Pop Mart Bikin Kejutan Besar! Labubu Hadir dalam Bentuk Es Krim, Cheesecake hingga Bakery

Pop Mart Bakery Labubu

Pop Mart Bakery Labubu: Saat Boneka Viral Berubah Menjadi Dessert Premium dan Pengalaman Gaya Hidup

JAKARTA, Daily-Life.id – Setelah sukses membuat jutaan orang di seluruh dunia berburu boneka Labubu, Pop Mart kini membawa karakter ikoniknya ke dunia kuliner.

Perusahaan asal Beijing tersebut resmi membuka bakery internasional pertamanya di Singapura, menghadirkan berbagai dessert bertema Labubu, Molly,

Dimoo, hingga Skullpanda sebagai bagian dari strategi memperluas bisnis di luar koleksi art toys.

Langkah ini menandai babak baru perjalanan Pop Mart. Perusahaan yang dikenal lewat konsep blind box kini tidak hanya menjual figur koleksi,

tetapi juga membangun pengalaman gaya hidup (lifestyle experience) yang membuat penggemar dapat “berinteraksi” dengan karakter favorit mereka melalui makanan, minuman, hingga destinasi wisata.

Labubu Kini Hadir di Meja Makan

Bakery baru yang berlokasi di kawasan Resorts World Sentosa, Singapura, menawarkan sekitar 45 pilihan pastry, dessert, dan minuman yang terinspirasi dari karakter Pop Mart.

Beberapa menu yang langsung mencuri perhatian antara lain Es krim Labubu rasa wijen hitam, Double Cheesecake Molly, hingga aneka pastry dan minuman bertema karakter Pop Mart.

Harga produk berkisar antara S$5 hingga S$32, menyasar penggemar koleksi sekaligus wisatawan yang mencari pengalaman kuliner unik.

Bukan Sekadar Bakery, tetapi Strategi Bisnis Jangka Panjang

Peluncuran bakery ini bukan keputusan spontan.

Sebelumnya Pop Mart telah menguji konsep serupa melalui lebih dari 30 dessert truck di Tiongkok sebelum membuka bakery permanen pertamanya di Qinhuangdao.

Setelah respons pasar positif, Singapura dipilih sebagai lokasi ekspansi internasional pertama.

Perusahaan juga mengungkapkan bahwa Thailand, Indonesia, dan Malaysia termasuk dalam daftar negara yang dipertimbangkan untuk ekspansi berikutnya di Asia Tenggara, sebelum melangkah ke Eropa dan Amerika Serikat.

Baca juga:

Mengikuti Jejak Disney, tetapi dengan Cara Berbeda

Pop Mart secara terbuka menyatakan ingin membangun model bisnis seperti Disney, yaitu memanfaatkan kekuatan intellectual property (IP) agar hadir dalam berbagai aspek kehidupan konsumen.

Jika Disney menghadirkan karakter melalui film, taman hiburan, dan merchandise, Pop Mart memperluas ekosistemnya

melalui bakery, dessert, theme park Pop Land, film Labubu bersama Sony pictures, hingga pengalaman ritel yang imersif.

Yang membedakan, Pop Mart menciptakan dessert berbentuk tiga dimensi menyerupai karakter aslinya, bukan sekadar menambahkan dekorasi karakter pada makanan.

Mengapa Pop Mart Masuk Dunia Kuliner?

Di balik langkah kreatif ini terdapat alasan bisnis yang kuat.

Dalam beberapa waktu terakhir, analis mulai mempertanyakan apakah pertumbuhan Pop Mart masih bisa bergantung pada popularitas Labubu.

Melalui bakery, perusahaan berupaya memperluas sumber pendapatan sekaligus menjaga keterikatan emosional penggemar terhadap mereknya.

Model seperti ini juga menciptakan pengalaman yang lebih sulit ditiru dibanding hanya menjual produk koleksi.

Era Baru Brand: Menjual Pengalaman, Bukan Produk

Fenomena Pop Mart menunjukkan perubahan besar dalam strategi merek global.

Kini, perusahaan tidak lagi hanya menjual barang, tetapi membangun experience economy—di mana konsumen datang untuk merasakan pengalaman,

mengambil foto, berbagi di media sosial, lalu secara tidak langsung memperkuat nilai merek.

Dalam konsep ini, bakery bukan sekadar tempat membeli makanan, melainkan bagian dari dunia yang dibangun Pop Mart untuk para penggemarnya.

Pop Mart Bakery Labubu membuktikan bahwa karakter populer tidak harus berhenti sebagai mainan koleksi.

Dengan menghadirkan dessert premium, bakery bertema karakter, dan pengalaman yang imersif, Pop Mart sedang mengubah dirinya dari produsen art toys menjadi perusahaan gaya hidup global.

Jika strategi ini berhasil, bukan tidak mungkin Labubu akan dikenal bukan hanya sebagai boneka viral, tetapi juga sebagai ikon budaya pop yang hadir di berbagai aspek kehidupan, mulai dari hiburan hingga kuliner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *