengingat bahwa panggung internasional bukan cuma tentang pulang membawa mahkota.

Kadang, keberanian untuk tampil, membawa nama negara, melewati tekanan, bangkit dari cedera, dan tetap memberikan yang terbaik juga merupakan sebuah kemenangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *