Desain bukan sekadar mempercantik tampilan produk, tetapi juga menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai jual dan memperluas peluang bisnis. Hal inilah yang didorong Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Workshop Sinergi Desain di Tempat Kumpul Kreatif Jakarta Utara, Rabu (7/10).
Kegiatan yang diselenggarakan melalui Direktorat Arsitektur dan Desain ini melibatkan 50 pelaku ekonomi kreatif dari subsektor kuliner, kriya, dan fesyen. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan desain untuk memperkuat identitas produk, meningkatkan daya saing, hingga membuka peluang menembus pasar yang lebih luas.
Desain Jadi Strategi untuk Memperkuat Daya Saing Produk Lokal
Workshop Sinergi Desain merupakan bagian dari Program Flagship Aktivasi Creative Hub dalam rangkaian Penguatan Ekosistem Creative Hub di delapan kota. Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan, khususnya Indonesian Design Development Center (IDDC).
Melalui program tersebut, pelaku usaha didorong untuk melihat desain sebagai bagian strategis dari pengembangan bisnis, bukan sekadar elemen visual atau pelengkap kemasan. Pendekatan desain diharapkan mampu membantu pelaku usaha menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar sekaligus memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Dalam workshop ini, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber yang memiliki fokus pada pengembangan desain dan daya saing produk. Diarrahmah Gustika Putri dari Kementerian Perdagangan membawakan materi bertajuk “Desain Menguatkan Usaha, Menggerakkan Ekspor”, sedangkan Baginda Wisnu Wardhana dari IDDC menyampaikan materi “Pentingnya Desain dalam Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Kreatif”.
Kedua materi tersebut menyoroti bagaimana desain dapat berperan dalam memperkuat posisi produk di pasar, termasuk mendukung kesiapan pelaku usaha untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Peserta Mendapat Konsultasi Desain Kemasan secara Langsung
Tidak hanya berisi pemaparan materi, workshop ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan masukan langsung terhadap produk yang mereka bawa. Melalui sesi bedah dan konsultasi desain kemasan, para pelaku usaha dapat mengidentifikasi aspek yang perlu dikembangkan agar produknya lebih menarik dan memiliki identitas yang kuat.
Kemasan menjadi salah satu elemen penting dalam membangun persepsi konsumen terhadap sebuah produk. Selain berfungsi melindungi produk, kemasan yang dirancang dengan baik dapat membantu menyampaikan karakter merek, membedakan produk dari kompetitor, serta meningkatkan daya tarik saat dipasarkan.
Bagi pelaku usaha kuliner, kriya, maupun fesyen, penguatan identitas visual dapat menjadi langkah untuk membangun pengenalan merek yang lebih konsisten. Masukan dari sesi konsultasi diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan produknya sesuai dengan karakter bisnis dan kebutuhan target konsumen.
Direktur Arsitektur dan Desain, Sabar Norma Megawati Panjaitan, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif melalui pendekatan desain menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Baca juga:
- Lima Maskapai Asia-Pasifik Menghadapi Guncangan Harga BBM Pesawat: Pendapatan Naik, Tapi Laba Tertekan
- Bukan Hotel atau Maskapai! Inilah Bisnis Baru yang Diprediksi Menguasai Industri Pariwisata Dunia Setelah Piala Dunia 2026
- Maskapai Kini Jual Pengalaman, Bukan Sekadar Tiket Pesawat! Strategi Baru Loyalitas Pelanggan Lewat Konser dan Hiburan Langsung
Kolaborasi antara desainer, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan juga diharapkan dapat membuka peluang pengembangan produk sekaligus memperluas akses pasar. Dengan demikian, desain dapat berperan sebagai penghubung antara kreativitas, kebutuhan konsumen, dan peluang pertumbuhan usaha.
IDDC Buka Akses Layanan Pendampingan Desain
Selain mendapatkan wawasan dan konsultasi langsung, peserta diperkenalkan dengan berbagai layanan yang disediakan IDDC untuk mendukung pengembangan produk kreatif. Layanan tersebut meliputi Designers Dispatch Service, Good Design Indonesia, serta Klinik Desain yang menyediakan konsultasi desain tanpa biaya.
Pengenalan layanan ini menjadi bagian penting dari upaya mendorong keberlanjutan pendampingan setelah workshop selesai. Pelaku usaha diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan, tetapi juga memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk meningkatkan kualitas desain dan memperkuat daya saing produknya.
Akses terhadap konsultasi desain dapat membantu pelaku usaha mengidentifikasi potensi pengembangan produk secara lebih terarah. Dengan dukungan yang tepat, desain berpeluang menjadi investasi strategis untuk membangun merek, meningkatkan nilai tambah, dan memperbesar kesempatan produk lokal bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Creative Hub Diperkuat sebagai Ruang Kolaborasi Pelaku Usaha
Pemilihan Tempat Kumpul Kreatif Jakarta Utara sebagai lokasi kegiatan juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan fungsi ruang kreatif. Creative hub tidak hanya berperan sebagai tempat berkumpul, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran, konsultasi, pertukaran ide, dan penguatan jejaring antarpelaku ekonomi kreatif.
Dalam kegiatan ini, pendataan peserta turut dilakukan melalui platform Ekraf Hub. Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung integrasi informasi sekaligus memantau tindak lanjut pengembangan ekosistem ekonomi kreatif.
Melalui Workshop Sinergi Desain, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berharap semakin banyak pelaku usaha yang mampu mengintegrasikan desain ke dalam strategi pengembangan bisnisnya. Penguatan identitas produk, peningkatan kualitas kemasan, dan pemanfaatan layanan pendampingan diharapkan dapat membantu produk lokal memiliki nilai tambah lebih tinggi serta daya saing yang semakin kuat di pasar yang lebih luas.
