Sering Berkeringat Saat Tidur? Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Gangguan Hormon hingga Penyakit Tertentu

Overnight Sweats

JAKARTA – Pernah terbangun di tengah malam karena baju, bantal, atau seprai basah oleh keringat, padahal kamar ber-AC dan suhu ruangan terasa nyaman? Kondisi ini dikenal sebagai overnight sweats atau keringat berlebih saat tidur. Meskipun sering dianggap sepele, penyebab overnight sweats atau berkeringat saat tidur tidak selalu berkaitan dengan cuaca panas.

Dalam banyak kasus, kondisi ini bisa menjadi sinyal adanya perubahan hormon, efek samping obat, gangguan metabolisme, infeksi, hingga penyakit tertentu yang memerlukan pemeriksaan medis. Jika terjadi berulang, mengganggu kualitas tidur, atau disertai gejala lain seperti demam, penurunan berat badan, atau jantung berdebar, penting untuk tidak mengabaikannya.

Apa Itu Overnight Sweats?

Overnight sweats adalah kondisi ketika seseorang mengeluarkan keringat dalam jumlah berlebihan saat tidur hingga pakaian atau tempat tidur menjadi basah, meskipun suhu lingkungan tidak panas.

Berbeda dengan berkeringat akibat selimut tebal atau ventilasi yang buruk, overnight sweats terjadi karena perubahan proses di dalam tubuh yang memengaruhi pengaturan suhu (thermoregulation).

Penyebab Overnight Sweats atau Berkeringat Saat Tidur

1. Perubahan Hormon

Ini merupakan penyebab yang paling sering, terutama pada perempuan.

Saat memasuki perimenopause atau menopause, kadar hormon estrogen mulai menurun sehingga pusat pengatur suhu tubuh di otak menjadi lebih sensitif. Akibatnya, tubuh dapat memicu sensasi panas (hot flashes) yang disertai keringat berlebih saat malam hari.

Selain menopause, perubahan hormon juga dapat terjadi selama kehamilan atau setelah melahirkan.

2. Stres dan Gangguan Kecemasan

Ketika tubuh mengalami stres, sistem saraf simpatik menjadi lebih aktif.

Akibatnya, produksi hormon adrenalin meningkat sehingga detak jantung bertambah cepat, suhu tubuh berubah, dan keringat keluar lebih banyak, termasuk saat tidur.

Orang dengan gangguan kecemasan (anxiety disorder) atau serangan panik juga lebih sering mengalami overnight sweats.

3. Efek Samping Obat

Beberapa jenis obat dapat meningkatkan produksi keringat, antara lain:

  • antidepresan (SSRI dan SNRI),
  • obat penurun demam,
  • terapi hormon,
  • obat diabetes tertentu,
  • beberapa obat tekanan darah.

Jika keluhan muncul setelah mulai mengonsumsi obat baru, konsultasikan dengan dokter. Jangan menghentikan obat tanpa anjuran tenaga kesehatan.

5. Gangguan Tiroid

Pada hipertiroidisme, kelenjar tiroid menghasilkan hormon secara berlebihan sehingga metabolisme tubuh meningkat.

Gejalanya mudah berkeringat, jantung berdebar, berat badan turun, sulit tidur dan tangan gemetar.

6. Kadar Gula Darah Terlalu Rendah

Orang dengan diabetes yang menggunakan insulin atau obat tertentu dapat mengalami hipoglikemia pada malam hari.

Selain berkeringat, gejala lain meliputi: mimpi buruk, gemetar, jantung berdebar, dan rasa lapar saat terbangun.

7. Penyakit yang Lebih Serius

Dalam kasus yang lebih jarang, overnight sweats dapat berkaitan dengan penyakit seperti: limfoma, leukemia, beberapa jenis kanker, dan penyakit autoimun.

Karena itu, gejala yang menetap selama beberapa minggu perlu dievaluasi oleh dokter.

Siapa yang Paling Berisiko?

Risiko lebih tinggi terjadi pada perempuan usia 40 tahun ke atas, ibu hamil, penderita diabetes, orang dengan gangguan tiroid, pasien yang mengonsumsi antidepresan, penderita gangguan kecemasan, serta mereka yang memiliki infeksi kronis.

Cara Mengatasi Overnight Sweats

Penanganan bergantung pada penyebabnya. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi keluhan:

Jaga suhu kamar tetap sejuk

Gunakan kipas angin atau AC dan pilih suhu yang nyaman.

Gunakan pakaian tidur berbahan katun

Bahan yang menyerap keringat membantu menjaga tubuh tetap kering sepanjang malam.

Kurangi makanan pemicu

Makanan pedas, alkohol, minuman berkafein, dan rokok dapat memicu peningkatan suhu tubuh pada sebagian orang.

Kelola stres

Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, latihan pernapasan, atau konseling psikologis dapat membantu bila stres menjadi pemicunya.

Olahraga secara teratur

Aktivitas fisik membantu menjaga keseimbangan hormon dan meningkatkan kualitas tidur. Namun, hindari olahraga berat tepat sebelum tidur.

Konsultasikan penggunaan obat

Jika diduga berkaitan dengan efek samping obat, dokter dapat mempertimbangkan penyesuaian dosis atau alternatif terapi.

Baca Juga:

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan apabila overnight sweats:

  • terjadi hampir setiap malam,
  • berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu,
  • disertai demam,
  • menyebabkan berat badan turun tanpa sebab,
  • muncul pembengkakan kelenjar getah bening,
  • disertai batuk lama atau sesak napas,
  • membuat kualitas tidur sangat terganggu.

Dokter mungkin akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta tes darah atau pemeriksaan lain sesuai kondisi pasien.

Bisakah Overnight Sweats Dicegah?

Tidak semua kasus dapat dicegah, terutama jika berkaitan dengan perubahan hormon atau penyakit tertentu. Namun, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, tidur cukup, berolahraga rutin, dan menghindari pemicu seperti alkohol atau makanan pedas dapat membantu menurunkan risiko.

Penyebab overnight sweats atau berkeringat saat tidur sangat beragam, mulai dari perubahan hormon, stres, efek samping obat, hingga infeksi dan penyakit yang lebih serius. Jika kondisi hanya sesekali, penyebabnya mungkin tidak berbahaya. Namun, apabila keluhan sering terjadi atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis penting dilakukan untuk menemukan penyebab yang mendasarinya.

Mengenali tanda-tandanya sejak dini dapat membantu mendapatkan penanganan yang tepat sekaligus menjaga kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.

FAQ

Apakah overnight sweats berbahaya?

Tidak selalu. Namun, bila terjadi berulang atau disertai demam, penurunan berat badan, atau gejala lain, kondisi ini perlu diperiksa oleh dokter.

Apakah menopause menyebabkan berkeringat saat tidur?

Ya. Penurunan hormon estrogen pada masa menopause merupakan salah satu penyebab paling umum overnight sweats pada perempuan.

Apakah stres bisa menyebabkan overnight sweats?

Bisa. Aktivasi sistem saraf akibat stres atau kecemasan dapat meningkatkan produksi keringat, termasuk saat tidur.

Bagaimana cara mengurangi overnight sweats?

Menjaga suhu kamar tetap sejuk, memakai pakaian berbahan katun, mengelola stres, dan berkonsultasi dengan dokter bila gejala menetap merupakan langkah yang dapat membantu.

Referensi:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *