Daily-life.id – Nama Elizabeth Smart kembali menjadi perhatian, tetapi kali ini bukan hanya karena kiprahnya sebagai advokat dan pembicara publik.
Perempuan berusia 38 tahun tersebut justru menarik perhatian lewat perjalanan bodybuilding yang membawanya pada cara pandang baru terhadap tubuh dan kekuatan.
Dalam wawancara terbarunya, Smart membagikan tips bodybuilding Elizabeth Smart untuk membangun tubuh lebih kuat.
Nasihat yang ia terima ternyata terdengar sederhana: memiliki pelatih yang baik, berani melakukan latihan beban,
dan memastikan asupan protein tercukupi.
Namun, di balik tiga hal sederhana tersebut terdapat pesan yang jauh lebih besar.
Bagi Smart, latihan bukan hanya tentang mengejar bentuk tubuh tertentu. Bodybuilding justru membuatnya menyadari
bahwa tubuh manusia mampu berubah, berkembang, dan menjadi lebih kuat ketika diberi latihan serta nutrisi yang tepat.
Ia bahkan menggambarkan perjalanan tersebut sebagai proses yang membuatnya merasa lebih bebas terhadap tubuhnya sendiri.
Bukan Sekadar Ingin Terlihat Lebih Berotot
Ketika mendengar kata bodybuilding, sebagian orang mungkin langsung membayangkan kompetisi, otot besar, diet ketat, dan latihan berat.
Namun perjalanan Elizabeth Smart memiliki motivasi yang lebih personal.
Sebelumnya, Smart merupakan pelari jarak jauh dan telah mengikuti sejumlah marathon. Setelah memiliki anak, aktivitas lari menjadi
salah satu cara yang ia gunakan untuk tetap aktif. Tetapi seiring waktu, ia mengalami masalah pada lutut dan mulai mempertimbangkan bentuk olahraga lain.
Latihan kekuatan kemudian membuka kemungkinan baru.
Smart mengatakan bahwa ia ingin memiliki tubuh yang lebih kuat, termasuk meningkatkan massa otot dan kekuatan tulang.
Dari sinilah bodybuilding mulai menjadi bagian penting dalam rutinitas kebugarannya.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa olahraga tidak harus selalu dikaitkan dengan penurunan berat badan.
Bagi perempuan, latihan kekuatan juga dapat menjadi cara untuk membangun kemampuan fisik, menjaga fungsi tubuh, dan meningkatkan rasa percaya diri.
Tips Bodybuilding Elizabeth Smart untuk Membangun Tubuh Lebih Kuat
Ada tiga pesan sederhana yang dibagikan Smart kepada orang yang tertarik mencoba latihan beban atau bodybuilding: cari coach yang baik, angkat beban dengan serius, dan konsumsi protein yang cukup.
Ketiganya dapat menjadi prinsip dasar, tetapi tentu harus diterapkan secara aman dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.
Temukan Coach yang Benar-Benar Memahami Tujuan Anda
Bagi pemula, salah satu tantangan terbesar bukan menentukan seberapa berat beban yang harus digunakan, melainkan memahami teknik gerakan yang benar.
Pelatih yang kompeten dapat membantu seseorang:
- mempelajari teknik dasar;
- menentukan beban yang sesuai;
- menyusun program latihan;
- mengatur progres secara bertahap;
- menghindari kesalahan gerakan;
- menyesuaikan latihan dengan kondisi tubuh.
Ini menjadi penting terutama bagi perempuan yang baru mulai latihan kekuatan.
Tidak perlu langsung mengejar beban yang sangat berat. Yang lebih penting adalah progressive overload, yaitu meningkatkan tantangan latihan secara bertahap ketika tubuh sudah mampu beradaptasi.
Latihan Beban Tidak Harus Berjam-Jam
Salah satu hal menarik dari perjalanan Smart adalah perbandingannya antara lari jarak jauh dan latihan kekuatan.
Ia mengatakan latihan beban dapat selesai dalam waktu sekitar 45 menit, jauh lebih singkat dibandingkan sesi lari
panjang yang sebelumnya ia jalani.
Ini menjadi pengingat bahwa olahraga efektif tidak selalu berarti menghabiskan waktu berjam-jam.
Latihan yang terstruktur dan konsisten dapat menjadi pilihan lebih realistis bagi perempuan yang memiliki pekerjaan,
keluarga, dan berbagai aktivitas lain.
Protein Menjadi Bagian Penting
Smart juga menyebut pentingnya mengonsumsi banyak protein sebagai bagian dari perjalanan bodybuilding-nya.
Protein memang berperan penting dalam pemeliharaan dan pembentukan massa otot.
Namun, “lebih banyak” bukan berarti harus mengonsumsi protein secara berlebihan.
Kebutuhan protein setiap orang berbeda berdasarkan usia, berat badan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan tujuan latihan.
Karena itu, perempuan yang sedang menjalani program latihan intensif sebaiknya tidak mengikuti pola makan atlet atau selebritas secara mentah.
Elizabeth Smart Menemukan Sesuatu yang Lebih Penting dari Sekadar Otot
Inilah bagian yang membuat perjalanan Smart menarik bagi pembaca Go-Woman.
Bodybuilding ternyata mengubah hubungan Smart dengan tubuhnya.
Setelah menjalani kehamilan dan bertahun-tahun melakukan olahraga endurance, ia sempat bertanya apakah
tubuhnya masih bisa mengalami perubahan.
Jawabannya ternyata iya.
Dalam wawancara sebelumnya, Smart menggambarkan rasa takjubnya melihat kemampuan tubuh untuk berubah setelah
melalui berbagai fase kehidupan.
Pesan ini sangat relevan bagi perempuan yang merasa tubuhnya “berubah” setelah usia tertentu, menikah, memiliki anak,
atau berhenti melakukan olahraga yang sebelumnya disukai.
Tubuh tidak berhenti berkembang hanya karena usia bertambah.
Bentuknya mungkin berubah. Kemampuannya juga dapat berubah.
Tetapi tubuh tetap dapat dilatih untuk menjadi lebih kuat.
Bodybuilding Membantu Mengubah Cara Melihat Tubuh
Banyak pembicaraan tentang kebugaran perempuan masih berputar pada berat badan, ukuran pakaian, lingkar pinggang, atau bagaimana seseorang terlihat di depan kamera.
Elizabeth Smart menawarkan perspektif berbeda.
Baginya, kekuatan fisik juga dapat menjadi bagian dari cara seseorang menghargai tubuh.
Ini bukan berarti perempuan harus memiliki otot tertentu agar dianggap sehat atau cantik.
Justru sebaliknya.
Kebugaran seharusnya memberikan lebih banyak pilihan kepada seseorang tentang apa yang dapat dilakukan tubuhnya.
Bisa mengangkat barang lebih mudah, menaiki tangga tanpa cepat lelah, membawa anak, serta beraktivitas tanpa merasa tubuh menjadi hambatan.
Dalam konteks tersebut, kekuatan menjadi ukuran yang jauh lebih bermakna daripada sekadar angka pada timbangan.
Dari Lari Marathon ke Angkat Beban
Perubahan olahraga Smart juga menunjukkan bahwa tidak ada satu jenis latihan yang harus dilakukan sepanjang hidup.
Lari pernah menjadi bagian penting dari kehidupannya.
Namun ketika lutut mulai bermasalah dan sesi latihan panjang terasa semakin menguras energi, ia memilih
mengeksplorasi latihan kekuatan.
Ini merupakan pelajaran penting.
Jika sebuah olahraga tidak lagi cocok dengan kondisi tubuh, bukan berarti seseorang harus berhenti bergerak.
Ada banyak pilihan lain.
Mulai dari resistance training, weightlifting, pilates, yoga, swimming, cycling, walking, hingga functional training.
Yang paling penting adalah menemukan aktivitas yang dapat dilakukan secara konsisten dan sesuai kemampuan.
Apa yang Bisa Dipelajari Perempuan dari Perjalanan Elizabeth Smart?
Ada setidaknya lima pelajaran menarik.
Tidak Ada Kata Terlambat untuk Memulai
Smart mulai serius menjalani latihan kekuatan setelah sebelumnya memiliki pengalaman panjang dengan olahraga lari.
Artinya, pengalaman olahraga masa lalu bukan batasan untuk mencoba sesuatu yang baru.
Tubuh Bukan Musuh yang Harus Diperbaiki
Tubuh tidak harus selalu dipandang sebagai sesuatu yang kurang, tetapi juga dapat dilihat sebagai sesuatu yang mampu berkembang.
Kekuatan Lebih dari Sekadar Penampilan
Memiliki otot bukan hanya tentang terlihat fit.
Kekuatan dapat membantu seseorang menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Target Membantu Menjaga Konsistensi
Smart mengatakan dirinya merupakan tipe orang yang membutuhkan tujuan dan tenggat waktu. Kompetisi bodybuilding memberikan target yang jelas baginya.
Bagi orang lain, target tidak harus berupa kompetisi.
Bisa saja berupa target mampu melakukan squat dengan teknik yang lebih baik, meningkatkan jumlah repetisi, atau rutin berolahraga tiga kali seminggu.
Jangan Membandingkan Perjalanan Tubuh
Perubahan tubuh setiap orang berbeda.
Program yang berhasil untuk seorang selebritas tidak otomatis cocok untuk perempuan lain.
Kebugaran yang sehat seharusnya bersifat personal.

Baca Juga:
- Apakah Diet dan Puasa Bisa Menyebabkan Kekurangan Vitamin
- Kenapa Banyak Pasien Indonesia Pilih Malaysia untuk Atasi Osteoarthritis dan Cedera Tulang
- Panduan Diet Sehat Sesuai Usia Agar Kebutuhan Vitamin Tetap Terpenuhi
Latihan Kekuatan untuk Perempuan: Apa Kata Penelitian?
Latihan resistance atau strength training semakin mendapat perhatian dalam dunia kesehatan karena manfaatnya
tidak hanya berkaitan dengan penampilan.
Penelitian menunjukkan bahwa latihan resistance dapat membantu meningkatkan kekuatan dan massa otot serta memberikan manfaat terhadap kesehatan fisik secara keseluruhan.
Latihan kekuatan juga penting ketika seseorang memasuki usia dewasa dan semakin bertambah tua karena massa otot dan kekuatan secara alami dapat mengalami penurunan seiring usia.
Karena itu, strength training bukan hanya tren fitness.
Ia dapat menjadi bagian dari strategi healthy aging.
Protein, Latihan, dan Istirahat Harus Berjalan Bersama
Salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika seseorang mulai latihan beban adalah terlalu fokus pada latihan.
Padahal, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Ada tiga komponen yang harus diperhatikan:
Latihan → Nutrisi → Recovery
Tanpa recovery yang cukup, tubuh tidak memiliki kesempatan optimal untuk melakukan adaptasi terhadap beban latihan.
Karena itu, tidur, hidrasi, asupan makanan, dan hari istirahat sama pentingnya dengan sesi gym.
Jangan Langsung Meniru Rutinitas Selebritas
Perjalanan Elizabeth Smart memang inspiratif, tetapi bukan berarti semua orang perlu mengikuti program bodybuilding yang sama.
Rutinitas seorang atlet atau peserta kompetisi bodybuilding bisa jauh lebih intens dibandingkan kebutuhan orang
yang hanya ingin sehat dan kuat.
Bagi pemula, memulai dengan latihan sederhana dua hingga tiga kali seminggu dapat menjadi pilihan yang lebih realistis daripada langsung mengikuti program kompetisi.
Dan jika memiliki kondisi medis, cedera, sedang hamil, baru melahirkan, atau memiliki kebutuhan nutrisi khusus,
konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum memulai program intensif merupakan langkah yang bijak.
Kekuatan Perempuan Tidak Harus Terlihat Sama
Ada satu pesan yang terasa kuat dari perjalanan Smart: perempuan tidak harus masuk ke dalam satu kategori.
Seseorang dapat menjadi ibu, profesional, atlet, pengusaha, aktivis, pasangan, atau sekadar perempuan yang sedang mencoba menemukan hobi baru.
Tidak ada kewajiban untuk memilih hanya satu identitas.
Bodybuilding bagi Smart akhirnya bukan hanya tentang membentuk otot.
Ini tentang memberi dirinya izin untuk mencoba sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.
Tips bodybuilding Elizabeth Smart untuk membangun tubuh lebih kuat sebenarnya bukan formula rumit.
Ia berbicara tentang memiliki pelatih yang tepat, latihan kekuatan yang terstruktur, asupan protein yang memadai,
serta konsistensi dalam menjalani proses.
Namun, pelajaran terbesar dari perjalanan Smart justru berada di luar gym.
Tubuh perempuan tidak berhenti berkembang setelah menikah, melahirkan, memasuki usia 30-an, atau melewati berbagai perubahan kehidupan.
Tubuh dapat menjadi lebih kuat.
Dan mungkin, seperti yang ditunjukkan Elizabeth Smart, perjalanan menuju tubuh yang lebih kuat bukan tentang
mengejar kesempurnaan—melainkan tentang menyadari bahwa tubuh yang kita miliki ternyata mampu melakukan jauh lebih banyak daripada yang selama ini kita bayangkan.
FAQ
Apa tips bodybuilding Elizabeth Smart untuk pemula?
Tips yang dibagikan Elizabeth Smart adalah memiliki pelatih yang baik, melakukan latihan beban dengan serius, serta memastikan kebutuhan protein terpenuhi.
Mengapa Elizabeth Smart mulai melakukan bodybuilding?
Smart sebelumnya aktif sebagai pelari marathon, tetapi masalah pada lutut dan durasi latihan lari yang panjang
membuatnya mencari bentuk olahraga lain. Ia kemudian tertarik pada latihan kekuatan untuk membangun otot dan kekuatan tulang.
Apakah latihan beban bagus untuk perempuan?
Ya. Latihan resistance dapat membantu meningkatkan kekuatan dan massa otot. Program latihan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan, pengalaman, tujuan, dan kondisi kesehatan masing-masing orang.
Apakah perempuan perlu makan banyak protein saat latihan beban?
Protein berperan dalam pemeliharaan dan pembentukan otot. Namun, kebutuhan setiap orang berbeda sehingga tidak disarankan mengikuti jumlah protein orang lain tanpa mempertimbangkan kebutuhan pribadi.
Berapa lama latihan Elizabeth Smart?
Smart mengatakan sesi latihan kekuatannya dapat berlangsung sekitar 45 menit, jauh lebih singkat dibandingkan sesi latihan lari panjang yang pernah ia jalani.
Apakah usia 30 atau 40 tahun masih bisa mulai latihan beban?
Bisa. Latihan kekuatan dapat dilakukan pada berbagai usia dengan intensitas dan gerakan yang disesuaikan kemampuan. Pemula sebaiknya memulai secara bertahap dan memprioritaskan teknik.
Apakah bodybuilding harus bertujuan menurunkan berat badan?
Tidak. Latihan kekuatan dapat memiliki berbagai tujuan, seperti meningkatkan kekuatan, membangun massa otot, mendukung fungsi tubuh, dan meningkatkan kebugaran secara keseluruhan.
Referensi:
- American College of Sports Medicine (2009) ‘Progression models in resistance training for healthy adults’, Medicine & Science in Sports & Exercise, 41(3), pp. 687–708. DOI: Progression Models in Resistance Training for Healthy Adults
- Morton, R.W. et al. (2018) ‘A systematic review, meta-analysis and meta-regression of the effect of protein supplementation on resistance training-induced gains in muscle mass and strength in healthy adults’, British Journal of Sports Medicine, 52(6), pp. 376–384. British Journal of Sports Medicine — Protein Supplementation and Resistance Training
- Westcott, W.L. (2012) ‘Resistance training is medicine: effects of strength training on health’, Current Sports Medicine Reports, 11(4), pp. 209–216. Resistance Training Is Medicine — PubMed
- World Health Organization (2020) WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour. Geneva: World Health Organization. WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour
