JAKARTA – AI untuk industri pariwisata jadi strategi baru yang mulai diadopsi oleh berbagai organisasi promosi destinasi di dunia. Jika selama puluhan tahun tourism board berfokus pada promosi destinasi, kampanye pemasaran, dan penyediaan informasi wisata, kini perannya mulai bergeser menjadi pengembang teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu pelaku industri pariwisata mengambil keputusan yang lebih cepat, akurat, dan berbasis data. Perubahan ini menandai babak baru dalam transformasi sektor pariwisata global yang semakin mengandalkan teknologi sebagai fondasi pertumbuhan.
Perubahan tersebut muncul seiring meningkatnya kebutuhan hotel, biro perjalanan, operator tur, hingga destinasi wisata terhadap sistem yang mampu menganalisis perilaku wisatawan, memprediksi permintaan pasar, dan menghasilkan rekomendasi bisnis secara real-time. AI tidak lagi dipandang hanya sebagai alat bantu pemasaran, tetapi telah berkembang menjadi infrastruktur penting dalam pengelolaan destinasi wisata modern.
Dari Promosi Destinasi Menjadi Penyedia Solusi Digital
Selama ini, sebagian besar tourism board memiliki tiga fungsi utama, yaitu mempromosikan destinasi, mengumpulkan data wisatawan, dan memberikan pelatihan kepada pelaku industri.
Kini muncul pendekatan baru.
Alih-alih hanya membagikan laporan statistik, sejumlah organisasi pariwisata mulai mengembangkan platform AI yang dapat dimanfaatkan langsung oleh hotel, restoran, agen perjalanan, hingga pelaku UMKM pariwisata.
Dengan pendekatan tersebut, data tidak lagi berhenti sebagai laporan tahunan, tetapi berubah menjadi rekomendasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan, menyusun strategi harga, memahami tren wisatawan, hingga memperbaiki pengalaman pengunjung.
Mengapa Tourism Board Perlu Membangun AI?
Perubahan perilaku wisatawan menjadi salah satu alasan utama.
Saat ini wisatawan semakin sering mencari inspirasi perjalanan melalui mesin pencari berbasis AI, chatbot, hingga asisten digital. Mereka menginginkan rekomendasi yang personal, cepat, dan sesuai preferensi.
Di sisi lain, pelaku industri membutuhkan akses terhadap informasi yang sama cepatnya agar mampu menyesuaikan produk dan layanan.
Manfaat AI untuk tourism board dan pelaku industri pariwisata menjadi semakin nyata karena teknologi ini mampu membantu menganalisis pola kunjungan wisatawan, memprediksi musim dengan permintaan tertinggi, mengidentifikasi tren perjalanan baru, memberikan rekomendasi pemasaran yang lebih tepat sasaran, dan membantu pelaku usaha kecil memanfaatkan data tanpa harus memiliki tim analis sendiri.
Pendekatan seperti ini dinilai mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar.
Baca juga:
- Investor Tak Lagi Khawatir AI? Strategi MakeMyTrip Ini Bisa Mengubah Masa Depan Industri Travel Global
- Airbnb Bikin Gebrakan: Kini Tamu Bisa Batalkan Booking dengan Alasan Apa Pun, Awal Era Baru Fintech di Industri Travel?
- Marriott Naik Level! AI Kini Jadi Senjata Utama, Bukan Sekadar Eksperimen
AI Bukan Sekadar Chatbot
Banyak orang masih mengidentikkan AI dengan chatbot.
Padahal, penerapan AI di sektor pariwisata jauh lebih luas.
Teknologi ini dapat digunakan untuk memproyeksikan jumlah wisatawan, mengoptimalkan strategi promosi, mengelola distribusi anggaran pemasaran, mendeteksi perubahan tren perjalanan, hingga membantu destinasi mengambil keputusan berbasis data.
Dengan kata lain, AI berfungsi sebagai mesin analitik yang mendukung proses pengambilan keputusan, bukan sekadar menjawab pertanyaan wisatawan.
Peluang Besar bagi Destinasi Wisata
Bagi destinasi yang memiliki sumber daya terbatas, AI dapat menjadi alat untuk meningkatkan efisiensi.
Misalnya, promosi dapat diarahkan hanya kepada pasar yang paling potensial berdasarkan pola pencarian dan minat wisatawan.
Pelaku usaha juga dapat memperoleh wawasan mengenai jenis produk wisata yang sedang diminati sehingga investasi dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Model seperti ini berpotensi meningkatkan daya saing destinasi tanpa harus terus menambah anggaran promosi dalam jumlah besar.
Indonesia Berpeluang Mengadopsi Pendekatan Serupa
Indonesia memiliki ribuan destinasi wisata dengan karakteristik yang sangat beragam.
Jika teknologi AI diterapkan secara luas oleh organisasi pariwisata nasional maupun daerah, potensi pemanfaatannya cukup besar.
Mulai dari analisis arus wisatawan, pengembangan destinasi prioritas, promosi yang lebih personal, hingga membantu pelaku UMKM memahami perilaku konsumen secara lebih mendalam.
Pendekatan tersebut juga dapat mendukung pengembangan pariwisata yang lebih berkelanjutan melalui distribusi wisatawan yang lebih merata dan pengelolaan kapasitas destinasi secara lebih cerdas.
Masa Depan Tourism Board Ada pada Teknologi
Peran tourism board diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.
Organisasi yang sebelumnya hanya dikenal sebagai lembaga promosi destinasi kini mulai bertransformasi menjadi pusat data, inovasi, dan teknologi yang mendukung seluruh ekosistem pariwisata.
Dengan perubahan tersebut, AI untuk industri pariwisata sebagai solusi digital bagi tourism board diperkirakan akan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun destinasi yang lebih kompetitif, efisien, dan siap menghadapi perubahan perilaku wisatawan di era digital.
Referensi:
- Prasetia, A.R., Muchamad, W. & Wufron (2025). From Automation to Authenticity: A Strategic Framework for AI-Integrated Cultural Heritage Destination Marketing in Indonesia. Journal of Academic Tourism and Hospitality. Available at: https://ojs.fekon.uniga.ac.id/index.php/JATH/article/view/384
- Martins, M., Guerra, R.J.C., Santos, L., Lopes, L. & Conde, A.R. (2026). Generative AI and its Application by Destination Marketing Organizations: Enhancing Tourist Experiences. In: A Research Agenda for Using Generative AI in Tourism and Hospitality. Cheltenham: Edward Elgar Publishing. DOI: https://doi.org/10.4337/9781035330317.00008
- Fernández-Herrero, D., et al. (2026). Tourism in the Age of Generative AI: A Systematic Bibliometric Review of Opportunities, Challenges and Uncertainties. ESIC Market. Available at: https://revistasinvestigacion.esic.edu/esicmarket/index.php/esicm/article/view/427
